Skip to main content

Simpan Bekas Bahan Stickermu untuk Hal Ini

Bekas bahan sticker seperti ini sebenarnya ada manfaatnya.
Sayangnya kebanyakan dibuang. Foto - mas noeng
cuttingstickerupdate - Pada umumnya bekas bahan sticker adalah lapisan belakang yang tak berperekat, atau istilahnya backing paper. Jika kalian membeli bahan sticker, yang dipakai ialah lapisan depannya saja, sementara backing papernya dibuang. Namun untuk pedagang sticker, sebaiknya disimpan.

Bagi pemain sticker besar, yang setiap hari tempatnya tak pernah sepi order, mungkin apa yang akan saya sampaikan ini tak perlu dilaksanakan. Karena hampir setiap hari pasti membuang banyak backing paper. Saat masih aktif menekuni sticker, bekas bahan yang rajin saya simpan ialah jenis reflektive sheet.

Sementara bagi mereka yang masih memiliki usaha cutting sticker kecil, atau baru memulai, tentu harus membangun relasi. Satu-satu order masuk. Satu rol bahan sticker pendek lebar 45 cm saja bisa tak habis sebulan. Segala hal harus diperhatikan agar tak banyak barang terbuang.

[Baca JugaMenata Bahan Stiker, Mendulang Keuntungan Maksimal]

Jika masih bisa dimanfaatkan, mengapa harus dibuang? Pertanyaan ini seyogyanya menjadi sesuatu yang melekat dalam hati teman-teman yang baru memulai usaha stiker. Mengapa bahan sticker sisa, maksudnya yang hanya tinggal backing papernya harus disimpan?

Ada baiknya kita membahas masalah ini dengan melihat gambar berikut. Agar kita satu pemahaman. Kalau sudah satu ide dan gagasan tentu akan lebih mudah ke depan. Kalau gontok-gontokan ya nggak bakal rampung-rampung, apalagi persoalan bangsa.



Suatu hari datang Pak Kumis (karena orangnya berkumis) ke toko stiker kamu. Ia baru saja membuka tempat usaha berupa kedai kopi. Tempatnya sudah oke, tinggal pelang nama. Ia sudah pesan papan namanya tetapi masih kosong.

Pesanan Pak Kumis sederhana. Ia menginginkan stiker cutting bahan hitam dengan ukuran stikcer 200 cm x 50 cm. Tulisannya Kedai Kopi dengan huruf kapital semua. Lihat gambar 1.

Karena bahan terpendek ukuran lebarnya 45 cm, sementara Pak Kumis ngotot ukurannya harus sesuai keinginannya, mau tak mau kamu harus memutar otak. Ah, kan ada bahan dengan lebar 60 cm, lalu kamu tawarkan bahan tersebut.

Pak Kumis malah marah-marah, maunya dia bahan murah tetapi stikernya dibuat bagus, artinya simetris.

Kenapa tidak mencoba gambar 2? Saat desain di layar komputer, tetap buat ukuran lebar 200 cm, tinggi 50 cm. Supaya bahan cukup, mau tak mau harus menurunkan posisi huruf "dai ko".

Alhamdulillah masalah teratasi. Saatnya memotongnya dengan mesin cutting, lalu ngopeki bagian yang tak terpakai.

Potong hasil cutting menjadi 3 bagian. Bagian 1 antara huruf "e" dan "d", bagian 2 "dai ko" dan bagian 3 antara "o" dan "i". LIhat gambar 3. Otomatis tinggi bahan menjadi tak sama karena harus kamu geser biar membentuk lengkung sempurna. Lengkung dengan tinggi huruf terendah yaitu ujung "k" dan "i" ke ujung tertinggi yaitu "i" ukurannya 50 cm.

Silakan dimasking tape biar Pak Kumis nanti mudah memasangnya di papan nama kedai kopinya. Eit, ingat, konsumen yang satu ini agaknya orangnya perfeksionis. Ia ingin semuanya tampak sempurna.

Hehe, tenang saja, lihat gambar 4. Carilah bekas bahan sticker yang kamu simpan. Kebetulan ada bekas bahan sticker yang lebarnya 60 cm dengan panjang 200 cm. Sempurna sekali.

Angkat saja tulisan Kedai Kopi yang sudah dimasking lalu pindah ke atas backing paper bekas bahan sticker tadi. Ingat, bersihkan dahuu permukaannya dari debu. Tak usah dicuci pakai deterjen.

Sekarang mari kita rasakan dengan hati. Dan kamu memosisikan diri sebagai konsumen, yaitu Pak Kumis. Tetapi biar lebih mudah saya menjelaskannya, tak terlalu panjang menggunakan kata-kata, yuk simak gambar di bawah ini.

Gambar 5 dan 6 di atas adalah bentuk cutting sticker yang sudah dimasking tape. Gambar 5 bentuknya dipiting melengkung mengikuti bentuk tulisan. Sementara gambar 6 mengikuti ukuran sesuai pesanan yakni 200 cm x 50 cm namun dibiarkan persegi panjang.

Pertanyaan saya, kira-kira lebih tampak profesional mana menyerahkan pesanan sticker kepada konsumen semacam Pak Kumis? Pasti lebih yahud yang gambar 6 kan?

Padahal lapisan bawahnya merupakan bekas bahan sticker. Begitulah sahabat sticker semua, hanya memberikan sedikit sentuhan namun konsumen akan lebih senang. Selain itu dengan sticker seperti pada gambar 6, Pak Kumis akan lebih mudah memasangnya. Setidaknya untuk membuatnya lurus secara vertikal di papan nama kedainya. 


Menekuni usaha cutting sticker pada dasarnya menjual centimeter demi centimeter bahan. Kamu pasti menentukan harga salah satu dari berapa banyak bahan yang habis digunakan, bukan? 

Nah, hal-hal seperti ini akan memberikan keuntungan tersendiri bagi kalian. Selain selalu menyelesaikan pesanan dengan rapi, bisa saja tempatmu direferensikan oleh seseorang, atau dalam kasus ini Pak Kumis. 

"... tetapi kan tidak semua konsumen seperti Pak Kumis, Mas?..."

Hmmm, memang benar. Tetapi kalau kita bisa memberikan yang terbaik tanpa harus menambah atau menggerogoti modal bahan kenapa tidak kita lakukan? Lagian yang kita berikan bekas bahan sticker kok, biasanya juga larinya ke kotak pembakaran sampah. ***

Comments

Postingan Terpopuler

Mengenal Bahan Sticker Oracal dan Kegunaannya

cuttingstickerupdate - Oracal adalah bahan sticker berkualitas asli buatan Jerman. Di Indonesia, bahan vinyl ini paling banyak dipakai khususnya untuk mereka yang menerima jasa wrapping (bungkus) kendaraan.

Kelebihannya pada kelenturan bahan saat dipanaskan dengan heatgun serta ketahanan warnanya. Yuk kita kupas (buah kalee hehe) seri seri Oracal sesuai penggunaannya agar teman teman tidak salah pilih. Semua demi satu tujuan: kepuasan konsumen.



Seri 651 Merupakan bahan sticker Oracal kelas menengah (Intermediate Cal). Ada dua jenis yaitu gloss dan matt (doff). Biasa diaplikasikan untuk cutting sticker, wrapping kendaraan, pembuatan huruf pada papan nama dan sejenisnya.

Saya sendiri menggunakan jenis untuk untuk lapisan dasar pembuatan cutting sticker tumpuk karena konsumen biasanya ingin jika suatu saat stickernya akan dikelupas dan diganti desain baru tak akan kesulitan melepasnya. Jika lapisan bawah menggunakan scothclite (reflective) residu atau lem sisa akan menempel dan sulit mel…

Cutting Sticker untuk Pelat Nomor Kendaraan

cuttingstickerupdate - Pelat nomor kendaraan seharusnya menjadi salah satu pemasukan sobat yang membuka usaha cutting sticker. Bisa bekerja sama dengan sejumlah pembuat pelan nomor atau hanya membuka jasa cutting untuk nomor kendaraan.

Mesin cutting sticker tak harus digunakan hanya untuk membuat cutting sticker berupa gambar, logo atau tulisan. Lebih jauh dari itu, manfaatkan mesin cutting sticker Anda untuk hal lain yang juga menghasilkan uang.



Pernahkah Anda terlintas bahwa begitu banyak kendaraan lalu lalang di depan rumah, berseliweran di jalan raya, adalah target operasi. Asal jangan target buron karena kriminalitas hehe.

Perhatikan bahwa setiap kendaraan bermotor harus dilengkapi pelat nomor kendaraan yang dikeluarkan oleh Samsat. Memang ada yang memodifikasinya, entah itu ukuran pelatnya yang lebih kecil, bentuk huruf dan angkanya atau bentuk lain.

Pelat Nomor Lebih Rapi Namun aturan tetaplah aturan, jika ada yang melanggar pasti suatu saat kena batunya. Sepandai pandai bawa k…

Cara Setting Mesin Cutting Jinka Agar Presisi

cuttingstickerupdate - Mesin Cutting Jinka banyak penggunanya di Indonesia. Dan pabrikannya juga terus mengeluarkan seri seri terbaru. Namun demikian tak semua, khususnya yang baru membeli mesin cutting ini, bisa menghasilkan produk cutting sticker yang presisi.

Dari hasil browsing di Mbah Google, pertanyaan seperti: mengapa mesin cutting jinka saya tidak bisa memotong sempurna? apa penyebab mesin cutting jinka tidak presisi saat memotong dan pertanyaan serupa masih banyak diketikkan oleh para pengguna internet di Indonesia.

Tentunya mereka adalah para pemilik mesin cutting Jinka yang mengalami masalah hasil pemotongan dengan peralatan kerjanya.

Sebelum melangkah lebih jauh, Anda bisa membuka artikel saya sebelumnya yang menguraikan beberapa hal penyebab hasil cuttingan tidak presisi.




Diantaranya karena holder yang yang kurang bersih atau sudah aus, kondisi pisau mesin cutting yang sudah tumpul, karena hasil editan yang kurang sempurna dalam artian terlalu banyak node yang membuat pis…

Cara Pasang Sticker Mobil Sendiri (Sistem Kering)

cuttingstickerupdate - Memasang sticker untuk mobil sering disebut banyak orang sebagai pekerjaan yang hanya bisa dilakukan ahlinya. Memang benar, segala sesuatunya sebaiknya diserahkan ke ahlinya.

Tetapi menurut saya, mengapa Anda tidak mencobanya? Paling tidak untuk mobil Anda sendiri? Yang pasti tak membutuhkan uang jasa pemasangan sticker, kan?

Kali ini saya menjelaskan cara memasang sticker ke mobil dengan sistem kering. Sistem kering adalah pemasangan tanpa bantuan air yang sudah dicampur shampoo. Oh ya, mungkin ada diantara Anda yang pernah mendengar istilah wrapping.

Wrapping artinya membungkus, jadi sama saja dengan pemasangan, namun lebih umum diartikan sebagai memasang sticker pada bidang yang lebih luas, bahkan bodi mobil secara utuh. Namanya juga membungkus.



Yang pasti, jika Anda bisa melakukannya sendiri akan muncul kebanggan. Dan Anda adalah salah satu orang yang berani mencoba. Wrapping mobil bagi pemula pasti merasakan sulitnya, meski tidak saya katakan tidak bisa. An…

Tutorial Lengkap Proses Membuat Cutting Sticker

cuttingstickerupdate - Membuat cutting sticker adalah pekerjaan yang membutuhkan ketelitian. Karena akan berpengaruh kepada hasilnya. Apalagi jika Anda menerima jasa pembuatan cuting sticker, ketelitian akan diperhatikan konsumen Anda.



Kali ini saya akan menjelaskan proses pembuatan cutting sticker dari awal hingga siap untuk dipasang. Usahakan baca dengan teliti, karena kalau terselip satu tahap sobat akan bingung. Maaf, tutorial ini untuk pemula, bukan tukang sticker profesional.

Membuat Cutting Sticker Logo Google Langkah 1 Buka Coreldraw, buka lembar kerja baru, lalu import logo Google yang sudah Anda download dari internet. Seperti tampak pada gambar 1 di atas.

Langkah 2 Karena mesin cutting sticker tak bisa membaca file berformat gambar seperti jpg, bmp dan sebagainya, Anda harus mengubahnya menjadi vector. Untuk gambar dengan gradiasi jelas seperti gambar hitam putih dapat Anda trace langsung menggunakan fasilitas trace bitmap di Coreldraw. Namun jika gambar banyak warna, apala…