Belajar Wrapping Motor (Bagian - 2)

wrapping-motor-bahan-bergambar
Pola desain stikerbnya terpasang sempurna saat wrapping motor. Foto - bintan wrapping

Wrapping motor bisa menjadi pekerjaan yang kalian andallkan untuk menopang perekonomian keluarga. Kalau yang masih lajang ya buat ditabung setelah dikurangi belanja pakaian dan kebutuhan lain.

Ah, saya sih nggak ingin ngebahas bagaimana kalian akan menggunakan penghasilan dari wrapping motor. kan ya udah pada gede, masa harus minta tolong saya untuk nyimpenin uangnya hehehe.

Oke wrapper semuanya di seluruh Indonesia, setelah pada artikel sebelumnya saya jelaskan tentang keyakinan diri sebagai Modal Utama Belajar Wrapping Motor, kali ini akan kita bahas soal tekniknya.

Belajar Wrapping Motor Bahan Berpola

Yang dimaksud di sini ialah pilihlah belajar wrapping motor dengan bahan yang memiliki pola. Pola di sini bisa berupa garis lurus seperti carbon.

Bisa juga decal yaitu stiker printing untuk wrapping motor yang dilengkapi tulisan pada desainnya. Mengapa harus memilih bahan seperti ini? Bukannya lebih mudah menggunakan bahan stiker polos?

Ingat teman-teman, banyak sekali pemasang stiker di negeri ini. Dari pemain kawakan sampai yang baru belajar. Semuanya pada buka sendiri. Ada yang di tepi jalan, ada yang di kios papan, atau di ruko.

Sekilas, hasil pasang mereka sama. Namun coba yuk diperhatikan. Biar lebih mudah kita ambil saja contoh wrapping motor dengan bahan stiker jenis carbon.

Jika hasil wrapping motor garis pola carbonnya lurus berarti pemasangnya dapat diandalkan. Tentu saja untuk ngecek hasil ginian, pilih pada bagian bodi yang tidak rata. Pilih yang permukaannya cembung.

Kita berpikirnya sederhana sekali, kalau hanya memasang bahan stiker carbon pada permukaan media yang datar, ya pasti lurus pola carbonnya.

Tetapi kalau dipasang di permukaan bodi motor yang cembung, pasti membutuhkan bantuan uap panas dari hotgun.

Saat udara panas diarahkan ke bahan stiker carbon, sangat berisiko tidak lurus pola seratnya ketika dilekatkan. Mungkin maksud wrappernya dipabaskan lalu dibelokkan atau entah gimana maksudnya, dengan harapan menutup sempurna.

Lebih celaka lagi kalau yang dipakai buat wrapping motor adalah decal berpola, bisa dibayangkan jita setelah dipasang tulisannya tidak lurus.

Padahal desainnya lurus. Namanya juga stiker yang dipasang manual oleh manusial normal, kalau agak melenceng satu atau dua milimeter saya its okeylah.

Kalau sampai tidak lurus sampai deviasinya 1 sampai 1,5 centimeter. Waduhhhh.... kasihan yang punya motor. Sudahlah membeli decal melalui toko online, bayar lagi buat jasa pasang decalnya. 

Wrapper yang baik akan memperhatikan pol-pola desain seperti itu. Ia akan mengikuti apa yang sudah dibuat oleh desainer stikernya.

Di sinilah akan terlihat seberapa profesionalnya kalian dengan mengaku sebagai tukang pasang stiker andal. Karena sejatinya wrapping bukan pekerjaan asal bungkus.

Untuk memudahkan penjelasan ini, coba lihat foto desain decal Doraemon di atas. Ada pola garis hitam di tengah, seharusnya terpasang lurus seperti pada gambar.

Namun kalian masih harus terus belajar kalau hasilnya masih seperti di bawah ini. Lihat ya gaes, fokusnya ialah garis hitam. Cek gambar di bawah ini.

wrapping-motor-bahan-berpola
Pola garis hitamnya di tengah terpasang tak sempurna karena tarikan dan pemanasan yang kurang terarah saat wrapping motor. Foto - bintan wrapping (sudah melawati editing untuk membentuk pola garis bergelombang)

Jadi, apakah sudah terjawab pertanyaan kalian tentang wrapping mobil dengan bahan berpola?

Bandingkan dengan menggunakan bahan pololsan. Orang yang baru belajar bisa saja tidak lulus latihan dan harus mengganti bahan baru.

Meski bahan polos, kalau teknik pemanasan dan menariknya tidak pas juga akan berakibat fatal. (bersambung)

0 Response to "Belajar Wrapping Motor (Bagian - 2)"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel