Intimidasi Pengawal Menteri Perhubungan ke Wartawan, Menhub dan Gubernur Kepri Minta Maaf

kasus-pengawal-menteri-perhubungan
Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Karo Humas Protokol dan Penghubung Pemprov Kepri Hasan menjumpai perwakilan wartawan di Batam untuk meminta maaf atas insiden pengawal Menteri Perhubungan. Foto - humas kepri via suarasiber.com

CSU - Menteri Perhubungan Indonesia, Budi Karya Sumadi datang ke Provinsi Kepulauan Riau, Kamis (17/9/2021). Namun sayangnya ada pengawal Menhub yang berlaku kasar terhadap wartawan yang sedang melakukan peliputan.

Wartawan yang medapatkan intimidasi tersebut ialah Kontributor Liputan6.com di Batam, Ajang Nurdin. Kala itu Ajang hendak wawancara door to door kepada Menteri Perhubungan usai meninjau rumah susun BP Batam.

Namun, tiba-tiba lehernya dipegang oleh seorang pengawal Menhub. Disusul pengawal lain yang memiting sembari menyeret Ajang menjauh dari rombongan menteri.

Atas insiden tersebut, Pemimpin Redaksi Liputan6.com, Irna Gustiawati sangat menyayangkan tindakan intimidasi tersebut.

“Selama ini kerja jurnalistik oleh tim kami terkait dengan kegiatan dan program Kemenhub tidak ada masalah, mengapa sampai ada insiden ini,” katanya, dikutip dari Merdeka.com, Jumat (17/9).

Pihaknya akan menindaklanjuti kejadian itu sesuai prosedur dan mekanisme yang ada. Langkah ini perlu dilakukan untuk menjaga kebebasan pers secara umum dalam menjalankan peran dan fungsinya sesuai undang-undang.

Sikap Tegas AJI Batam

Ketua Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) Batam, Slamet Widodo, mengecam intimidasi tersebut. Menurutnya, semua pihak harus menghormati kerja jurnalis sesuai dengan Undang-Undang Pers. AJI Batam pun segera menyatakan sikap:

1. Mengecam intimidasi yang dilakukan secara arogan oleh oknum pengamanan Menteri Perhubungan terhadap Ajang Nurdin kontributor Liputan6.com.

2. Mengimbau semua pihak untuk menghargai, memahami kerja-kerja jurnalisme dan menghormati kebebasan pers di Batam, dan di seluruh Indonesia secara umum. Dalam menjalankan tugasnya jurnalis dilindungi oleh undang-undang. Pasal 18 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan,

“Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. Penghalang-halangan upaya jurnalis untuk mencari dan mengolah informasi pun, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.”

3. AJI Batam menegaskan jurnalis harus dilindungi dalam melaksanakan tugas peliputan demi mencari kebenaran yang hakiki bagi masyarakat, meskipun mendatangkan kebencian dari pihak tertentu.

Minta Maaf ke Wartawan

Kementerian Perhubungan melalui juru bicaranya, Adita Irawati menyampaikan permohonan maaf kepada awak media yang mendapatkan perlakuan tidak menyenangkan tersebut. Juga kepada wartawab lain yang ada di lokasi.

“Kami memohon maaf pada awak media  atas ketidaknyamanannya. Kami telah melakukan evaluasi internal dan Menteri Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada tim pengamanan di lapangan,” ujar Adita seperti dikutip dari suarasiber.com.

Adita juga menambahkan bahwa pihaknya selama ini selalu berupaya  melakukan pengamanan dengan pendekatan yang humanis. Dan insiden ini akan menjadi masukan  untuk terus melakukan perbaikan ke depan.

Permintaan maaf juga dilakukan oleh Gubernur Kepri H Ansar Ahmad SE MM.

“Kami memohon maaf kepada awak media  atas ketidaknyamanan akibat kejadian tersebut. Kami telah melakukan evaluasi internal.

Dan Menteri Perhubungan telah memberikan teguran keras kepada tim pengamanan di lapangan,” kata Ansar yang didampingi Karo Humas Protokol dan Penghubung Pemprov Kepri Hasan SSos.

Gubernur Kepri langsung bertemu dengan sejumlah organisasi pers seperti Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Batam, IJTI Ikatan Jurnalis TV Indonesia (Kepri) dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) untuk meminta maaf. ***

0 Response to "Intimidasi Pengawal Menteri Perhubungan ke Wartawan, Menhub dan Gubernur Kepri Minta Maaf"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel