Sejarah Motor King, Periode RX 100 - RX King Cobra

motor-king-1
Foto tangkapan layar Youtube Bang Rossi

Motor King bukan kendaraan keluaran kemarin sore. Yang bisa kalian beli di dealer asalkan punya uang. Ini sebenarnya motor lama, motor jadul, namun pesonanya masih menggoda sampai hari ini.

Padahal jika kita melongok sejarahnya, motor King sempat mendapatkan julukan yang kurang enak. Atau tepatnya sangat nggak enak didengar telinga, yaitu motornya penjambret.

Istilah ini mengemuka pada era 90-an di mana begal dan jambret sering memanfaatkan kekuatan dan raungan mesin motor King untuk beraksi. 

Kabarnya, para jambret memilih naik motor ini lantaran begitu gasnya ditarik langsung ngacir seketika. Karena motor King memang dibenami mesin dua tak dan mampu melakukan hal itu.

Garis Keturunan Motor King

Jadi motor King itu bukan lahir langsung memiliki sebutan sang raja. Sejarahnya lumayan panjaaaaang, tetapi jangan dilompat-lompati bacanya nanti nggak nemu cerita utuhnya.

1. Yamaha RX 100 (1977)

Pada tahun 1977, lahirlah sebuah sepeda motor yang diberi nama RX 100 oleh pabrikannya. Nggak ada yang begitu istimewa sebenarnya, karena dengan mesin dua tak hanya berkubikasi 100 cc.

Kekuatannya 11,5 dk dengan top speed 110 km/jam. Eh kalau dilihat dariu ngacirnya, lumayan kenceng juga nih motor kala itu. Ia memiliki sistem 4 percepatan.

Nah, yang biki para jejaka kemudian mengincar motor ini sebagai tunggangannya ialah cara meminum bahan bakarnya yang sangat irit. Bayangkan, hanya dengan mengisi satu liter bensin bisa dipakai untuk jalan 40 kilometer.

Apakah kalian pernah diceritain om atau pakdhe atau orang tua jika zaman dulu juga ada nama motor RX 125 Twin?

Coba tanya orang-orang King, mereka pasti nggak banyak yang tahu. Padahal kendaraan ini juga lahir di Indonesia pada tahun 1976.

Usut punya usut, ternyata RX 125 Twin nama aslinya adalah RD125. Ia diganti saja namanya menjadi RX 125 Twin saat dijual di pasar Indonesia.

2. Yamaha RX 125 (1979)

Generasi motor King kedua setelah RX 100 ialah RX 125. Ini bukan yang Twin tadi loh, melainkan yang satu silinder.

Motor ini dibekali daour pacu mesin dua tak dengan kubikasi asli 123 cc yang bisa mendorong laju motor hingga 13 dk.

Secara prinsipil, nggak ada yang jaug berbeda dengan pendahulunya. Percepatanya juga masih sama, di 4 percepatan.

3. Yamaha RX-K (1980)

Kemudian pada 1980 di jalanan Indonesia mulai meluncur RX-K. Ini nih yang disebut-sebut bayinya RX-King. Pada zaman ini, motor King ini sudah dipasang mesin berkekuatan 135 cc.

Power maksimal 17,5 dk dan bisa diajak kabur sampai 150 km/jam. Bayangin saja deh, nggak usah coba di jalanan. Tahun 1980 sudah mampu ngacir sekencang itu, wah!

Yamaha RX-K ini merupakan CBU dari Jepang, nggak heran kan jika memang memiliki kedok lampu alias bikini fairing.

Sama pabrikannya, tentu berharap motor ini laku kencang. Tetapi kebutuhan pasar nggak bisa dikira-kira, karena ternyata penjualannya lesu. Ia hanya mampu unjuk gigi hingga 1983.

4. Yamaha RX-S (1981)

Sampai di sini kalian pasti bertanya dalam hati, busyet hanya dalam rentang waktu sekian tahun entah sudah ada berapa varian motor King di pasaran.

Usai mengeluarkan RX-K, Yamaha kembali meluncurkan RX-S yang punya kubikasi 115 cc.

Sama seperti RX-K, Yamaha RX-S juga didatangkan langsung dari Jepang dari tahun 1981 hingga 1983.

5. Yamaha RX Special (1983)

Pabrikan Yamaha di Jepang nggak butuh waktu lama untuk memproduksi keluarga King. Nyatanya pada 1983 diluncurkan RX Special.

Ceritanya nggak jauh beda dengan RX-K yang menjadi RX-King, ternyata RX-Special memang pengembangan dari RX-S. Mesin yang dipakai untuk RXS dan RX Special pun sama.

6. Yamaha RX King Cobra (1983)

Dan akhirnya si kobra datang. Yamaha tahu benar apa yang ditunggu anak motor di Indonesia, dengan menjual RX King Cobra. Kelahirannya yang memang sudah ditunggu akhirnya membuat motor King ini langsung menjadi idola.

Pembuatannya juga nggak asal-asalan. Kabarnya Yamaha sampai membuat sebuah tim untuk melakukan survei ke berbagai daerah.

Mengapa generasi pertama dari Yamaha RX-King diberi julukan Cobra? Karena bentuk setang dan tangkinya. Di sini ada perpaduan, mesin dua taknya masih rakitan Jepang, sedangkan rangkanya rakitan Indonesia.

Soal spesifikasi mesinnya, 135cc dengan power maksimal 18,2 dk dan torsinya 15,1 Nm di 8.000 RPM.

Dengan sejarah dan spesifikasinya itu, membuat motor dengan kode Y1-Y2 ini menjadi incaran pebengkel dan kolektor. (bersambung)

0 Response to "Sejarah Motor King, Periode RX 100 - RX King Cobra"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel