Membuat Banner Ukuran Besar Agar Cetak Tidak Pecah

membuat banner ukuran besar
Cara membuat banner bukan pekerjaan sulit bagi mereka yang sudah ahlinya. Namun dengan banyaknya warga yang memiliki komputer atau laptop sendiri, ada beberapa orang yang lebih suka mendesain sendiri.

Alasannya biar puas karena bikinan sendiri. Apalagi banner yang dibuat bukan untuk kantor atau pemerintahan namun dipakai sendiri. Misalnya untuk dipasang di depan rumah. 

Cara membuat banner ukuran besar tentu membutuhkan beberapa hal. Berbeda dengan desain yang akan dicetak dalam ukuran kecil. Hal ini beralasan, mengingat banner bisa saja dipasang di atas gedung tinggi, di sudut-sudut kota, membutuhkan triks agar gampang terbaca.

Berikut ini adalah beberapa hal penting yang dikutip dari baliprintingshop, jika ingin membuat banner untuk dicetak ukuran besar. Yang menjadi fokus ialah bagaimana agar hasil cetakannya tidak pecah dan mudah dipahami makna banner dari baik dari dekat atau jauh.

Format File untuk Membuat Banner

Hal utama yang sebaiknya sobat pikirkan ialah jenis atau format file yang akan dikirim ke percetakan atau digital printing. 

Saat ini ada sangat banyak format foto atau gambar yang bisa digunakan. Namun untuk membuat banner ukuran besar sebaiknya gunakan format vektor.

Program grafis semacam CorelDraw dan Illustrator menjadi pilihan terbaik dan saya percaya sudah familiar. 

Dari program tersebut bisa disimpan atau diekspor ke dalam format PDF, CDR atau EPS. Saat penyimpanan perhatikan bagaimana mempertahankan kualitas resolusi dengan ukuran sesuai keperluan cetak.

Penggunaan CorelDraw dan Illustrator juga mampu membuat ukuran file lebih kecil. Namun jika berhadapan dengan beragam gambar yang membutuhkan banyak efek atau manipulasi foto dengan tumpukan layer banyak, penggunaan kedua program itu tidak dianjurkan.

Mengapa demikian? Karena saat dibesarkan tidak menutup kemungkinan akan terjadi penurunan kualitas pixelnya.

Format Warna CMYK

membuat banner
Model warga yang sudah sangat umum digunakan untuk percatakan ialah CMYK atau kependekan dari Cyan, Magenta, Yellow dan Key atau Black.

Model warna ini akan sangat mudah dikenal oleh berbagai jenis printer. Baik printer rumahan atau mesin digital printing.

Dengan demikian, jika menggunakan format warna CMYK maka jalan sobat sudah benar. Karena darinya akan dihasilkan hasil cetakan dengan warna yang lebih akurat, khususnya grafik dan foto.

Kenali Perilaku Bitmap

Kenyataannya tidak semua gambar bisa dijadikan vektor. Pada suatu ketika, sobat perlu mengimpor desain berbasis piksel atau raster ke desain di Photoshop. Jika langkah ini yang dilakukan, jagalah dpi-nya agar kualitasnya tak hilang.

Nah ini juga penting, ukuran desain dan jarak pandang harus menjadi pertimbangan bagi seorang desain grafis.

Detil dalam grafik tidak begitu jelas tatkala dilihat dari jarak 10 sampai 20 meter atau bahkan lebih jauh. Dpi yang lebih tinggi dari 150 sudah cukup.

Resolusi dpi yang lebih tinggi dapat menghasilkan ukuran file yang begitu besar. Ujungnya, sobat akan kesulitran sendiri saat menanganinya di komputer yang spesifikasinya standar.

Font dan Fitur Desain

Tidak semua elemen desain yang mengedepankan tulisan akan berfungsi dengan baik. Saat didesain di ukuran kecil, kayaknya sih oke banget. Namun tatkala dicetak hasilnya akan berbeda, tidak sesuai harapan. Ih syebel jadinya he he he.

Jangan lakukan perdebatan dengan desainer yang selama ini mengerjakan fila kecil seperti brosur, buku, dokumen. Sebenarnya format yang mereka buat bukan untuk large format printing.

Membuat banner adalah bagaimana desain yang kecil bisa disesuaikan ukurannya ketika mau dicetak. Format file vektornya juga dibuat sempurna.

Dengan begitu, ketika hasil cetaknya dipasang di luar ruangan dengan ukuran raksasa tetap elegan. Bagus saat dilihat dari dekat juga bagus saat dipasang dengan ukuran besar.

Desainer yang baik harus mampu menjadikan karyanya tetap menarik meski dilihat dari jarak jauh.

Agar bisa seperti itu, ada beberapa hal yang bisa sobat lakukan. Diantaranya dengan beberapa item seperti di bawah ini.

Jarak

Berikan atau ruang untuk gambar dan teks atau hueuf di desain. Bayangkan saja sebuah minimarket, kalau penataan antar koridornya terlalu sempit juga malas belanja di sana.

Font Sederhana

Gunakan jenis font atau huruf yang sederhana dan dmpang dibaca saat membuat banner yang akan dicetak pada ukuran besar. Gunakan hanya dua atau tiga jenis font, jangan diperbanyak dengan sangat banyak font.

Kontras Warna

Jaga kekontrasan warna tinggi antara latar belakang, tumpang tindih gambar atau teks agar bisa tetap terlihat dengan jelas.

Abaikan Space Kosong

Jika sobat ada yang pernah ikut lomba menggambar saat kecil, pasti gatal tangannya kalau ada space atau ruang kosong di media gambar. Maunya ditambahi gambar apalah, padahal dengan membiarkannya kosong sebenarnya lebih bagus.

Begitu juga saat membuat banner, jangan selalu beranggapan ruang kosong adalah miskin ide. Bukan sobat, nyatanya banyak desain hebat justru sangat minimalis. Yang penting makna yang ada di desain tersampaikan ke publik.

Tes Cetakan di Printer Desktop

Saya ingat ketika masih aktif sebagai wartawan di Kota Batam. Untuk mengurangi tingkat kesalahan mengetik berita maka per halaman dicetak dahulu.

Dicetak dengan mesin printer kecil lalu sama-sama dikoreksi. Jika ada kesalahan ejaan diberi tanda lalu bagian layout yang akan memperbaikinya.

Saya rasa fungsi mencetak dahulu ke printer kecil antara bekerja di koran dengan membuat banner hampir sama. Intinya menemukan kekurangsesuaian saat nanti hasil kerja dicetak di media sebenarnya.

Demikianlah uraian tentang membuat banner agar tidak pecah saat dicetak dengan ukuran besar. Semoga bermanfaat. ***

0 Response to "Membuat Banner Ukuran Besar Agar Cetak Tidak Pecah"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel