Menabung Kebaikan dari Sticker Papan Peringatan

Sobat, pernahkah kalian berpikir dan meyakini jika kita adalah mahluk sosial? Mahluk yang pasti membutuhkan kehadiran orang lain, saling bantu, saling mengingatkan. Hubungannya dengan tukang cutting sticker apa, ya?

Berdasatkan pengalaman saya ketika masih mengelola Bintan Wrapping, keuntungan atau penghasilan saya bukan hanya dari pemasangan atau jual bahan. Ada satu penghasilan yang kerap masuk ke toko yaitu dari sticker papan peringatan.

Banyak jenis papan peringatan yang sudah saya buat, baik itu lantai licin, jangan injak rumput taman, harap tenang ada ujian dan sebagainya. Ukurannya pun beragam, tergantung pesanan. Biasanya konsumen memberikan ukuran medianya, nanti kita sendiri yang menyetingnya di komputer dan memotongnya dengan mesin cutting sticker.

Contoh stikcer cutting papan peringatan yang berguna bagi banyak orang

Membuat sticker papan peringatan sangatlah mudah. Saya kok nyaris tak pernah menerima order jenis ini dengan font yang rumit. Karena fungsinya ialah memberikan peringatan, lazimnya digunakan font yang standar.

Boleh Arial, Arial Back atau kalau mau tebal keluarga Futura. Yang penting mudah dibaca dan orang tak membutuhkan waktu lama untuk memahaminya. Papan-papan peringatan ini juga akan dipasang di tempat keramaian.

Saatnya memikirkan orang lain meski sobat penjual atau pemasang sticker. Caranya ya yang saya sebutkan, kerjakan dengan senang hati setiap kali mendapatkan order tulisan untuk papan peringatan. Karena di dalamnya terdapat nilai kebaikannya.

Dengan sticker yang terpasang di sebuah fasilitas umum atau pusat keramaian, pengunjung akan berhati-hati ketika membaca tulisan hati-hati lantai basah. Ojek online atau taksi juga akan menurunkan penumpangnya di area drop zone, lalu bergegas berlalu begitu penumpangnya turun.

Yang lebih menyentuh, sticker cutting yang dipasang di tempat ibadah. Demi kekhusukan beribadah, mohon ponsek diatur dalam mode senyap. Itu hanya satu contoh. Yang lain banyak dan bisa dengan mudah ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

Bentuknya yang sederhana tak membutuhkan banyak waktu untuk mendesainnya. Warnanya juga standar, paling bayak warna hitam, merah, kuning dan putih. Ngopekinya juga mudah, bahkan bisa dengan tarikan cepat karena huruf-hurufnya besar.

Memasangnya pun tak pakai ribet. Kalau dipasang di tempat sobat juga tak apa-apa, kan? Tinggal lapis masking tape, ratakan dengan squeeze lalu pasang ke papan yang sudah disiapkan. Tarik masking tapenya maka hanya stikernya yang tertinggal.

Baca Juga: Sticker, Usaha Modal Kecil yang Menguntungkan

Ya jangan kasih harga mahal-mahal, paling tidak asalkan tidak rugi. Maksud saya begini sobat, apa salahnya dalam setiap pekerjaan kita mencoba memberikan sentuhan kebaikan. Karena sobat tukang sticker, ya kebaikan itu masih tetap berkaitan dengan bidang yang sobat geluti.

Kebiasaan saya dahulu, menjelang bulan Ramadan saya membeli polycarbonat lalu dipotong-potong dan ditempeli sticker yang bisa saya bagikan ke masjid-masjid. Tulisannya bermacam-macam, bisa tempat wudhu pria atau wanita, batas suci, kotak infaq dan sebagainya.

Lalu saya antarkan ke pengelola masjid. Biarkan mereka yang memilih sesuai kebutuhan. Kebetulan kala itu saya memiliki mesin cutting besar dan kecil. Jadi yang saya gunakan ialah bahan sticker yang berukuran kecil.

Pada dasarnya kebaikan itu bisa dilakukan siapa saja. Dan caranya juga beragam. Tergantung bagaimana sobat melakukannya. Juga tak perlu tampak sekali dipaksakan. Bukankah berguna bagi orang lain menjadi keinginan banyak orang?

Jadi sambutlah pesanan sticker papan peringatan dengan ucapan syukur. Insyaallah akan membawa berkah bagi sobat semua. ***

0 Response to "Menabung Kebaikan dari Sticker Papan Peringatan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel