Antisipasi Sepinya Usaha Cutting Sticker (1)

usaha-cutting-sticker-155
Biar usaha cutting sticker seperti ini, dibutuhkan tips khusus. Foto - metrosticker

Usaha cutting sticker tahun-tahun belekangan ini muncul begitu subur di Indonesia. Konsumen pun dibuat enak, karena untuk membuat stiker nggak harus pergi jauh.

Mengikuti perkembangan zaman, usaha cutting sticker juga merambah dunia digital. Maksudnya untuk memesan stiker cukup membuka ponsel lalu mencarinya di internet.

Namun siapa sangka kemudian datang pandemi Covid-19. Pandemi ini bahkan setahun lebih sudah "menemani" kehidupan kita sehari-hari.

Akibatnya banyak usaha yang terkena imbasnya. Berbagai sektor pun tak mampu mengelak kehadiran corona yang tiba-tiba.

Demikian juga dengan usaha cutting sticker, pasti kalian mengakui adanya penurunan omzet. Kali ini kita akan mencari cara bagaimana agar usaha kita tidak terus-terusan sepi.

Dilansir dari bengkelprint, berikut ini adalah beberapa hal yang bisa kalian lakukan. Yuk baca secara teliti agar kalian nggak selalu termenung dan merenung karena sepinya usaha cutting sticker.

Saat sebuah usaha menjadi satu-satunya penopang perekonomian sebuah keluarga, mau nggak mau harus tetap survive.

Pebisnis yang tangguh nggak akan cepat menyerah. Coba deh kalian baca para pengusaha tajir melintir yang sekarang menduduki posisi orang terkaya di dunia.

Atau kalau skala dunia terlalu lebar bagi kalian, boleh membaca cerita sukses dari orang-orang kaya di Indonesia.

Berbagai persoalan sejatinya akan membuat seseorang yang menekuni usaha cutting sticker menjadi seorang entrepreneur sejati.

Yuk langsung saja kita masuk ke topik utama kita.

Selalu Rajin Berinovasi

Produk adalah hal utama yang dijual pada sebuah usaha. Begitu pun dengan usaha cutting sticker. 

Sebernarnya bisnis ini sangat menjanjikan, karena memiliki market penjualan yang sangat luas. Lantas kenapa kok masih sepi ya?

Coba kalian renungkan secara serius. Pernahkah nggak mereview hasil karya kalian dari pertama membuka usaha ini sampai detik ini.

Jangan-jangan konsumen bosan dengan kreasimu yang begitu-begitu saja. Sementara yang lain sudah memikirkan inovasi setiap saat.

Cobalah berinovasi untuk menahan para pelanggan tetap dekat dengan karya kalian. Kalau lagi mumet, nggak ada salahnya mencari ide di internet.

Buanyak buanget yang bisa kita jadikan referensi. Misalnya yang selama ini cuma rajin memproduksi cutting sticker merek-merek sponsor balap, nggak ada salahnya membuat sticker kekinian.

Bisa kata-kata lucu yang disesuaikan dengan kondisi yang sedang terjadi atau yang lain.

Selalu Rajin Promosi

Salah satu kunci sukses dalam bisnis adalah memiliki manajemen marketing yang bagus. Salah satu tugas pokok marketing adalah melakukan promosi. 

Selain itu juga yang tidak kalah penting adalah membuat penawaran yang semenarik mungkin. Misal dengan membuat diskon atau memberikan hadiah menarik kepada konsumen yang beruntung.

Diskon juga jangan terlalu sering dilakukan. Usahakan di saat-saat tertentu saja, misalnya pas bulan Agustus. Di Indonesia biasanya selalu diperingati Hari Kemerdekaan setiap 17 Agustus.

Jika kalian sebagai pemilik usaha cutting sticker, cobalah buat diskon khusus sticker nesionalisme. Jenis sticker seperti ini banyak, contohnya bendera merah putih, NKRI, Indonesia Sampek Matek, RI dan sebagainya.

Kemudian jangan lupa memanfaatkan media sosial yang kalian miliki. Atau kalau mau promosi gratis, klik saja link ini.

Promosi fisiknya bisa kalian tunjukkan dengan memasang spanduk di depan toko. Sementara yang digital ya lewat media sosial.

Oke sahabat semua, cukup dua dahulu ya yang kita bahas pasa tulisan pertama ini. Untuk tulisan berikutnya saya akan paparkan hal lain yang masih terkait usaha cutting sticker agar tidak sepi. ***

0 Response to "Antisipasi Sepinya Usaha Cutting Sticker (1)"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel