Transfer Paper, Solusi Sablon Satuan

transfer paper
Transfer paper menjadi sebuah solusi di dunia sablon digital. Dengan sablon manual, tidak semua orang mau menerima sablon satuan. Setidaknya setengah lusin alias 6 potong baru bisa disablon manual. Tentu beralasan jika tukang sablon manual hanya mau menerima dengan batas minimal.

Sebelum adanya transfer paper, untuk membuat sablon memerlukan proses yang lumayan rumit. Harus bikin film negatifnya dan proses lain. Namun semuanya itu bisa dengan mudah diatasi jika menggunakan teknologi baru. Sebenarhya tidak baru-baru amat, karena saya sendiri sudah menerima sablon digital lima tahun lalu.

Jika kebetulan sobat adalah pebisnis sticker cutting, menambahkan menu layanan di toko dengan menerima pesanan sablon adalah langkah yang tepat. Kalau dibilang harus menambah modal ya saya rasa semua usaha juga memerlukan modal.

Setidaknya sobat sudah memiliki sebuah mesin cutting. Harga mesin cutting ukuran 60-0an centimeter sudah belasan juta jikamereknya Eropa atau Jepang. Kalau merek China tetap di atas Rp5 juta, bahkan ada yang di kisaran Rp10 juta dengan fitur yang lebih komplit dan memudahkan kerja.

Kertas Transfer Paper

3g opaque
Transfer paper adalah kertas yang dilapisi zat tertentu yang bisa menerima semprotan tinta printer. Lapisan khusus inilah yang kemudian ditempelkan di kaos atau baju dan akhirnya menjadi sablon. Ada dua ukuran kertas di pasaran yakni A4 dan A3.

Karena jenisnya kertas dengan lapisan tertentu, sobat juga harus menyimpannya di tempat yang aman. Paling tidak jauhkan dari kena panas matahari langsung. Meski sudah ditaruh di dalam etalase kaca, lebih baik dipindahkan ke tempat yang lebih sejuk.

Mengapa? Karena berdasarkan pengalaman, penyimpanan transfer paper yang terlalu lama dan setiap hari kena panas akan mempengaruhi kekuatan perekat lapisan sablonnya. Memang masih bisa tetap dipakai, namun membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mengelupas lapisan tadi.

Sekarang ini banyak merek kertas transfer paper dijual di pasaran. Tentu saja harga menentukan kualitas. Semakin mahal harga kertasnya hasilnya juga akan semakin bagus. Kalau kertasnya mahal namun hasil sablonnya kurang memuaskan biasanya ada proses yang salah atau kurang tepat.

Bahan untuk BW atau Warna

jpss
Dari kegunaannya, transfer paper dibuat untuk menyablon kaos warna putih dan warna hitam. Keduanya tak bisa saling ditukarkan. Pengalaman menggunakan merek Neenah Amerika, keduanya dibuat memang untuk perbedaan bahan sablon tadi.

Untuk kaos warna putih, kertas transfer paper langsung diprint dengan printer rumahan. Merek printernya boleh apa saja, yang penting tintanya harus tinta sablon. Pilihannya bisa tinta pigment atau art paper. Silakan dicoba kira-kira mana yang cocok dengan keinginan sobat.

Referensi dari sejumlah pengusaha sablon digital rumahan, disarankan menggunakan printer merek Epson. Apalagi kalau membeli Epson L1800 (A3) atau L800 (A4) yang sudah memiliki tinta tabung samping buatan pabrik. Printer ini memiliki 6 warna tinta sehingga lebih bagus hasilnya.

Head printer Epson juga dikenal sangat bandel. Bahkan ada yang menjual tinta eco solvent khusus untuk printer Epson. Tetapi saya belum pernah mencobanya jadi saya tidak bisa menuliskannya di artikel ini.

Semudah Ngeprint Dokumen

Khusus untuk kaos warna putih, Neenah mengeluarkan JET PRO Soft Stretch / JPPS. Cukup masukkan printer, cetak gambar sesuai selera. Atau tulisan sesuai pesanan. Potong tepi desain menggunakan teknik contour cut di mesin cutting sticker. Nah akhirnya paham kan sobat kegunaan mesin cutting pada sablon digital.

Cara mencetaknya harus diingat, mirror atau terbalik. Jujur saja, teknik mirror ini yang dulu sering saya lupakan sehingga baru sadar ketika mau disablon ke kaos.

Sementara untuk bahan kaos warna hitam dan warna lain (ingat, selain warna bahan kaos putih ya) cara mencetaknya biasa, tidak perlu dimirror. Kertas transfer paper yang dipakai ialah 3g Jet Opaque.

Karena akan digunakan sebagai gambar di kaos, hendaknya aturlah printer dengan warna terbaik. Kemudian jangan dicentang pengaturan high speed. Biarkan saja mencetaknya pelan-pelan, seperti suput, karena di sinilah tinta akan ditanamkan dalam lapisan sablon pada transfer paper.

Proses sablon akan lebih singkat jika desain yang dicetak berupa bidang utuh. Misalnya lingkaran, kotak atau bentuk lain yang tidak terpisah. Karena mesin cutting akan bekerja mengikuti outlinenya, kalau lingkaran ya lingkaran dan sebagainya.

Berbeda kalau yang dicetak itu huruf yang tidak saling bersentuhan, jarum mesin cutting harus melakukan tugas contournya. Langkah terakhir sebelum disablon ialah mengelupasi bagian yang tidak terpakai.

Press dengan Seterika atau Heatpress

mesin heatpress
Kini sobat sudah memiliki desain sablon kaos digital. Selanjutnya siapkan seterika atau kalau ada dananya silakan beli saja heatpress untuk mendapatkan hasil yang lebih maksimal.

Untuk bahan kaos warna putih, tinggal balik kertas yang sudah dicetak. Mengapa dibalik? Karena untuk kaos warna putih dicetaknya juga mirror. Dengan begitu saat disablon harus diposisikan mirror juga agar hasilnya normal dan bisa kebaca dengan semestinya.

Gosok-gosok seterika yang sudah dalam posisi panas ke bagian atas transfer paper. Pelan-pelan saja agar panasnya merata. Kira-kira 3 menit silakan angkat seterika. Kalau menggunakan mesin heatpress ada aturannya di pedoman manual penggunaan mesin. 

Ikuti saja sehingga tidak terlalu panas atau kurang panas. Kalau terlalu panas tepian transfer paper akan tampak meleleh. Sementara kalau kurang panas maka jualitas rekat sablon tidak maksimal. Dicuci beberapa kali sudah lepas.

Sementara untuk bahan kaos warna hitam dan berwarna, lepaskan lapisan sablon pada trenafer paper. Backing papernya buang. Selanjutnya tempatkan di atas kaos. Tidak usah dimirror karena cetaknya juga tidak di mirror. Sekarang sobat berhadapan langsung dengan lapisan yang baru dicetak.

Kalau JPPS kan yang diseterika lapisan baliknya. Begitu selesai diheatpress lapisan putihnya dilepas dan tinggallah sablon yang menempel kuat. Kalau 3g Opaque harus dilapisi dengan kertas silikon yang tahan panas. Kalau tak dilapisi ya seterika sobat akan nempel di bahan. Jadinya bukan kaos yang disablon tetapi alas seterika hehe.

Setelah dirasa cukup, angkat seterika atau heatpress. Tunggu sekian detik lalu lepaskan kertas silikonnya.

Hal-hal Penting Lain

Ada bebarap hal terkait sablon transfer paper yang harus sobat perhatikan. Diantaranya pengaturan heatpress agar kaos dan transfer paper mendapatkan tekanan yang maksimal. Jangan remehkan tinta printernya. Sobat pasti tak ingin dikomplain konsumen karena tinta sablon di kaosnya luntur.

Ingatkan juga kepada konsumen, memperlakukan sablon harus hati-hati. Lebih baik saat mencuci tidak terlalu dikucek terlalu kuat. Demikian juga saat menjemur, tidak usah diperas. Pun saat menyeterika, dibalik saja atau diberi lapisan kertas untuk menjaga kualitas hasil sablon.

Demikianlah artikel mengenai dunia sablon menggunakan kertas transfer paper. ***

0 Response to "Transfer Paper, Solusi Sablon Satuan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel