Cara Memanaskan Mobil Matic yang Benar Seperti Ini, Lho!

cara-memanaskan-mobil-matic-yang-benar

Duh senangnya yang baru punya mobil. Sayangnya karena suatu alasan mobil matic lebih sering nongkrong di garasi. Apakah Anda sudah tahu cara memanaskan mobil matic?

Mungkin pernah atau sering ya mendengar teman satu klub membicarakan masalah cara memanaskan mobil matic. Persoalannya ialah, apakah yang didiskusikan itu menggunakan cara yang benar?

Kalau dari luar mobil adalah bodi mulus yang tak tampak kerumitan mesinnya. Padahal mobil itu tak ubahnya bagian tubuh manusia. Kadang ada yang sakit kalau terlalu lama beristirahat.

Penanganan yang salah bisa berakibat kerusakan pada bagian tertentu. Seyogyanya kerusakan kecil pada mobil matic tidak dianggap sesuatu yang biasa saja.

Jika cara memanaskan mobil matic salah dari awal, tidak menutup kemungkinan berpengaruh terhadap keadaan mobil untuk ke depan.

Percaya atau tidak, ada yang menyalakan mobil matic dengan cara keliru. Sehingga bukannya menjadikan mobil lebih awet, tapi justru menjadikan beberapa kerusakan pada komponennya.

Tentu kalian tidak menginginkan mobil matic kesayangan menjadi rusak hanya gara-gara keliru dalam cara memanaskan.

Cara Memanaskan Mobil Matic dengan Benar

Mobil manual tetap laku, namun mobil matic juga banyak penggemarnya. Hal ini karena memudahan yang ditawarkan penggunanya. Berkendara pun menjadi lebih gampang sejak kemunculan mobil matic.

1. Menyalakan Mesin

Tak ada jalan lain, ketika tujuan Anda ialah memanaskan mesin mobil matic, yang pertama kali dilakukan ialah menyalakan mesinnya. Tidak akan saya jelaskan di sini bagaimana caranya hehe. Bahkan jika itu mobil pinjaman, Anda pasti hafal di mana lubang kunci kontaknya dan bagaimana memutar kuncinya.

Yang harus Anda tahu, ketika mesin menyala maka sistem pelumas pada kendaraan akan mengalir. Dengan begitu, proses ini sekaligus menjaga kondisi mobil agar terhindar dari kerusakan.

2. Lama Memanaskan Mesin

Satu pemikiran tentang memanaskan mobil matic yang salah dan seharusnya tidak Anda tiru ialah soal lamanya. Ada yang beranggapan semakin lama memanaskan mobilnya maka akan semakin awet mesin mobil matic.

Padahal anggapan seperti itu salah kaprah, tujuan memanaskan mesin pada mobil agar oli bisa menyebar hingga ke seluruh komponen kendaraan.

Apabila mesin sebuah kendaraan sudah panas, hal itu menandakan bahwa mobil siap untuk kalian gunakan berkendara. Bahkan idealnya hanya memerlukan waktu 1-2 menit saja, maka oli sudah merata ke seluruh mesin.

3. Memainkan Pedal Gas

Satu lagi yang mungkin sering Anda denfar di pagi hari dari garasi rumah tetangga ialah bagaimana memanaskan mesin mobil matic dengan main pedal gas. Pasti terdengar beda, mesin yang dibiarkan menyala sendiri dengan hentakan pedal pada gas.

Menurut Wahyu dari Bengkel Kreatif Jaya Mandiri, Tanjungpinang, sebaiknya saat memanaskan mesin mobil matic biarkan saja pedal gas.

Pada intinya memanaskan mesin mobil matic ialah mengisi kembali daya pada aki. Kan akinya terkuras terkuras karena pemakaian komponen elektronik seperti alarm. 

"Memainkan pedal gas tidak akan mempengaruhi proses pemanasan mesin. Justru menurut saya hanya membuang-buang bahan bakar, lagi mahal lho," ungkap Wahyu kepada cuttingstickerupdate.com.

4. Lihat Pemakaian

Cara memanaskan mobil matic sebenarnya tidak perlu jika Anda mengemudikannya setiap hari. Misalnya mobil tersebut Anda gunakan berangkat kerja setiap hari.

Seperti dianjurkan oleh Wahyu, Anda tidak perlu memanaskan mesin mobil jika mobil tersebut masih rutin dipakai. Panaskan mesin mobil jika memang sudah lama tidak digunakan. 

"Sementara jika mobil Anda gunakan untuk aktivitas sehari-hari, maka tak perlu dipanaskan. Usai starter langsung bisa digunakan," ujarnya.

Namun ketika Anda pulang kampung dan meninggalkan mobil do garasi rumah, sebaiknya minta tolong yang di rumah. Memanaskannya cukup seminggu sekali.

Demikian artikel cara memanaskan mobil matic yang benar, semoga bermanfaat. ***

0 Response to "Cara Memanaskan Mobil Matic yang Benar Seperti Ini, Lho!"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel