Yuk Berwisata ke Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang

Kedengarannya kok aneh ya di telinga, berwisata kok ke bandara. Padahal saya nggak salah bikin judul.

Ya, mari berwisata ke Bandara Raja Haji Fisabilillah (RHF) di Ibu Kota Provinsi Kepulauan Riau, Tanjungpinang.

Ajakan ini saya tujukan kepada Anda yang pernah berkunjung ke Tanjungpinang tetapi itu bertahun-tahun lalu. Juga kepada Anda yang sama sekali belum pernah ke sini melalui jalur udara.

median-jalan-bandara-rhf-098hj

Sebenarnya ajakan saya ini pasnya pada akhir 2022. Karena memang lokasi untuk wisata keluarga di Bandara RHF direncanakan selesai pada akhir 2022 ini. Artinya tidak lama lagi.

Kalau nggak ada hambatan tentu saja. Biasalah (padahal seharusnya nggak biasa) proyek pemerintah kadang begitu, molor atau semacamnya. Bisa karena dananya diselewengkan atau faktor alam.

Tetapi saya berdoa pembangunan median jalan Bandara RHF akan berjalan sesuai rencana. Karena saya percaya akan banyak hal bisa saya tulis di sana kelak.

Anggaran dan Pogress Pembangunan

median-jalan-bandara-rhf-hufd80

Pembangunan median jalan Bandara RHF menelan biaya Rp40 miliar. Pengerjaannya bersamaan dengan proyek flyover di depan Ramayana yang menghabiskan duit Rp60 miliar.

Belum lama ini, Gubernur Kepri, Ansar Ahmad mengatakan, untuk wilayah Kota Tanjungpinang akan dilakukan penataan di jalan menuju Bandara RHF Tanjungpinang dan sebagainya. 

Untuk membangun semuanya itu, Pemprov tidak hanya mengandalkan kemampuan anggaran daerah, melainkan juga mengharapkan dukungan dari Pemerintah Pusat.

Saat ini, jika Anda melintasi jalan menuju Bandara RHF yang terlihat ialah pera pekerja menyelesaikan proyek sepanjang hari. 

Baik jalan menuju bandara maupun keluar dari Bandara. Tempat wisata yang kelak bisa dinikmati berada di tengah jalur masuk dan keluar tadi.

median-jalan-bandara-rhf-kjh54sxc

Kemarin, 15 Agustus 2022 saya sengaja menyusurinya dan sadar betapa wajah bandara ini akan berubah total. Selama ini kalau mau ke Bandara RHF hanya disuguhi pepohonan di median serta kanan kiri.

Namun dari jalan raya yang paling terlihat ialah ruko dengan beragam peruntukan. Rumah makan sudah pasti ada, minimarket, cafe dan usaha lainnya.

Kini tempat ini mulai terbayang. Seluruh panjang median digarap total, dari mulai patung pesawat nomad hingga pos parkir elektronik di ujung jalan atau di depan lobi bandara.

Kesannya memang gersang karena di sejumlah titik disiapkan berbagai hal yang akan mempercantik median jalan ini. Lantai-lantai beragam warna mulai disusun.

Kerangka-kerangka besi juga mulai diatur dan dipasang di tempatnya. Manusia dan mesin kerja saling melengkapi, membutu waktu yang sudah ditentukan.

Pesona Median Jalan Bandara RHF

median-jalan-bandara-rhf-234dnc

Apa saja yang akan bisa dinikmati di median jalan Bandara RHF? Mari kita susuri dari arah bandara menuju pintu keluar.

Pepohonan hijau akan menyapa para penumpang yang meninggalkan bandara. Sebuah layat videotron akan menyasikan beragam informasi berguna.

Berikutnya pemberhentian mendekati Gate Main Entrance. Siapkan uang Anda atau tempelken kartu e-money Anda untuk membayar. Bangunan atau pos ini pun dibangun unik, seperti perahu yang layarnya terkembang.

Jalan ke depan, tiang-tiang menyerupai layar kapal berdiri di samping kanan dan kiri median jalan. Tiang-tiang ini melengkapi pepohonan hijau dan lantai pejalan kaki yang dibuat indah.

Di ujung putaran jalan, beberapa air mancur memberikan kesan menyejukkan. Ugh pasti yang barusan bepergian jauh terasa mak nyes begitu menyaksikan air mancur yang jumlahnya ada beberapa.

Lapi gapura berbentuk tiang layar kembali menyapa. Kali ini ada papan nama kota dan kabupaten yang ada di Provinsi Kepri. Ukurannya cukup besar sehingga akan unik untuk swafoto nanti.

Tak lama kemudian Anda akan disapa kehadiran sculpture kapal layar yang berdiri megah dan gagah. 

Lampu penerangan jalan umum dibuat artistik sehingga menambah pesona bandara, apalagi saat malam hari.

Semua median sudah dilengkapi jalur untuk pejalan kaki. Ada bangku untuk istirahat dan rerimbunan pepohonan.

Untuk memperindah suasana malam, perancangnya sudah melengkapinya dengan lampu dekorasi. 

Berikutnya akan menjulang menantang langit sculpture alat musik. 

Tak lengkap jika tak menemukan salah satu kekhasan Melayu Kepri di sini. Maka dihadirkan cogan atau mata tombak kebesaran Kerajaan Johor Riau Lingga.

Selain cogan, juga dibangun sculpture tanjak. Tanjak merupakan penutup kepala khas Kepulauan Riau. Ada beragam tanjak, namun setiap daerah memiliki ciri khasnya masing-masing.


Sejumlah patung hewan akan membuat acara jalan-jalan bersama anak-anak menjadi hal yang menyenangkan.

Lalu silakan nikmati sculpture gasing yang menjadi permainan tradisional di Kepri. Lomba gasing bahkan masih dipertahankan sampai hari ini.

Bagi penggemar fesyen, di median jalan Bandara RHF akan dipajang sculpture motik batik lokal.

Ujung terakhir segala keindahannya ialah sculpture pesawat nomad. Di sini akan terpampang dengan jelas tulisan Raja Haji Fisabilillah Bandara Internasional.

Median jalan ini bukan satu-satunya yang bisa Anda kunjungi. Di sekelilingnya banyak ragam kuliner yang pantas atau wajib dicoba.

Hmmm, saya membayangkan duduk di kursi taman yanga ada di salah satu median jalan Bandara RHF. Saya putar lagu-lagu lama evergreen yang artinya pas dengan suasana. Lalu duduk menyandarkan kedua bahu tangan, mata terpejam menuju lorong waktu membayangkan sesuatu.

Wis indah pokoke bro..... Biar punya waktu untuk merencanakan berkunjung ke sini, yuk lihat videonya di bawah ini.


Penasaran kan untuk datang ke Tanjungpinang?  ***

0 Response to "Yuk Berwisata ke Bandara Raja Haji Fisabilillah di Tanjungpinang"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel