Cara Sablon Plastisol, Do It Yourself (DIY)

Cara sablon plastisol itu bagaimana sih? Mengapa sekarang banyak konsumen yang menanyakan sablon plastisol di toko saya? Ada nggak sih yang mau bantu?

Hadeuh... galau sekali kedengarannya sobat hehe. Tetapi bagaimana kalau sebelum masuk ke inti bahasan kita memahami apa itu yang disebut sablon plastisol.

Secara sederhana, sablon plastisol merupakan jenis sablon yang banyak direkomendasikan. Bahkan bisa dikatakan sablon terbaik untuk kaos. 

Sablon jenis ini dibuat dengan menggunakan tinta berbasis minyak. Berbeda dengan sablon yang menggunakan bahan rubber atau karet. Tinta ruber adalah tinta sablon berbasis air (water based), sedangkan tinta plastisol adalah tinta sablon berbasis minyak (oil based).

Dua teknik sablon ini memang banyak dilakukan tukang sablon di Indonesia.

Cara Sablon Plastisol

cara-sablon-plastisol

Kalian sudah tahu apa pengertiannya, sekarang kita masuk ke step by step atau langkah demi langkah. Saran saya baca dengan teliti per item karena semuanya berkaitan.

Pada dasarnya proses sablon plastisol sama dengan teknik lain, bedanya hanya pada jenis tinta yang digunakan serta finishingnya. Yk langsung saja kita ikuti langkah-langkah sablon kaos manual menggunakan tinta plastisol.

Pada artikel ini kalian tidak akan menemukan cara sablon plastisol glossy atau cara sablon plastisol timbul. Itu nanti saya bahan di artikel tersendiri.

1. Oleskam Emulsi Film

Langkah pertama ialah dengan cara mengoleskan emulsi film pada permukaan screen. Untuk meratakannya, gunakan spatula atau sendok plastik yang tipis ke seluruh permukaan screen. 

Penting, pastikan terdapat bagian screen yang tidak terlapisi emulsi film. Kira-kira saja selebar 1 – 2 inch dari frame. Dan harus diingat, saat mengoleskan emulsi film ini kalian harus melakukannya di ruang gelap.

2. Gunakan Squeeze

Squeeze adalah istilah lain untuk rakel atau kape. Mengapa benda ini dibutuhkan? Untuk membuat lapisan emulsi film merata atau ketebalannya sama di atas permukaan kaos.

Ketebalan yang sama dan seragam akan berpengaruh kepada hasilnya. Selanjutnya biarkan beberapa menit lalu pasyikan bahwa emulsi filmnya sudah kering.

3. Cetak Desain

Berikutnya print atau cetaklah gambar desain yang akan disablon plastisol. Desain yang diprint harus hitam putih, dengan pengaturan resolusi sesempurna mungkin.

4. Letakkan pada Screen

Desain sablon yang sudah diprint lalu diletakkan pada screen. Jangan lupa, screennya sudah harus diolesi emulsi film dan sudah benar-benar kering.

Yang harus kalian perhatikan ialah posisikan kertas desain rata, maksudnya tidak menggelembung. Juga usahakan tidak berkerut apalagi terlipat.

Kesalahan-kesalahan seperti itu akan mempengaruhi hasil desain yang dibuat filmnya pada screen.

5. Timpa dengan Busa

Jika langkah nomor 4 sudah dilakukan, timpalah kertas desain yang menempel pada screen dengan busa dan pemberat yang rata.

6. Gunakan Kresek Hitam

Tutup screen, busa dan pemberat dengan kresek warna hitam. Mau menggunakan kresek bekas juga silakan, karena emulsi film kemungkinan berceceran. 

Kalau kreseknya bekas kan gampang, kalian tinggal membuangnya saja ke tempat sampah. Dengan demikian tidak mengotori ruangan kerja kalian.

7. Nyalakan Lampu UV

Nyalakan lampu UV atau lampu neon dan biarkan menyala sekitar 10 menit. Jangan terlalu singkat menyalanya.

8. Cuci Screen

Langkah yang harus kalian lakukan berikutnya ialah cuci screen yang telah dipanasi dengan hati-hati. 

Ketika membersihkan bagian yang bukan gambar desain emulsi filmnya tetap melekat, sedangkan bagian gambar desain emulsi filmnya akan rontok. Nah di bagian inilah nanti tinta plastisol akan masuk ke kaos.

9. Biarkan Screen Kering

Setelah dicuci langkah selanjutnya yang dilakukan ialah membiarkan screen itu kering.

10. Tutup Pakai Tape

Nah ini yang penting, tutup bagian-bagian berlubang di mana tinta tidak diperbolehkan keluar ke kaos. Terutama bagian yang dekat dengan frame yang memang tidak dilapisi emulsi film. 

Untuk menutup screen ini gunakan tape yang biasanya banyak digunakan untuk mengecat.

11. Kunci Screen

Letakkan kaos pada meja sablon. Sekali lagi pastikan kaos posisinya rata dan aturlah kekencangannya. Jangan biarkan kaos terlipat, atau ada tonjolan apalagi bergelombang. Jika kalian cuek dengan hal itu, kualitas sablonnya pasti kurang bagus.

13. Turunkan Screen

Turunkan screen dengan hati-hati. Sablon adalah sebuah pekerjaan yang sebenarnya membutuhkan kehati-hatian.

14. Siapkan Tinta Plastiaol

Intinya di bagian ini, yakni keluarkan tinta plastisol ke screen sepanjang desain yang akan dicetak. Aduk dan padatkan tinta plastisol di atas screen tadi.

15. Gunakan Squeeze Lagi

Squueze memang penting peranannya di prose menyablon. Tarik tinta plastisol sepanjang screen menggunakan squeeze. Tekan secukupnya agar tinta yang keluar dan menempel pada kaos benar-benar menyatu dan hasilnya tidak mengecewakan.

16. Panasi dengan Hotgun

Cara sablon plastisol sudah kalian kuasai tekniknya. Namun ada satu langkah lagi, yaitu tinta plastisol masih harus dipanaskan agar benar-benar kering.

Panas yang diperlukan sekitar 170 derajat celcius, panasi saja menggunakan hotgun. Harga hotgun yang lumayan bagus bisa menggunakan merek Selery, harganya kurang dari Rp200 ribu, bisa kalian beli di toko online.

Cara Mengeringkan Tinta Plastisol

Sebenarnya jika kalian membuka sablon dengan skala besar, harus melengkapi dengan mesin curing. Namun banyak yang tidak menyediakannya karena berbagai alasan.

Diantaranya daya listrik rumah kita tidak memadai. Juga karena harga mesin curing masih lumayan mahal. Sebenarnya ada cara membuat mesin curing plastisol, namun harus tahu ilmunya. Untuk mengakalinya kalian bisa menggunakan hotgun.

Setelah kalian memanasinya dengan hotgun, selanjutnya dilakan dipress menggunakan mesin press kaos. Mengapa saya sebutkan langkah cara sablon plastisol di atas berakhir dengan dipanasi pakai hotgun?

Itu sebenarnya untuk kalian yang tidak memiliki mesin heatpress kaos. Sementara yang punya, bagian ini untuk kalian baca. Cara press sablon plastisol di heatpress, jangan lupa lapisi dengan kain teflon atau plastik astralon untuk menutupi hasil sablonan.

Baca Juga:

Transfer Paper, Solusi Sablon Satuan

15 Langkah Cara Sablon Kaos Putih dengan JPSS

Sablon Kaos Hitam? Ikuti 10 Langkah Berikut

Cara mengeringkan tinta plastisol dengan setrika bukan langkah yang disarankan.

Langkah terakhir untuk memastikan apakah cara membuat sablon plastisol yang kalian lakukan hasilnya maksimal atau belum, tarik saja. Apakah sablonnya menyatu dengan kaos, elastis atau malah retak dan pecah? 

Semoga bermanfaat. ***

0 Response to "Cara Sablon Plastisol, Do It Yourself (DIY)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel