Chart Candle dan Cara Membacanya Secara Akurat

chart-candle

Chart candle atau grafik candle adalah data historis yang ada dalam setiap kegiatan trading. GRafik yang menyajikan informasi harga ini digunakan untuk open posisi buy atau sell.

Apa pun platform trading yang kalian gunakan, pergerakan harga akan tampil dalam bentuk naik-turunnya chart candle. Data historis tersebut menjadi modal untuk melakukan analisis secara teknikal.

Sebenarnya ada bermacam bentuk chart candle dengan segala kelebihan serta kekurangannya. Diantaranya yang cukup banyak digunakan ialah candlestick.

Candlestick sangat mudah dikenali karena bentuknya yang menyerupai batang lilin. Indikator chart candle ini dipakai untuk menganalisis pergerakan saham, forex, hingga komoditas. 

Sayangnya tidak jarang kalian yang terjun sebagai trader pemula justru kesulitan dan bingung. Padahal, ada caranya agar kalian bisa membacanya dengan lebih simpel namun akurasinya tinggi.

Mengenal Candlestick Chart

Trader yang sukses diawali dengan belajar mengenali karakteristik candlestick sebelum membacanya.

Ketahuilah, anatomi yang menyerupai batang lilin bukan gambar belaka sebagai. Namun lebih jauh lagi, di situlah citra dari elemen-elemen penting dalam saham diperlihatkan.

Coba kalian lihat gambar di bawah ini dengan seksama.

chart-candle-2

Dari gambar tadi sebenarnya menggambarkan dinamika Open High Low Close (OHLC) dalam kurun waktu tertentu. 

Lihat dan perhatikan, garis yang ada di atas batang lilin merepresentasikan harga tertinggi (high) dan dijuluki upper shadow.

Dan sebaliknya, garis di bawah batang lilin mewakili harga terendah (low), sehingga disebut lower shadow. Garis tadi ada juga yang menyebutnya dengan sumbu.

Bodi atau batang lilin tak lain adalah perwujudan dari harga saat dibuka dan harga penutupan. Jika lilin berwarna merah, artinya harga penutupan lebih rendah dari harga saat dibuka. Namun, jika lilin berwarna hijau, itu artinya harga penutupan lebih tinggi dari harga pembukaan.

Sejarah Chart Candlestick

Sudah saya singgung dalam artikel sebelumnya, Candlestick Trading yang Wajib Diketahui Trader Pemula, lilin ini dikenalkan oleh Munehisa Honma.

chart-cadle-4

Ia adalah warga negara Jepang yang tak lain seorang trader komoditas beras pada abad ke-18. Setiap hari, ia mencatat pergerakan harga beras di atas perkamen padi. 

Saat menyadarinya, ia menemukan ada pola yang berulang-ulang dari balok-balok harga yang digambarnya.

Honma sering menulis tentang hukum-hukum trading. Metode yang ia kembangkan mengalami kemajuan dan perubahan menjadi grafik Candlestick yang kalian kenal hingga sekarang.

Teknik ini sampai ke barat berkat keterlibatan Steve Nison yang memiliki kenalan pialang berkebangsaan Jepang, pada tahun 1987. Nison pun mengarang buku Japanese Candlestick Charting Techniques. Bukunya menjadi best seller di berbagai penjuru dunia.

Apa Keunggulan Chart Candle Ini?

Ada perlunya juga dijelaskan di sini tentang keunggulan candestick ini.

  • Menurut pengakuan sejumlah trader, tampilan lilin jepang ini lebih nyaman dipandang mata. Karenanya banyak yang menggunakannya saat bertrading.
  • Candlestick tidak hanya menunjukkan fluktuasi harga saham, tetapi juga memberikan sinyal terkait perubahan harga di masa depan.
  • Pada dasarnya, cara membaca Candlestick cukup mudah. Tidak ada yang mengatakan harus mempelajari puluhan pola, cukup dengan mengenali elemen-elemennya.
  • Candlestick mampu menampilkan psikologi pasar secara jelas. Keuntungannya, kalian sebagai trader bisa mengidentifikasi pihak mana yang mendominasi, pembeli atau penjual. Cukup hanya dengan mengamati ukuran body dan sumbunya.

Chart Candle dan Cara Membacanya Secara Akurat

chart-candle-3

Kalian asumsikan dinamika harga terjadi akibat kompetisi antara penjual dan pembeli. 

Setiap elemen lilin menunjukkan pihak mana yang unggul, siapa yang mengalah, siapa yang memegang kendali, dan pihak mana yang memiliki peluang besar untuk  pemenangnya kemudian.

Baca keterangan di bawah ini jika ingin membaca chart candle secara simpel dan akurat.

1. Ukuran Badan 

Lewat pengamatan bada bodi, kalian bisa mendapatkan informasi mengenai kekuatan masing-masing pihak. 

Jika badan memanjang, berarti momentum sedang menguat. Namun, jika badan mengecil, maka momentum juga makin melemah dan pelan.

2. Panjang Sumbu 

Panjang sumbu atau ekor Candlestick berkaitan dengan volatilitas harga. Sumbu panjang mengindikasikan harga yang bergerak cepat selama durasi Candlestick, tetapi mendapat penolakan akibat adanya perlawanan.

3. Rasio antara Panjang Badan dan sumbu

Pada saat pasar mengalami tren dengan momentum tinggi, kalian akan sering dihadapkan pada candlestick berukuran panjang tetapi dengan sumbu yang lebih kecil. 

Saat kondisi pasar mengalami ketidakpastian, volatilitas akan meningkat. Pada momen ini, badan candlestick akan mengecil dengan sumbunya yang justru lebih panjang.

4. Posisi Badan Candlestick

Bila kalian menemukan batang lilin bersumbu panjang dengan posisi badan yang berada di salah satu ujungnya, berarti mengindikasikan perlawanan.  

Sementara itu, posisi batang lilin yang berada di tengah sumbu bawah dan sumbu atas mengindikasikan pasar dalam ketidakpastian.

Referensi tentang candlestick bisa saja kalian pelajari dari berbagai media. Youtube, blog seperti ini atau belajar langsung ke trader.

Yang harus kalian ingat, pengetahuan tentang elemen candlestick harus diutamakan. Tiada yang lebih simpel dan akurat membaca chart candle selain dengan menguasai elemen-lemennya.

Semoga penjelasan tentang candlestick ini bermanfaat. ***

0 Response to "Chart Candle dan Cara Membacanya Secara Akurat"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel