Kisah Toifin, Mantri Berjiwa Sosial yang Berjuang Ingin Dirikan RSI

mochammad toifin
Mochammad Toifin alias Pajk Mantri di lahan yang rencananya untuk didirikan Rumah sakit Islam. Foto - istimewa

Mochammad Toifin sudah menghabiskan 26 tahun untuk melayani pasien untuk dikhitan. Lelaki yang dipanggil Mantri ini juga getol melakukan sunat massal untuk anak yatim dan kurang mampu. Keinginannya: mendirikan Rumah Sakit Islam di Kota Batam.

Cita-cita itu sudah mengendap dalam hati Toifin lama. Hingga kini, dari hasil jerih payahnya bekerja ia sudah membeli sebidang tanah seluas setengah hektar.

Lokasinya di Kampung Tua Tanjungbuntung, Kecamatan Bengkong, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau. Masih baru berupa tanah, belum ada bangunan rumah sakitnya atau tiang pancang.

Namun Toifin sudah menyiapkan mess untuk karyawan. Dengan mendirikan mess ia tersemangati untuk tetap bercita-cita membangun Rumah Sakit Islam. Ada enam mess berbentuk rumah dengan tipe 45.

lahan-bakal-rumah-sakit-islam
Lahan yang direncanakan untuk lokasi Rumah Sakit Islam yang digagas Toifin. Foto - istimewa

Aksi sosial Toifin rupanya tidak hanya dilakukan di Batam. Di kampung halamannya, Batang, Jawa tengah ia menghibahkan tanahnya di daerah Plelen dekat rest area 379-A Simpang Susun Tol Gringsing, Batang, Semarang, Jawa Tengah untuk rumah sakit.

Di Bengkong, Kota Batam, Toifin mulai membantu orang sejak tahun 1995. Awalnya ia membuka praktik sunat untuk warga sekitarnya dengan pembayaran seikhlasnya. Kebaikan mantri ini dalam waktu singkat terdengar luas.

Bersama temannya, salah satunya Dwianto, digagas sunat massal untuk membantu anak yatim dan anak dari keluarga tidak mampu agar bisa disunat.

Sunat massal ini belakangan tak hanya diikuti warga Bengkong, melainkan sudah sampai Batuaji, Nongsa dan wilayah lain di Kota Batam.

Karena kebutuhan sunat massal semakin tinggi, agar kegiatan sosialnya tetap jalan, kira-kira sebulan lalu Toifin berembuk dengan sahabat-sahabatnya dan mendirikan yayasan. Ide itu kemudian dibawa ke notaris dan lahirlah Yayasan Jawa Melayu Madani yang diketuai oleh Abdul Malik SE, belum lama ini.

Sebelumnya Toifin membentuk Perkumpulan Jawa Muda (Perjamu) Madani sebelum ke yayasan. Belum sebulan dibentuk Perjamu Madani, sudah hampir 100 anak yang mengikuti sunat massal. Pertama di Kampung Tanjunguma, kedua di Batuaji, Tanjungucang yang baru saja dilakukan pekan lalu.

Toifin sadar, untuk membangun sebuah Rumah Sakit Islam tentu membutuhkan biaya yang besar. Karena itulah ia menggagas berdirinya yayasan sehingga ada yang menaungi. Pihaknya juga sangat terbuka jika ada pihak lain ingin bergabung untuk mewujudkan pembangunan rumah sakit.

mess-karyawan-rumah-sakit-islam
Mochammad Toifin bahkan sudah menyiapkan mess untuk karyawan Rumah Sakit Islam yang baru akan dibangun. Foto - istimewa

Tentang sumber daya manusia (SDM), Toifin pun sudah merencanakannya. Bahkan sejumlah dokter umum serta spesialis sudah ada.

”Artinya anak-anak kami baik secara pribadi maupun pengurus lain yang lain sudah ada yang lulus kedokteran. Ada dokter umum, gigi dan lainnya, Juga apoteker dan profesi kesehatan lain," tuturnya belum lama ini.

Sementara cita-cita membangun rumah sakit terus jalan, roadshow sunat massal Perjamu Madani juga tak terhenti. Tak hanya bagi masyarakat Kota Batam. Kabupaten atau kota lain di Kepri yang menghubungi Perjamu Madani untuk permintaan sunat massal akan dilayani.

"Mohon doa restu dari masyarakat agar pembangunan rumah sakit Islam terwujud. Namun kami hanya merencanakan, Allah yang menentukan akhir ceritanya," tutur Toifin. ***

Ingin Membantu?

atau

Ingin Tahu Lebih Jauh?

0 Response to "Kisah Toifin, Mantri Berjiwa Sosial yang Berjuang Ingin Dirikan RSI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel