Antisipasi Sepinya Usaha Cutting Sticker (2)

usaha-cutting-sticker-23214
Meski hanya membuat sticker seperti ini, apakah kalian mendoakan pemesannya agar gorengannya laris manis? Ternyata bagus untuk nama baik usaha cutting sticker kalian. Foto - bintan wrapping

Usaha Cutting Sticker tidak beda dengan usaha lainnya yang dijalankan manusia di atas bumi ini. Kadang ramai kadang sedang, sesekali sepi.

Juga bisa saja mengibaratkan usaha cutting sticker sebagai roda. Baik roda mobil, kereta, pesawat, sepeda bahkan roda becak. Maksud saya sesekali ada bagiannya yang di atas, dan harus mau kalau suatu ketika harus melindas sesuatu yang baunya wadeuuuh...

Hehehe jadi teringat penggalan lagu legendaris yang dipopulerkan Benyamin tentang nonton bioskop...

.... tau tau nginjek gituan....

Teman-teman di seluruh dunia (karena pembaca blog ini juga banyak orang luar negeri), saya barusan mengedit berita untuk portal berita yang saya kelola, suarasiberdotcom, tentang pernyataan Gubernur Kepri H Ansar Ahmad yang meminta Bupati/Wali Kota harus membuat terobosan.

Usaha yang extraordinary atau tidak biasa. Saya rasa hal ini juga bisa diterapkan di usaha cutting sticker. Corona memang harus membuat para pengusaha stiker bermain pintar.

Kerja keras saja tidak cukup, harus kerja cerdas. Ups malah lupa topik yang akan kita bahas kali ini. Yuk langsung saja ke baris di bawah ini.

Pasang Sticker Dapat Lebih

Maksudnya, bila kalian sebagai pemilik usaha cutting sticker bisa meniru apa yang dilakukan oleh Nusakambangan Sticker.

Iseng - iseng saya yang hobi browsing menemukan cara cerdas mereka saat menjual stickernya. Usaha ini memberikan satu t-shirt cuma-cuma untuk setiap pembelian satu set dacel sticker CBR 150 R All New Kanji.

Memang di sini yang dijual decal, tetapi bisa kalian ATM-kan. Lah, urusan stikcker kok sampai ATM sih Mas Noeng?

ATM di sini maksudanya Amati, Tiru, Modifikasi. Kalau Nusakambangan memberikan gift satu t-shirt, kalian bisa memberikan benda yang lain.

Misalnya setiap pemasangan sticker dengan nilai minimal Rp500 ribu mendapatkan sticker cutting yang sesuai. Kasihlah sticker premium tumpuk dua atau tiga warna.

Doakan Setiap Pelanggan

Boleh percaya boleh nggak, terserah. Terserah kalian mau pergi ke kanan atau ke kiri itu urusan kalian. Hm..... belum minum obat kayake qiqiqi.

Saya mendapatkan informasi dari seorang pembaca blog ini jika di Tanjungpinang ada usaha cutting sticker yang selalu mendoakan setiap pelanggan yang masuk.

Saya lalu mencoba menghubunginya dan ada namanya Machfut yang mengelola tempat sticker cutting di samping Cafe Ala Bunda, deretan Cafe Bola, Ruko Bintan Center.

Menurut lelaki kelahiran Malang ini, ia memang sudah terbiasa mengucapkan kata-kata baik kepada setiap orang yang datang memesan sticker cutting.

"Kalau yang pesan stiker tukang bakso, saya sampaikan semoga baksonya tetap ramai dan dimudahkan rezekinya. Dan sebagainya," ungkap Machfut.

Saya justru mendapatkan pemahaman dari lelaki ini. Ia sampaikan jika mendoakan orang lain membuat hidup jauh lebih bermanfaat ketimbang sibuk menyerapahi atau membuka aib buruk orang lain. 

Dengan mendoakan orang lain, hati pun menjadi sejuk dan tenang karena kamu berupaya untuk menjadi pribadi yang positif.

Eh kiat yang lain kalian bisa baca di sini ya teman-teman.

Ternyata masih banyak ya yang bisa dilakukan untuk menyiasati sepinya usaha cutting sticker. ***

0 Response to "Antisipasi Sepinya Usaha Cutting Sticker (2)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel