Printer untuk Usaha Sticker, Eco Solvent atau Printer Inkjet?

printer-solvent-atau-ink-jet

Memulai usaha sticker sering kali membuat calon pelaku usaha bingung ketika harus memilih printer.

Apakah cukup membeli printer inkjet biasa? Atau sebaiknya langsung menggunakan printer eco solvent?

Pertanyaan tersebut cukup wajar. Apalagi selisih modal untuk kedua jenis printer bisa sangat jauh. Printer inkjet ukuran A4 atau A3 relatif lebih mudah dijangkau pemula, sedangkan printer eco solvent umumnya masuk ke kelas mesin produksi dengan ukuran cetak lebih lebar, sistem tinta, software dan kebutuhan perawatan yang berbeda.

Namun jangan memilih printer hanya berdasarkan harga mesinnya.

Printer yang murah belum tentu paling menguntungkan. Sebaliknya, membeli mesin eco solvent dengan harga jauh lebih mahal juga belum tentu menjadi keputusan tepat apabila order yang masuk hanya beberapa lembar sticker setiap hari.

Yang harus ditentukan terlebih dahulu adalah jenis sticker apa yang ingin dijual, siapa konsumennya, berapa volume produksinya, dan apakah hasil cetak akan digunakan di dalam atau luar ruangan.

Mari kita bahas satu per satu.

Printer Inkjet dan Eco Solvent Sebenarnya Berbeda di Mana?

Ada sedikit hal yang perlu diluruskan.

Eco solvent pada dasarnya juga merupakan teknologi printing inkjet. Perbedaannya terletak antara lain pada formulasi tinta, sistem mesin, media yang digunakan serta segmen pekerjaan yang dituju.

Dalam praktik usaha sticker di Indonesia, istilah printer inkjet biasanya merujuk pada printer desktop seperti printer A4 atau A3 yang menggunakan tinta dye, pigment, art paper atau jenis tinta lain yang sesuai dengan kebutuhan.

Sedangkan printer eco solvent biasanya merujuk pada mesin printing roll-to-roll yang digunakan untuk mencetak vinyl, sticker outdoor, banner dan berbagai kebutuhan digital printing berukuran lebih besar.

Kalau masih bingung mengenai teknik produksi sticker, baca juga pembahasan perbedaan cutting sticker dan printing sticker yang sudah saya tulis sebelumnya.

Printer Inkjet untuk Usaha Sticker

Printer inkjet desktop menjadi salah satu jalan paling mudah bagi pemula untuk masuk ke usaha printing sticker.

Modal awalnya relatif lebih ringan dan mesinnya tidak membutuhkan ruangan sebesar printer roll-to-roll.

Dengan kombinasi printer, tinta dan media yang tepat, pelaku usaha dapat menghasilkan berbagai produk seperti:

  • sticker label produk;

  • sticker kemasan;

  • sticker nama;

  • label makanan;

  • sticker ulang tahun;

  • sticker komunitas;

  • sticker merchandise;

  • sticker laptop;

  • sticker custom satuan;

  • hingga beberapa jenis sticker tahan air dengan perlakuan yang sesuai.

Ukuran printer juga beragam.

Printer A4 cukup untuk pekerjaan kecil. Namun jika ingin mendapatkan ruang produksi lebih besar, printer A3 atau A3+ biasanya jauh lebih fleksibel.

Salah satu printer yang cukup dikenal di kalangan usaha printing rumahan adalah Epson L1800 A3+. Di CuttingStickerUpdate saya pernah membahas printer tersebut secara khusus. (CuttingStickerUpdate)

Kelebihan Printer Inkjet untuk Pemula

Keuntungan terbesar printer inkjet adalah hambatan masuknya relatif rendah.

Sobat tidak harus langsung menyediakan ruang produksi besar hanya untuk mulai menerima order.

Printer jenis ini juga cocok apabila pasar utama berupa sticker dalam ukuran kecil dan jumlah yang tidak terlalu banyak.

Misalnya ada pelanggan memesan 50 label makanan, 20 sticker nama atau satu lembar sticker custom. Pekerjaan seperti ini masih cukup masuk akal dikerjakan menggunakan printer desktop.

Kelebihan lainnya ialah penggunaan printer tidak terbatas pada sticker.

Mesin masih bisa digunakan untuk pekerjaan lain tergantung tinta dan media yang digunakan, misalnya mencetak foto, kartu, beberapa jenis kertas premium hingga kebutuhan percetakan sederhana.

Artinya satu mesin bisa membuka beberapa sumber pendapatan.

Kekurangan Printer Inkjet

Keterbatasan paling jelas adalah ukuran media.

Printer desktop umumnya menggunakan lembaran, sedangkan pekerjaan signage atau sticker kendaraan sering membutuhkan bahan berbentuk roll dengan panjang beberapa meter.

Masalah berikutnya adalah ketahanan hasil cetak.

Jangan beranggapan bahwa sticker yang dicetak menggunakan printer rumahan otomatis tahan air dan tahan cuaca.

Ketahanan sangat dipengaruhi oleh jenis tinta, bahan sticker, coating, laminasi serta tempat sticker digunakan.

Untuk pekerjaan yang terkena air atau digunakan di luar ruangan, kombinasi bahan dan tinta harus diperhatikan dengan serius.

Saya sudah membuat pembahasan khusus mengenai hal tersebut.

Bagaimana dengan Printer Eco Solvent?

Kalau printer inkjet desktop cocok untuk produksi skala kecil, eco solvent mulai menarik ketika usaha masuk ke pekerjaan printing vinyl, signage dan ukuran yang lebih besar.

Printer eco solvent biasanya menggunakan sistem roll-to-roll.

Bahan dimasukkan dalam bentuk gulungan kemudian printer mencetak desain sesuai ukuran yang sudah ditentukan menggunakan software RIP.

Mesin solvent profesional saat ini memang dirancang untuk menangani media seperti adhesive vinyl, banner dan film serta aplikasi mulai dari sticker dan signage sampai vehicle graphics. (Epson Support)

Inilah alasan printer eco solvent banyak ditemukan di tempat digital printing dan workshop sticker kendaraan.

Produk yang Bisa Dikerjakan dengan Eco Solvent

Ketika pasarnya sudah terbentuk, printer eco solvent dapat membuka pilihan pekerjaan yang lebih luas.

Contohnya:

Sticker printing kendaraan.
Desain full color untuk motor atau mobil akan lebih masuk akal diproduksi menggunakan sistem printing yang mampu menangani bahan vinyl roll.

Sticker kaca toko.
Nama usaha, promosi, gambar produk dan berbagai kebutuhan branding kaca dapat dicetak dalam ukuran besar.

Banner dan signage.
Mesin tertentu mampu mencetak bukan hanya adhesive vinyl tetapi juga material banner dan media signage lainnya. (Epson Support)

Branding kendaraan.
Mobil operasional perusahaan, kendaraan promosi hingga desain commercial vehicle dapat menggunakan grafis printing.

Sticker outdoor.
Untuk pekerjaan luar ruangan, eco solvent memang lebih dekat dengan kebutuhan bisnis signage dibandingkan printer desktop biasa.

Kelebihan Eco Solvent untuk Usaha Sticker

Keunggulan pertama adalah ukuran produksi.

Sobat tidak lagi terikat pada lembar A4 atau A3.

Pada mesin wide format, bahan dapat dicetak dari roll sehingga pekerjaan dengan panjang beberapa meter menjadi memungkinkan.

Keunggulan kedua adalah jenis media yang lebih luas untuk kebutuhan signage.

Contohnya adhesive vinyl, banner dan film tertentu.

Keunggulan ketiga ialah kapasitas produksi.

Untuk usaha yang setiap hari menerima banyak pesanan, kemampuan mencetak bahan dalam roll dapat meningkatkan produktivitas secara signifikan.

Keunggulan berikutnya adalah peluang pasarnya.

Jika sebelumnya hanya menjual sticker kecil, keberadaan printer eco solvent dapat memperluas layanan ke:

branding toko → sticker kendaraan → banner → decal → sticker promosi → signage → berbagai proyek printing lainnya.

Namun ada konsekuensinya.

Eco Solvent Membutuhkan Modal Lebih dari Sekadar Harga Printer

Ini bagian yang sering dilewatkan calon pelaku usaha.

Jangan menghitung modal berdasarkan harga printer saja.

Ada beberapa komponen lain yang ikut menentukan biaya sebenarnya.

Printer membutuhkan tinta.

Printhead memiliki usia pakai.

Ada cleaning dan maintenance.

Ada bahan yang gagal cetak.

Ada listrik.

Ada komputer produksi.

Ada software RIP.

Untuk beberapa pekerjaan mungkin dibutuhkan laminator.

Jika hasil printing akan dipotong mengikuti bentuk gambar, sobat juga membutuhkan mesin cutting atau sistem print-and-cut.

Belum lagi stok vinyl, laminasi, rak bahan serta tempat produksi.

Dengan demikian rumus modal seharusnya bukan:

Harga Printer = Modal Usaha

Tetapi lebih mendekati:

Printer + tinta + media + maintenance + finishing + perangkat produksi + bahan gagal + biaya operasional = modal produksi sebenarnya.

Nah, perhitungan seperti inilah yang harus dibuat sebelum membeli mesin.

Jangan Lupakan Harga Printhead

Printhead adalah salah satu komponen yang sangat penting pada printer.

Ketika head bermasalah, kualitas hasil cetak bisa langsung terganggu.

Gejalanya dapat berupa nozzle hilang, warna tidak keluar sempurna, garis pada hasil printing hingga kondisi printer tidak bisa digunakan secara maksimal.

Karena itu biaya printhead perlu dimasukkan dalam perhitungan penyusutan dan maintenance usaha.

Sebagai gambaran, saya pernah membahas biaya head Epson L1800 secara terpisah.

Perbandingan Printer Inkjet dan Eco Solvent

Agar lebih mudah menentukan pilihan, berikut gambaran sederhananya.

PertimbanganPrinter Inkjet DesktopPrinter Eco Solvent
Modal awalRelatif lebih rendahLebih tinggi
UkuranUmumnya A4–A3/A3+Umumnya roll/wide format
MediaLembaranBanyak menggunakan media roll
Target usahaSticker kecil & customPrinting sticker dan signage
Sticker outdoorBergantung tinta, media dan finishingLebih cocok untuk segmen signage/outdoor
Volume produksiKecil–menengahMenengah–besar
Ruang usahaRelatif kecilMembutuhkan ruang lebih besar
SoftwareRelatif sederhanaUmumnya menggunakan RIP
MaintenanceAdaLebih menuntut disiplin
Branding kendaraanTerbatasLebih sesuai
Modal tambahanCutter/laminator opsionalCutter, laminator dan perangkat pendukung sering dibutuhkan

Catatan

Tabel tersebut bukan berarti semua printer memiliki kemampuan yang sama. Spesifikasi mesin, tinta dan bahan tetap harus diperiksa satu per satu sebelum membeli.

Mana yang Lebih Cocok untuk Pemula?

Jika baru memulai dan belum memiliki pasar tetap, membeli printer inkjet bisa menjadi langkah yang lebih ringan.

Misalnya targetnya:

label UMKM, sticker nama, sticker makanan, sticker custom, merchandise kecil atau pesanan satuan.

Sobat bisa belajar mengenai:

desain → printing → cutting → laminasi → menentukan harga → melayani konsumen.

Setelah order semakin stabil, barulah kapasitas produksi dapat ditingkatkan.

Ada strategi lain yang menurut saya cukup menarik.

Gunakan printer kecil untuk order yang bisa dikerjakan sendiri, lalu outsource pekerjaan eco solvent terlebih dahulu.

Misalnya konsumen memesan sticker kendaraan ukuran besar.

File dibuat sendiri, kemudian printing dititipkan ke digital printing yang sudah memiliki mesin eco solvent.

Sobat masih mendapatkan margin dari desain, finishing dan pemasangan tanpa harus langsung mengeluarkan modal besar untuk membeli mesin.

Jika volume outsourcing sudah sangat tinggi dan secara hitungan membeli mesin sendiri lebih menguntungkan, barulah investasi eco solvent menjadi lebih masuk akal.

Kapan Sebaiknya Membeli Eco Solvent?

Jangan membeli karena melihat workshop lain memiliki mesin besar.

Pertimbangkan pembelian ketika sudah mulai muncul pola order yang jelas.

Misalnya setiap minggu banyak permintaan:

  • decal motor;

  • sticker mobil;

  • sticker promosi ukuran besar;

  • branding kendaraan;

  • sticker kaca toko;

  • signage;

  • banner;

  • atau printing vinyl dalam jumlah banyak.

Kemudian hitung berapa uang yang selama ini keluar untuk outsourcing.

Kalau ongkos outsourcing sudah cukup besar dan mesin dapat bekerja secara rutin, investasi mulai memiliki dasar bisnis yang lebih kuat.

Sebaliknya, membeli mesin puluhan juta hanya untuk menjalankan satu atau dua pekerjaan seminggu dapat membuat modal terlalu lama mengendap.

Bagaimana dengan UV DTF?

Selain inkjet desktop dan eco solvent, sekarang pelaku usaha juga mulai mengenal UV DTF.

Namun UV DTF bukan pengganti langsung keduanya.

Teknologi ini memiliki pasar berbeda dan menarik terutama untuk produk seperti tumbler, botol, akrilik, kaca serta berbagai benda keras lainnya.

Jadi sebelum membeli mesin, jangan hanya bertanya:

“Printer mana yang paling bagus?”

Pertanyaan yang lebih tepat adalah:

“Produk apa yang akan saya jual dengan printer tersebut?”

Jika tertarik memperluas layanan ke produk custom, saya sudah membahas teknologi ini lebih lengkap.

Baca Apa Itu UV DTF dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Jadi, Eco Solvent atau Printer Inkjet?

Tidak ada satu jawaban yang cocok untuk semua usaha.

Printer inkjet desktop lebih masuk akal jika modal masih terbatas, ruang usaha kecil dan targetnya sticker custom berukuran kecil sampai menengah.

Sementara printer eco solvent lebih relevan apabila usaha sudah mengarah ke printing vinyl, signage, decal, branding kendaraan serta pekerjaan berukuran besar.

Jangan hanya melihat kemampuan mesinnya.

Lihat juga pasarnya.

Mesin Rp100 juta yang hampir tidak pernah mendapatkan pekerjaan bisa menjadi investasi yang buruk. Sebaliknya, printer dengan harga jauh lebih murah yang bekerja setiap hari dan menghasilkan keuntungan dapat menjadi mesin yang sangat produktif.

Jadi urutannya sebaiknya:

tentukan pasar → tentukan produk → hitung volume order → hitung biaya produksi → baru pilih printer.

Bukan sebaliknya. (***)

FAQ Printer untuk Usaha Sticker

Apakah printer biasa bisa digunakan untuk mencetak sticker?

Bisa, selama bahan dan tinta yang digunakan kompatibel dengan printer. Namun ketahanan hasil cetak tergantung jenis tinta, media, coating dan perlindungan tambahan seperti laminasi.

Printer apa yang cocok untuk usaha sticker pemula?

Untuk usaha rumahan dengan produk sticker kecil, printer inkjet A4 atau A3 dapat menjadi titik awal. Pilihan akhir tetap harus disesuaikan dengan ukuran produk dan jenis bahan yang akan dicetak.

Apakah printer inkjet bisa mencetak sticker tahan air?

Bisa pada kombinasi tinta, media dan finishing tertentu, tetapi hasil printing inkjet tidak otomatis menjadi tahan air hanya karena dicetak di bahan sticker.

Apa kelebihan printer eco solvent?

Kelebihan utamanya adalah kemampuan menangani media roll serta aplikasi seperti adhesive vinyl, sticker, signage, banner dan vehicle graphics pada mesin yang memang mendukungnya. (Epson)

Apakah usaha sticker harus memiliki printer eco solvent?

Tidak. Banyak usaha dapat dimulai menggunakan printer desktop atau bahkan fokus pada cutting sticker. Pekerjaan besar juga dapat di-outsource sebelum volume pesanan cukup untuk membenarkan investasi mesin sendiri.

Apakah printer eco solvent membutuhkan mesin cutting?

Tidak untuk setiap produk. Namun jika sticker printing ingin dipotong mengikuti kontur desain, mesin cutting atau sistem print-and-cut akan sangat membantu workflow produksi.

Apa yang harus dihitung sebelum membeli printer sticker?

Hitung harga mesin, tinta, bahan, printhead, maintenance, listrik, finishing, bahan gagal, software, tenaga kerja serta jumlah order yang realistis. (***)

0 Response to "Printer untuk Usaha Sticker, Eco Solvent atau Printer Inkjet?"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel