Stiker Kreatif, Solusi Bisnis di Masa Pandemi Covid-19

stiker-kreatif-1

Stiker Kreatif, Solusi Bisnis di Masa Pandemi Covid-19 pasti menjadi pemikiran sobat yang menggeluti usaha stiker. Kondisi ini melanda banyak negara di dunia, jadi kalian tak seharusnya hanya pasrah tanpa melakukan inovasi apapun.

Justru datangnya pandemi Covid-19 harus diakui menjadi kesempatan bagi sejumlah orang atau pihak untuk menciptakan terobosan. Dan ini juga harus ada dalam diri kalian semua sobat stiker di Indonesia.

Stiker kreatif sebenarnya tidak merujuk pada satu produk. Kali ini saya akan tuliskan apa yang dilakukan Artistik Stiker, Jalan Sidorejo Nomor 76, Kelurahan Seijang, Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Stiker Kreatif Casing Charger

Tempat stiker yang dikelola oleh Eko Sulestyo dan Izulman ini memiliki salah satu sudut yang tidak terdapat di tempat stiker lain, Yakni lokasi pasangnya di bawah pohon rambutan besar di tepi jalan. Tak mengherankan jika menjadi jujugan banyak pemilik kendaraan untuk memoles tunggangannya di sini.

Yang menarik perhatian saya ialah penawaran yang mereka sampaikan kepada konsumen. Saat ada yang datang enteh itu memasang stiker transparan untuk lampu kendaraan atau membuat tulisan, disampaikan kalau ada yang mau stiker kreatif untuk charger ponsel.

Bayangkan sobat, charger adalah benda yang sepertinya pasti dimiliki manusia sekarang ini. Kecuali ada ponsel yang tidak membutuhkan charger. 

Stiker charger yang ditawarkan di Artistik Stiker pun sangat sederhana. Ada pilihan yang hanya menampilkan bungkusan polos. Jadi tinggi charger diukur lalu bahan dipotong. Setelah selesai dibungkuskan ke casing charger.

Bahan stiker sendiri sudah beragam, ada yang solid, bermotif seperti carbon dan sebagainya.

"Banyak juga yang minta dibungkus polosan chargernya," ujar Izul yang menjadi leader di toko ini.

Saya menyebutnya stiker kreatif, karena sebenarnya setiap tukang stiker bisa melakukan hal tersebut. Bahkan pemilik charger sebenarnya juga bisa melakukannya sendiri. Persoalannya mereka tidak memiliki bahan stiker.

Murah tetapi Cepat

Biaya yang dikenakan untuk pemasangan satu charger antara Rp5.000 sampai Rp10.000. Mengapa bisa mematok angka yang menurut saya murah?

"Banyak sekali bahan yang sebenarnya dibuang setiap beberapa bulan. Nah, banyak dari ukuran bahan sisa yang sebenarnya bisa dipakai untuk membungkus charger ponsel," ujar Eko.

Bayangkan sobat, dengan bahan sisa yang kebanyakan dibuang begitu saja ke tempat sampah ternyata bisa dimanfaatkan. Manfaatnya positif, bisa menambah pemasukan.

Menurut dua pemuda ini, stiker kreatif seperti wrapping charger bukan hal yang sulit. Bahkan tidak membutuhkan tools lain misalnya hotgun. Korek api juga tidak diperlukan.

Hal ini mengingat bentuk atau tekstur charger ponsel itu rata sehingga hanya dengan bantuan jari tangan sudah bisa menyelesaikan pekerjaan.

Untuk mengukurnya pun gampang, diambil tinggi charger lalu dipotonglah bahan dengan ukuran yang sama. Soal panjangnya nanti bisa dipotong menggunakan pisau cutter.

Agak Ribet Untung Lebih

Ada satu lagi varian (hehe kayak motor saja) stiker kreatif untuk charger hp yang ditawarkan di toko stiker ini. Yakni polosan lalu ditempeli cutting sticker di atasnya. Tulisannya pun simpel dan mudah dicutting.

Semuanya memang sengaja dibuat gampang dan sederhana. Karena tujuan utama dari stiker ini ialah bagaimana mengingat chargar seseorang agar tidak tertukar.

Nah, kalau yang ada tulisannya harganya bisa lebih mahal, antara Rp10.00 sampai Rp15.000.

Untuk tulisan atau logo sederhana di charger tempat stiker ini tidak melayani bentuk yang ribet. 

Selain itu, ada juga yang minta stiker printing sehingga warnanya bisa lebih beragam. Untuk stiker printing dipatok Rp10.00 plus jasa pasangnya.

Pemesan Kebanyakan Cewek

Selama menyediakan jasa wrapping chasing charger ponsel, pelanggan terbanyak ialah kaum perempuan. Meski ada juga cowok namun jumlahnya hanya sepertiga dari total pemesan.

Warna yang paling bantyak dipesan ialah kuning, putih, merah muda dan hitam. Hijau kekuning-kuningan atau warna Rossi juga cukup banyak dipesan.

Kebetulan hari itu ada seorang pemesan, ia mengatakan hanya ingin memberi tanda charger ponselnya karena ia tinggak di rumah kontrakan.

Kadang, di beberapa kesempatan ia dan teman-temannya ngumpul di ruang televisi untuk sekadar bersantai. Nah, saat seperti itu biasanya ada secara nggak sengaja pinjam charger lalu lupa mengembalikan atau meninggalkannya di meja.

Meski terlihat sangat sederhana, namun Artistik Stiker ternyata sudah sering mengirimkan stiker kreatif ini ke beberapa wilayah di Indonesia. 

"Menurut saya sih yang beli satu keluarga kebanyakan. Soalnya sekali pesan 5 atau 6 buah. Ada yang tulisannya sama, hanya warnanya saja yang dibedakan," tutur Izul menambahkan.

Nah sobat, ternyata pandemi Covid-19 tidak menyurutkan kreativitas kalian, bukan? Stiker kreatif bisa dibuat dengan model yang lain. Selamat berkreasi para sahabat. 

Jika kalian memiliki produk yang unik, silakan hubungi saya melalui menu Contact di bawah ini. Semoga artikel ini bisa memperkaya ide para sahabat stiker semua. ***

0 Response to "Stiker Kreatif, Solusi Bisnis di Masa Pandemi Covid-19"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel