Cara Membuat Desain Cutting Sticker di CorelDRAW untuk Pemula
Cutting sticker berbeda dengan sticker yang dicetak menggunakan printer. Jika Anda masih bingung membedakannya, baca juga pembahasan mengenai perbedaan cutting sticker dan printing sticker. Pada cutting sticker, desain umumnya dibuat dalam bentuk vector kemudian mesin cutting akan memotong bahan sticker mengikuti garis atau jalur desain tersebut.
Karena itu, pembuatan desain cutting sticker membutuhkan file yang rapi dan memiliki jalur potong yang jelas.
Salah satu software yang banyak digunakan untuk membuat desain cutting sticker adalah CorelDRAW. Selain relatif mudah dipelajari, CorelDRAW memiliki berbagai fitur vector yang sangat membantu untuk membuat tulisan, logo, nomor, grafis sederhana hingga desain yang nantinya dikirim ke mesin cutting sticker.
Bagi Anda yang baru belajar, berikut panduan cara membuat desain cutting sticker di CorelDRAW untuk pemula mulai dari membuat dokumen hingga menyiapkan file siap cutting.
Apa yang Dimaksud Desain Cutting Sticker?
Sebelum mulai mendesain, penting memahami bagaimana mesin cutting sticker bekerja.
Mesin cutting sticker pada dasarnya tidak membaca gambar seperti printer. Mesin akan mengikuti garis vector atau path dari desain kemudian menggerakkan pisau untuk memotong bahan sticker.
Jika ingin memahami proses tersebut lebih detail, Anda bisa membaca cara kerja mesin cutting sticker sebelum mulai membuat desain.
Misalnya Anda membuat tulisan:
CUTTING STICKER UPDATE
Mesin cutting tidak mencetak warna tulisan tersebut. Pisau akan memotong mengikuti bentuk setiap huruf sehingga bagian sticker yang diperlukan dapat dipisahkan dari bagian yang tidak digunakan.
Proses membuang bagian sticker yang tidak diperlukan ini sering disebut weeding.
Karena itulah desain cutting sticker sebaiknya dibuat dalam format vector.
Kenapa CorelDRAW Cocok untuk Membuat Cutting Sticker?
CorelDRAW merupakan software desain berbasis vector sehingga sangat cocok digunakan untuk membuat desain yang akan dipotong menggunakan mesin cutting sticker.
Dengan CorelDRAW, pengguna bisa:
- membuat tulisan;
- membuat logo sederhana;
- menggambar bentuk vector;
- mengatur ukuran desain secara presisi;
- mengubah tulisan menjadi curve;
- mengedit node;
- melakukan tracing gambar;
- memisahkan objek berdasarkan warna;
- serta mengekspor desain ke berbagai format vector.
Kemampuan tersebut membuat CorelDRAW cukup fleksibel untuk kebutuhan usaha cutting sticker, mulai dari pembuatan sticker nama hingga decal kendaraan.
1. Buat Dokumen Baru di CorelDRAW
Buka CorelDRAW kemudian pilih:
File > New
Selanjutnya tentukan ukuran halaman.
Untuk belajar, Anda tidak perlu membuat halaman terlalu besar. Misalnya:
- Width: 30 cm
- Height: 20 cm
- Orientation: Landscape
- Units: Millimeters atau Centimeters
Sebenarnya ukuran halaman tidak terlalu menentukan hasil cutting. Hal terpenting justru ukuran objek yang akan dipotong harus sesuai dengan ukuran sticker yang diinginkan.
Jika customer meminta tulisan dengan panjang 50 cm, pastikan ukuran desain juga dibuat sekitar 50 cm.
Tips
Biasakan bekerja menggunakan satuan millimeter atau centimeter agar lebih mudah menyesuaikan desain dengan ukuran fisik sticker.
2. Buat Desain Sederhana
Untuk latihan pertama, sebaiknya gunakan desain sederhana.
Misalnya kita akan membuat tulisan:
CUTTING STICKER
Pilih Text Tool, kemudian ketik tulisan tersebut.
Setelah itu pilih font yang diinginkan.
Untuk cutting sticker, hindari font yang terlalu tipis terutama jika desain akan dibuat dalam ukuran kecil.
Font dengan bagian sangat kecil atau terlalu rumit lebih sulit dipotong dan juga lebih sulit ketika proses weeding.
Untuk pemula, gunakan font yang memiliki bentuk cukup tegas dan sederhana.
3. Atur Ukuran Desain
Setelah tulisan selesai dibuat, tentukan ukuran sebenarnya.
Klik objek kemudian lihat kolom:
Object Size
Misalnya sticker akan dibuat dengan panjang:
30 cm
Atur lebar desain menjadi 300 mm.
Pastikan ikon Lock Ratio aktif jika Anda ingin tinggi objek berubah secara proporsional.
Langkah ini sangat penting karena ukuran yang terlihat di monitor belum tentu sama dengan ukuran fisik ketika dipotong.
Selalu periksa kembali ukuran desain sebelum file dikirim ke mesin cutting.
4. Convert Tulisan Menjadi Curve
Sebelum desain dikirim ke komputer lain atau software cutting, sebaiknya tulisan diubah menjadi curve.
Caranya:
Pilih tulisan kemudian klik:
Object > Convert to Curves
atau gunakan shortcut:
Ctrl + Q
Setelah diubah menjadi curve, tulisan tidak lagi bergantung pada file font yang terpasang di komputer.
Artinya bentuk huruf akan tetap sama meskipun file dibuka di komputer lain yang tidak memiliki font tersebut.
Namun ada satu hal yang perlu diperhatikan.
Setelah tulisan diubah menjadi curve, teks tidak bisa diedit seperti teks biasa. Karena itu sebaiknya simpan satu file desain asli sebelum melakukan Convert to Curves.
Contohnya:
desain-sticker-editable.cdr
Kemudian buat salinan:
desain-sticker-siap-cutting.cdr
Cara ini akan memudahkan jika customer meminta perubahan tulisan.
5. Periksa Node dan Bentuk Vector
Setelah objek menjadi curve, gunakan Shape Tool untuk melihat node pada desain.
Periksa apakah terdapat:
- garis yang bertumpuk;
- node terlalu banyak;
- curve yang terbuka;
- bagian desain terlalu kecil;
- atau bentuk yang berpotensi menyulitkan mesin cutting.
Desain dengan terlalu banyak node terkadang membuat gerakan mesin menjadi lebih rumit.
Jika memungkinkan, sederhanakan bentuk tanpa mengubah tampilan desain.
Prinsipnya sederhana:
Semakin bersih vector, semakin mudah desain diproses.
6. Gunakan Weld untuk Menggabungkan Objek
Pada beberapa desain, terdapat beberapa objek yang saling bertumpuk.
Misalnya Anda membuat tulisan script atau tulisan sambung.
Jika setiap bagian dibiarkan terpisah, mesin bisa memotong garis di bagian yang sebenarnya tidak diperlukan.
Untuk mengatasinya, gunakan fitur:
Weld
Pilih objek yang ingin digabung kemudian gunakan perintah Weld.
Fitur ini akan menggabungkan beberapa objek vector menjadi satu bentuk.
Weld sangat berguna ketika membuat:
- tulisan sambung;
- logo;
- emblem;
- sticker nama;
- decal;
- ornamen;
- dan berbagai desain vector lainnya.
7. Hati-Hati Menggunakan Outline
Kesalahan yang cukup sering terjadi pada pemula adalah menganggap garis outline yang terlihat tebal otomatis menjadi area potong.
Pada mesin cutting, yang paling penting adalah jalur vector yang dibaca oleh software atau driver cutting.
Jika Anda membuat desain menggunakan outline tebal dan ingin bentuk tebal tersebut menjadi bagian dari desain, pastikan outline telah diubah menjadi objek jika memang diperlukan oleh workflow yang digunakan.
Jangan hanya mengandalkan tampilan visual di layar.
Pengaturan setiap software cutting dan mesin juga dapat berbeda, sehingga selalu lakukan pengecekan pada preview sebelum proses pemotongan dimulai.
8. Cara Membuat Cutting Sticker dari Logo JPG atau PNG
Bagaimana jika desain dari customer masih berupa JPG atau PNG?
Gambar tersebut harus diubah terlebih dahulu menjadi vector.
Salah satu cara yang dapat digunakan di CorelDRAW adalah fitur PowerTRACE.
Import gambar terlebih dahulu:
File > Import
Pilih file JPG atau PNG.
Setelah gambar masuk, gunakan fitur tracing yang tersedia pada CorelDRAW.
Untuk logo sederhana, tracing biasanya jauh lebih mudah apabila gambar memiliki:
- resolusi cukup tinggi;
- warna yang jelas;
- kontras tinggi;
- dan bentuk tidak terlalu rumit.
Setelah tracing selesai, periksa kembali vector menggunakan Shape Tool. Jangan langsung mengirim hasil tracing ke mesin cutting.
Untuk melihat contoh proses yang lebih lengkap dari gambar hingga menjadi pola yang bisa dipotong, Anda juga dapat mengikuti tutorial lengkap proses membuat cutting sticker yang pernah kami bahas sebelumnya.
Hapus bagian yang tidak diperlukan dan rapikan node apabila masih terlalu banyak.
Untuk logo sederhana
Logo dengan satu atau dua warna biasanya relatif mudah dipersiapkan untuk cutting sticker.
Sedangkan gambar foto tidak cocok langsung dijadikan cutting sticker karena memiliki terlalu banyak detail.
9. Pisahkan Desain Berdasarkan Warna
Cutting sticker umumnya menggunakan bahan vinyl yang sudah memiliki warna.
Karena itu jika desain memiliki beberapa warna, setiap warna biasanya dipotong secara terpisah.
Contohnya logo menggunakan:
- merah;
- putih;
- hitam.
Pisahkan objek merah, putih dan hitam menjadi kelompok masing-masing.
Setelah dipotong, setiap warna dapat disusun kembali ketika proses pemasangan menggunakan transfer tape.
Untuk pekerjaan multiwarna yang memerlukan posisi sangat presisi, Anda juga dapat membuat registration mark atau tanda bantu pemasangan.
10. Periksa Ukuran Minimum Detail
Tidak semua desain yang terlihat bagus di layar akan mudah dibuat menjadi cutting sticker.
Detail terlalu kecil dapat menyebabkan beberapa masalah seperti:
- bahan terangkat ketika dipotong;
- proses weeding menjadi sulit;
- ujung huruf mudah rusak;
- bagian kecil tertinggal pada backing;
- atau sticker sulit dipasang.
Karena itu sesuaikan tingkat detail dengan ukuran akhir desain dan jenis bahan yang digunakan.
Semakin kecil ukuran sticker, sebaiknya desain juga semakin sederhana.
11. Buat Preview Sebelum Cutting
Sebelum mengirim desain ke mesin cutting, lakukan pemeriksaan terakhir.
Pastikan:
- ukuran desain sudah benar;
- tulisan sudah benar;
- tidak ada typo;
- tidak ada objek tersembunyi;
- tidak ada garis ganda;
- curve sudah rapi;
- desain tidak memiliki bagian terlalu kecil;
- posisi objek sesuai;
- dan warna sudah dipisahkan jika diperlukan.
Kesalahan kecil pada tahap desain bisa menyebabkan bahan sticker terbuang.
Lebih baik menghabiskan beberapa menit untuk mengecek file daripada harus mengulang proses cutting.
12. Simpan File Master CorelDRAW
Simpan desain dalam format CDR terlebih dahulu.
Contoh:
cutting-sticker-nama-customer.cdr
File CDR berguna sebagai file master apabila suatu saat desain perlu diedit kembali.
Selain menyimpan CDR, Anda juga dapat mengekspor desain ke format vector lain sesuai software cutting yang digunakan.
Beberapa workflow mesin cutting dapat menggunakan format seperti:
- SVG;
- EPS;
- AI;
- PDF;
- atau format vector lain.
Pilihan format terbaik tergantung software dan mesin cutting yang digunakan.
Karena itu periksa terlebih dahulu format apa yang didukung oleh software mesin Anda.
13. Kirim Desain ke Software Cutting
Setelah desain selesai, tahap berikutnya adalah membuka file tersebut melalui software yang digunakan untuk mengontrol mesin cutting.
Jika Anda ingin mengetahui alur produksi setelah desain selesai, mulai dari menyiapkan bahan hingga proses pemotongan, baca panduan cara membuat cutting sticker dari A sampai Z.
Setiap merek mesin dapat memiliki software berbeda.
Pada tahap ini lakukan pengaturan seperti:
- ukuran media;
- posisi desain;
- jumlah copy;
- kecepatan;
- tekanan pisau;
- serta orientasi cutting.
Sebelum melakukan pekerjaan dalam jumlah banyak, sangat disarankan melakukan test cut.
Test cut membantu mengetahui apakah tekanan pisau sudah sesuai dengan jenis bahan sticker.
Test cut membantu mengetahui apakah tekanan pisau sudah sesuai dengan jenis bahan sticker. Bagi pemula, memahami karakter bahan cutting sticker jenis vinyl juga penting karena setiap material dapat membutuhkan perlakuan yang berbeda.
Kesalahan Pemula Saat Membuat Desain Cutting Sticker
Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
1. Menggunakan File JPG Langsung
JPG merupakan gambar bitmap sehingga tidak memiliki jalur vector seperti desain CorelDRAW.
Jika customer memberikan JPG, lakukan tracing atau gambar ulang menjadi vector terlebih dahulu.
2. Tidak Convert Font
Jika desain dibuka pada komputer yang tidak memiliki font sama, bentuk tulisan bisa berubah.
Karena itu buat salinan desain kemudian ubah tulisan menjadi curve sebelum file dipindahkan.
3. Terlalu Banyak Detail Kecil
Desain yang terlalu rumit akan membuat proses cutting dan weeding lebih sulit.
Sederhanakan desain terutama untuk ukuran sticker kecil.
4. Tidak Mengecek Ukuran
Kesalahan ukuran merupakan salah satu hal yang paling merugikan karena desain sebenarnya bisa benar tetapi hasil cutting terlalu besar atau terlalu kecil.
Selalu cek ukuran dalam satuan sebenarnya sebelum cutting.
5. Ada Garis Bertumpuk
Dua vector yang menempati posisi sama dapat menyebabkan mesin memotong area yang sama lebih dari sekali.
Periksa desain menggunakan Wireframe atau Shape Tool apabila diperlukan.
6. Langsung Cutting Banyak
Untuk bahan atau desain baru, lakukan test cut terlebih dahulu.
Hal ini dapat mengurangi risiko bahan terbuang akibat pengaturan pisau yang belum tepat.
Tips Membuat Desain Cutting Sticker Lebih Mudah Diproduksi
Desain yang bagus bukan hanya terlihat menarik di monitor. Desain juga harus mudah diproduksi.
Beberapa tips yang bisa diterapkan antara lain:
Gunakan bentuk yang sederhana.
Hindari detail sangat kecil jika tidak diperlukan.
Gunakan font yang mudah dipotong.
Font tipis dan dekoratif memang menarik, tetapi belum tentu cocok untuk ukuran kecil.
Rapikan vector.
Hapus node atau objek yang tidak diperlukan.
Tentukan ukuran sejak awal.
Desain berdasarkan ukuran sticker sebenarnya.
Simpan file editable.
Jangan hanya menyimpan versi yang sudah menjadi curve.
Lakukan test cut.
Terutama ketika menggunakan bahan, pisau atau mesin yang berbeda.
Apakah Harus Jago CorelDRAW untuk Membuat Cutting Sticker?
Tidak.
Untuk mulai membuat desain cutting sticker, Anda tidak harus langsung menguasai seluruh fitur CorelDRAW.
Beberapa tool dasar yang penting dipelajari terlebih dahulu adalah:
- Pick Tool;
- Shape Tool;
- Text Tool;
- Rectangle Tool;
- Ellipse Tool;
- Bezier/Pen Tool;
- Weld;
- Trim;
- Convert to Curves;
- PowerTRACE;
- Align and Distribute.
Setelah memahami tool tersebut, Anda sudah bisa membuat banyak desain cutting sticker sederhana.
Kemampuan akan berkembang seiring semakin sering membuat desain dan menjalankan mesin cutting.
Kesimpulan
Cara membuat desain cutting sticker di CorelDRAW sebenarnya tidak terlalu sulit jika memahami konsep dasarnya.
Hal terpenting adalah membuat desain dalam bentuk vector dengan jalur yang bersih dan ukuran yang tepat.
Secara sederhana, alurnya adalah:
Buat desain → tentukan ukuran → ubah tulisan menjadi curve → rapikan vector → pisahkan warna → cek jalur potong → simpan file → kirim ke software cutting → test cut → cutting.
Untuk pemula, mulailah dari desain sederhana seperti tulisan nama, nomor, logo satu warna atau sticker kaca.
Setelah terbiasa memahami vector, node dan jalur potong, Anda dapat mulai membuat desain yang lebih kompleks seperti decal motor, branding kendaraan, sticker toko dan berbagai kebutuhan cutting sticker lainnya.
Setelah sticker berhasil dipotong dan dilakukan weeding, tahap berikutnya adalah pemasangan. Anda bisa melanjutkan ke panduan cara memasang cutting sticker dengan benar pada mobil, motor, kaca maupun media lainnya.
FAQ Cara Membuat Desain Cutting Sticker di CorelDRAW
Apakah file JPG bisa langsung digunakan untuk mesin cutting sticker?
Umumnya desain JPG perlu diubah menjadi vector terlebih dahulu karena mesin cutting membutuhkan jalur yang dapat digunakan sebagai garis pemotongan.
Apa format terbaik untuk cutting sticker?
Format yang digunakan tergantung software mesin cutting. File master sebaiknya tetap disimpan dalam format CDR, kemudian diekspor ke SVG, EPS, AI, PDF atau format lain yang didukung software cutting.
Kenapa tulisan harus di-Convert to Curves?
Convert to Curves menjaga bentuk tulisan agar tidak berubah ketika file dibuka pada komputer yang tidak memiliki font yang sama.
Apakah desain warna-warni bisa dibuat dengan cutting sticker?
Bisa. Setiap warna biasanya dipotong menggunakan bahan berbeda kemudian disusun kembali ketika pemasangan.
Apakah CorelDRAW cocok untuk pemula?
Ya. Untuk membuat desain cutting sticker sederhana, pemula cukup menguasai beberapa tool dasar seperti Text Tool, Shape Tool, Weld, Convert to Curves dan pengaturan ukuran objek.
Apa perbedaan desain sticker printing dan cutting sticker?
Sticker printing dibuat dengan mencetak gambar atau warna menggunakan printer, sedangkan cutting sticker dibuat dengan memotong bahan mengikuti bentuk atau jalur vector desain. (***)

0 Response to "Cara Membuat Desain Cutting Sticker di CorelDRAW untuk Pemula"
Post a Comment