Sticker Tidak Menempel di Plastik, Ini Penyebab dan Solusinya

stiker-tidak-menempel-di-plastik

Sticker terlihat sederhana. Tinggal kelupas bagian belakangnya, tempelkan ke permukaan, tekan, selesai. Namun dalam praktiknya tidak selalu semudah itu.

Salah satu masalah yang cukup sering terjadi adalah sticker tidak menempel di plastik. Baru beberapa menit ditempel, bagian pinggirnya mulai terangkat. Ada juga sticker yang awalnya terlihat merekat dengan baik, tetapi keesokan harinya mulai mengelupas sendiri.

Masalah seperti ini tidak selalu berarti bahan stickernya jelek. Bisa jadi justru permukaan plastik yang digunakan memang sulit menerima perekat.

Jenis plastik, kondisi permukaan, minyak, debu, suhu saat pemasangan hingga pemilihan bahan sticker sangat menentukan kuat atau tidaknya daya rekat.

Lantas, mengapa sticker sulit menempel pada plastik dan bagaimana cara mengatasinya?

Mari kita bahas satu per satu.

Mengapa Sticker Tidak Menempel di Plastik?

Hal pertama yang perlu dipahami adalah plastik bukan hanya satu jenis bahan.

Botol minuman, ember, kotak makanan, casing elektronik, dashboard kendaraan, jerigen dan berbagai produk plastik lainnya dapat dibuat menggunakan material yang berbeda.

Ada plastik yang relatif mudah ditempeli sticker, tetapi ada pula plastik yang memang terkenal sulit ditempeli perekat.

Menurut penjelasan 3M mengenai surface energy, beberapa plastik seperti polypropylene (PP) dan polyethylene (PE) termasuk material dengan energi permukaan rendah atau low surface energy. Kondisi tersebut membuat perekat lebih sulit membasahi dan mencengkeram permukaannya dibandingkan material seperti kaca atau logam.

Inilah salah satu alasan mengapa sticker yang menempel sangat kuat di kaca belum tentu memberikan hasil yang sama ketika ditempelkan pada ember atau wadah plastik tertentu.

1. Permukaan Plastik Masih Berminyak

Penyebab paling sederhana justru sering tidak disadari.

Permukaan plastik mungkin terlihat bersih, tetapi sebenarnya masih terdapat minyak, silikon, wax, bekas tangan atau zat lain yang menjadi penghalang antara lem sticker dan plastik.

Contohnya saat memasang sticker pada:

  • botol kosmetik,
  • kotak makanan,
  • dashboard kendaraan,
  • casing,
  • helm,
  • wadah oli,
  • jerigen,
  • produk plastik hasil cetakan pabrik.

Jika ada lapisan minyak tipis, perekat sticker tidak benar-benar menyentuh permukaan plastik.

Akibatnya daya rekat menjadi lemah.

Solusinya

Bersihkan permukaan sebelum pemasangan.

Jangan hanya mengelapnya menggunakan kain kering. Gunakan cairan pembersih yang sesuai dengan material plastik dan pastikan tidak meninggalkan residu.

Setelah dibersihkan, tunggu sampai permukaan benar-benar kering.

Jangan langsung menyentuh area yang sudah dibersihkan menggunakan jari karena minyak alami dari tangan bisa kembali menempel.

Untuk pekerjaan profesional, sebaiknya selalu melakukan uji pada sebagian kecil permukaan terlebih dahulu, terutama jika menggunakan cairan pembersih tertentu.

2. Plastik Terbuat dari PP atau PE

Nah, ini masalah yang lebih menarik.

Polypropylene atau PP dan polyethylene atau PE sangat banyak digunakan untuk membuat berbagai barang sehari-hari.

Sayangnya, kedua material tersebut termasuk plastik yang relatif sulit direkatkan menggunakan adhesive biasa karena energi permukaannya rendah. Avery Dennison juga mengelompokkan polyethylene dan polypropylene sebagai material dengan surface energy rendah.

Coba lihat bagian bawah atau belakang produk plastik.

Kadang terdapat simbol daur ulang yang dilengkapi tulisan seperti:

PP

atau

PE / HDPE / LDPE

Jika ada tulisan tersebut dan sticker Anda sangat sulit menempel, bisa jadi masalahnya bukan teknik pemasangan.

Memang karakter permukaannya yang membutuhkan adhesive yang sesuai.

Solusinya

Gunakan sticker atau adhesive yang memang dirancang untuk low surface energy plastic.

Jangan beranggapan semua sticker vinyl memiliki lem yang sama.

Produsen bahan adhesive memiliki formulasi berbeda untuk aplikasi berbeda.

Sticker untuk kaca, plat aluminium atau permukaan cat belum tentu merupakan pilihan terbaik untuk PP dan PE.

Untuk pekerjaan dalam jumlah besar, misalnya label produk yang akan dipasang pada ribuan botol plastik, lakukan tes bahan terlebih dahulu.

Tempel beberapa sampel sticker, diamkan, lalu periksa daya rekatnya sebelum mencetak atau memotong dalam jumlah banyak.

Cara sederhana ini bisa mencegah kerugian yang jauh lebih besar.

3. Plastik Memiliki Tekstur Kasar

Pernah mencoba menempelkan sticker pada permukaan plastik yang memiliki tekstur seperti kulit jeruk?

Biasanya sticker lebih mudah terangkat.

Perekat membutuhkan bidang kontak yang cukup agar dapat mencengkeram permukaan.

Pada plastik yang sangat halus, seluruh bagian lem dapat menyentuh media.

Namun pada permukaan bertekstur kasar, sebagian lem hanya menyentuh titik-titik tertinggi dari teksturnya.

Akibatnya luas kontak menjadi lebih kecil.

Kondisi ini sering ditemukan pada:

  • dashboard kendaraan,
  • bumper plastik tertentu,
  • box peralatan,
  • casing mesin,
  • perlengkapan outdoor,
  • interior kendaraan.

Solusinya

Gunakan bahan sticker yang dirancang untuk permukaan sulit atau memiliki adhesive lebih agresif.

Jika teksturnya terlalu kasar, sebaiknya jangan menjanjikan hasil yang sama seperti pemasangan pada kaca.

Untuk konsumen jasa cutting sticker, jelaskan sejak awal bahwa karakter media sangat menentukan hasil.

Daripada sticker terlepas kemudian hari dan dianggap sebagai kesalahan pemasangan, lebih baik lakukan tes kecil terlebih dahulu.

4. Salah Memilih Jenis Sticker

Banyak orang membeli sticker hanya berdasarkan tampilan.

Yang penting warnanya bagus, mengkilap atau harganya murah.

Padahal bagian paling penting untuk persoalan daya rekat justru berada di belakangnya, yaitu adhesive atau lem.

Dua bahan sticker yang sekilas terlihat sama dapat memiliki karakter lem berbeda.

Ada adhesive yang cocok untuk penggunaan umum, ada yang mudah dilepas, ada yang memiliki daya rekat permanen, dan ada pula yang dikembangkan untuk permukaan yang sulit ditempeli.

Karena itu jangan hanya bertanya:

“Sticker ini tahan air tidak?”

Pertanyaan yang juga penting adalah:

“Sticker ini mau ditempel di mana?”

Bahan terbaik selalu bergantung pada aplikasinya.

Sticker yang bagus untuk kaca toko belum tentu menjadi pilihan terbaik untuk jerigen plastik.

Sticker untuk body kendaraan juga belum tentu ideal digunakan sebagai label sebuah wadah berbahan PP.

5. Permukaan Masih Basah

Air menjadi penyebab lain sticker gagal menempel.

Kadang permukaan plastik dicuci terlebih dahulu sebelum pemasangan. Itu sebenarnya langkah yang bagus.

Masalah muncul ketika air belum benar-benar hilang.

Lapisan air yang sangat tipis dapat berada di antara adhesive dengan plastik sehingga mengurangi kontak perekat.

Hal ini terutama perlu diperhatikan pada bagian:

  • lekukan,
  • sambungan,
  • sudut,
  • tekstur,
  • lubang kecil.

Solusinya

Pastikan media benar-benar kering.

Setelah dicuci atau dibersihkan, beri waktu sampai seluruh kelembapan hilang sebelum sticker dipasang.

Untuk pemasangan tertentu teknik basah memang dikenal dalam dunia sticker, tetapi penggunaannya harus disesuaikan dengan jenis bahan, adhesive dan rekomendasi produsennya.

Jangan menganggap semua sticker cocok dipasang menggunakan metode yang sama.

6. Sticker Dipasang Saat Permukaan Terlalu Dingin atau Panas

Temperatur juga dapat memengaruhi proses pemasangan.

Sticker yang disimpan pada tempat terlalu dingin dapat terasa lebih kaku.

Sebaliknya, permukaan yang sangat panas akibat terkena matahari juga bisa menyulitkan proses pemasangan.

Bayangkan memasang cutting sticker di atas barang plastik yang baru beberapa jam berada di bawah terik matahari.

Permukaannya tentu berbeda dibandingkan barang yang berada pada suhu ruangan.

Solusinya

Usahakan pemasangan dilakukan pada kondisi lingkungan yang wajar sesuai petunjuk bahan sticker yang digunakan.

Jika barang baru terkena panas matahari, pindahkan dahulu ke tempat teduh.

Jangan terburu-buru melakukan pemasangan.

Untuk proyek bernilai tinggi, periksa rekomendasi temperatur aplikasi dari produsen bahan.

7. Sticker Terlalu Sering Dilepas dan Ditempel Ulang

Kesalahan ini sering dilakukan pemula.

Sticker ditempel.

Ternyata miring.

Dilepas.

Ditempel lagi.

Masih kurang pas.

Dilepas kembali.

Semakin sering dilakukan, kemungkinan adhesive terkena debu, minyak dari tangan atau kehilangan kemampuan kontak optimal semakin besar.

Pada beberapa jenis adhesive, proses bongkar-pasang juga dapat mengurangi hasil akhir.

Solusinya

Tentukan posisi terlebih dahulu sebelum menempelkan seluruh permukaan sticker.

Untuk cutting sticker berukuran besar, gunakan masking atau transfer tape dan buat titik panduan.

Jangan langsung melepas seluruh backing paper jika belum yakin dengan posisi sticker.

Tempel secara bertahap sambil diratakan menggunakan rakel.

8. Bagian Pinggir Sticker Tidak Ditekan dengan Baik

Masalah kadang bukan berada pada bagian tengah sticker, melainkan tepinya.

Bagian tengah terlihat menempel sempurna tetapi beberapa jam kemudian sudut mulai terangkat.

Jika satu sudut sudah terbuka, debu dan air dapat masuk sehingga area yang mengelupas semakin besar.

Solusinya

Setelah sticker terpasang, ratakan seluruh permukaan menggunakan rakel.

Berikan perhatian lebih pada:

  • sudut,
  • ujung huruf,
  • desain kecil,
  • bagian yang berada di lekukan.

Untuk cutting sticker dengan huruf sangat kecil, proses ini semakin penting karena luas area lemnya juga kecil.

9. Plastik Masih Memiliki Mold Release Agent

Produk plastik yang baru keluar dari proses produksi dapat memiliki residu tertentu pada permukaannya.

Dalam industri plastik dikenal bahan pelepas cetakan atau mold release agent yang membantu produk keluar dari cetakan.

Residu semacam ini dapat mengganggu proses perekatan.

3M juga menyebut mold-release agents, debu dan kotoran sebagai kontaminan permukaan yang perlu diperhatikan dalam proses bonding pada plastik.

Jadi barang plastik yang terlihat sangat baru justru belum tentu langsung ideal untuk ditempeli sticker.

Solusinya

Lakukan pembersihan permukaan sesuai karakter material sebelum memasang sticker.

Untuk produksi label dalam jumlah banyak, lakukan pengujian daya rekat pada barang yang benar-benar berasal dari proses produksi yang sama.

Jangan hanya melakukan tes pada contoh plastik lain.

10. Lem Sticker Sudah Menurun Kualitasnya

Sticker juga memiliki umur penyimpanan.

Bahan yang disimpan terlalu lama, terkena panas, lembap atau disimpan dengan cara yang kurang tepat dapat mengalami perubahan kualitas.

Karena itu jangan hanya memperhatikan bagian muka vinyl.

Perhatikan juga kondisi adhesive dan backing paper.

Jika bahan lama terlihat aneh, lem terasa tidak seperti biasanya atau backing mengalami perubahan, lakukan tes sebelum digunakan untuk pekerjaan konsumen.

Cara Membuat Sticker Lebih Kuat Menempel di Plastik

Jika dirangkum, beberapa langkah berikut dapat meningkatkan peluang sticker menempel dengan baik:

  1. Kenali terlebih dahulu jenis plastiknya.
  2. Bersihkan minyak, debu dan kontaminan pada permukaan.
  3. Pastikan media benar-benar kering.
  4. Gunakan sticker dengan jenis adhesive yang sesuai.
  5. Hindari menyentuh bagian lem menggunakan tangan.
  6. Tempelkan pada kondisi temperatur yang sesuai.
  7. Gunakan rakel untuk memberikan tekanan secara merata.
  8. Beri perhatian khusus pada sudut dan tepian sticker.
  9. Jangan berkali-kali melepas dan menempel ulang.
  10. Lakukan tes sebelum mengerjakan dalam jumlah banyak.

Langkah terakhir sangat penting bagi pemilik usaha sticker.

Bayangkan menerima pesanan 5.000 label untuk kemasan plastik.

Tanpa pengujian, semua label langsung dicetak.

Setelah dikirim kepada konsumen ternyata stickernya mudah terlepas.

Bukan hanya bahan yang terbuang. Kepercayaan konsumen juga dapat hilang.

Lebih baik menghabiskan beberapa lembar bahan untuk pengujian daripada menanggung kerugian satu produksi.

Apakah Memanaskan Sticker Bisa Membuatnya Lebih Lengket?

Pertanyaan ini juga sering muncul.

Pemanasan memang digunakan dalam beberapa pekerjaan vinyl, terutama untuk membantu bahan mengikuti lekukan. Namun bukan berarti semua sticker yang tidak lengket dapat diselesaikan hanya menggunakan heat gun.

Jika penyebab utamanya adalah jenis plastik PP atau PE dan adhesive yang digunakan memang tidak cocok dengan permukaannya, memanaskan sticker bukan solusi ajaib.

Bahkan panas berlebihan berisiko merusak vinyl atau media plastik.

Gunakan panas hanya jika memang dibutuhkan dan sesuai karakter bahan.

Apakah Bisa Menggunakan Lem Tambahan?

Secara teknis mungkin saja seseorang berpikir menambahkan lem agar stickernya tidak lepas.

Namun untuk pekerjaan sticker profesional, cara seperti ini bukan pilihan pertama.

Lem tambahan dapat:

  • membuat permukaan tidak rata,
  • keluar dari tepi sticker,
  • meninggalkan noda,
  • bereaksi dengan plastik,
  • menyulitkan proses pelepasan,
  • menghasilkan tampilan yang tidak rapi.

Pilihan yang lebih baik adalah menggunakan bahan sticker dengan adhesive yang memang sesuai dengan jenis permukaannya.

Untuk plastik yang sangat sulit direkatkan, tersedia adhesive maupun primer khusus untuk material berenergi permukaan rendah. Namun penggunaannya perlu mengikuti rekomendasi produsen dan sebaiknya diuji terlebih dahulu.

Jenis Plastik Apa yang Sulit Ditempeli Sticker?

Secara umum, PP dan PE termasuk dua jenis yang perlu mendapat perhatian lebih.

Polypropylene banyak digunakan pada wadah, komponen kendaraan, peralatan rumah tangga dan berbagai produk cetakan plastik.

Polyethylene juga sangat umum digunakan untuk berbagai kemasan serta wadah.

Sementara material seperti ABS, polycarbonate, PVC dan acrylic memiliki karakter permukaan berbeda. Artinya, jangan menilai kemampuan sticker menempel hanya berdasarkan kata “plastik”.

Jika tidak mengetahui jenis materialnya, lakukan tes.

Bagi tukang sticker, satu potong bahan kecil sering kali memberikan jawaban lebih berguna daripada menebak-nebak.

Kesimpulan

Sticker tidak menempel di plastik belum tentu disebabkan kualitas sticker yang buruk.

Penyebabnya bisa berasal dari permukaan yang berminyak, masih basah, bertekstur kasar, suhu pemasangan tidak sesuai, teknik pemasangan kurang tepat hingga jenis plastik yang memang memiliki energi permukaan rendah.

Polypropylene dan polyethylene adalah contoh plastik yang lebih sulit ditempeli menggunakan perekat biasa.

Karena itu, solusi terbaik bukan sekadar mencari sticker yang “lemnya paling kuat”.

Yang lebih penting adalah mencocokkan jenis adhesive dengan media tempat sticker akan dipasang.

Bagi pemilik usaha cutting sticker atau digital printing, biasakan bertanya kepada konsumen:

“Stickernya nanti mau ditempel di media apa?”

Pertanyaan sederhana tersebut dapat menentukan bahan yang digunakan sekaligus menghindari komplain setelah pekerjaan selesai.

Dan jika menerima pesanan dalam jumlah besar untuk botol, ember, jerigen atau kemasan plastik lainnya, jangan lupa satu aturan sederhana:

tes dahulu sebelum produksi massal.

FAQ Sticker Tidak Menempel di Plastik

Kenapa sticker mudah terkelupas dari plastik?

Penyebabnya dapat berupa minyak atau debu pada permukaan, jenis adhesive yang tidak sesuai, permukaan kasar, pemasangan yang kurang baik atau jenis plastik dengan energi permukaan rendah seperti PP dan PE.

Bagaimana agar sticker menempel kuat di plastik?

Bersihkan dan keringkan permukaan terlebih dahulu, pilih adhesive yang cocok untuk jenis plastik tersebut, pasang dengan tekanan merata menggunakan rakel dan lakukan tes daya rekat.

Apakah semua sticker vinyl bisa ditempel di plastik?

Tidak selalu. Jenis adhesive berbeda-beda dan beberapa permukaan plastik lebih sulit direkatkan dibandingkan kaca atau logam.

Apakah sticker bisa menempel pada plastik PP?

Bisa, tetapi PP termasuk plastik dengan energi permukaan rendah sehingga pemilihan adhesive menjadi lebih penting. Gunakan bahan yang direkomendasikan untuk PP atau low surface energy surface.

Mengapa sticker menempel saat dipasang tetapi besoknya terlepas?

Kemungkinan terdapat kontaminasi pada permukaan, adhesive tidak cocok dengan plastik, tekanan pemasangan kurang, atau bagian tepi tidak merekat sempurna.

Apakah permukaan plastik harus dibersihkan sebelum ditempeli sticker?

Ya. Debu, minyak, wax, silikon dan kontaminan lain dapat menghambat kontak adhesive dengan permukaan plastik.

Apakah menggunakan heat gun membuat sticker lebih kuat?

Tidak selalu. Heat gun berguna untuk aplikasi tertentu, tetapi tidak dapat mengubah adhesive yang tidak cocok menjadi cocok untuk suatu jenis plastik.

Lebih baik sticker permanen atau removable untuk plastik?

Tergantung kebutuhan. Untuk label yang ingin digunakan dalam jangka panjang biasanya dibutuhkan adhesive permanen yang kompatibel dengan medianya. Jika sticker nantinya harus dilepas tanpa banyak residu, adhesive removable dapat lebih sesuai.(***)

0 Response to "Sticker Tidak Menempel di Plastik, Ini Penyebab dan Solusinya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel