Bedanya Tumor dan Kanker dari Gejala dan Pengobatan

bedanya-tumor-dan-kanker

Ada yang sangat menakutkan ketika mendengar seseorang terkena tumor atau kanker. Istilah keduanya seolah-olah mewakili penyakit yang mematikan.

Padahal tidaklah demikian pada kenyataannya. Parahnya, tak sedikit juga yang mengira kalau keduanya adalah satu hal yang sama. 

Padahal, tumor bisa bersifat non-kanker dan kanker juga bisa saja terjadi tanpa kehadiran tumor atau pembentukan benjolan di tubuh.

Mengulangi artikel sebelumnya tentang beda kanker dan tumor, yuk kita ulangi lagi sebagai pandahuluan;

Menurut definisi dari International Cancer Institute, tumor adalah benjolan massa jaringan halus abnormal, yang terbentuk karena sel membelah diri lebih dari seharusnya atau tidak mati ketika sudah waktunya. 

Tumor bisa bersifat jinak (tidak berbahaya) atau ganas (kanker). Nah, tumor jinak ternyata tidak menyebar dan sangat jarang bersifat mengancam jiwa seseorang, tapi bisa menekan organ atau jaringan lain kalau berkembang terlalu besar.

Kanker sebenarnya adalah istilah untuk menggambarkan lebih dari 100 penyakit berbeda. Kesamaannya adalah semua penyakit ini disebabkan oleh kerusakan DNA yang membuat sel abnormal membelah diri tak terkendali. 

Sel kanker bisa menyebar ke bagian tubuh lain dengan cepat melalui darah dan sistem getah bening. Meski kanker biasanya berawal dari tumor ganas.

Tetapi ada juga jenis kanker yang tidak mengikuti pola ini, seperti leukimia yang bersirkulasi dan tumbuh dalam darah dan organ pembentuk darah.

Bedanya tumor dan kanker bisa dijelaskan melalui beberapa hal. Kali ini akan dibahas perbedaannya dilihat dari gejala dan pengobatannya.

Dilihat dari Gejala

Sobat semua, gejala tumor lazimnya sangat bergantung pada di mana ia tumbuh atau lokasi. Karena tumor yang berukuran besar kemungkinan bisa memengaruhi dan menekan struktur di sekitarnya. 

Jika kalian pernah mendengar tumor jinak di otak, maka akibat yang dirasakan penderitanya beragam.

Ia bisa merasakan sakit kepala, gangguan visual, serta masalah ingatan. Sementara kondisinya akan lebih parah jika seseorang mengalami gejala kanker, karena mempengaruhi organ tubuh. 

Gejala kanker paling umum dapat disebutkan sebagai berikut:

  • Sakit dada, batuk dan napas yang pendek
  • Kehilangan berat badan tanpa alasan
  • Perubahan kebiasaan buang air
  • Perubahan warna atau ukuran tahi lalat
  • Pendarahan berlebih. Selain biasanya timbul darah dalam dahak, air seni atau feces, peluang penderita mengalami memar dan mimisan juga ikut meningkat.

Dilihat dari Pengobatan

Jenis tumor jinak yang bersifat asimtomatik (tidak menimbulkan gejala khusus) pada intinya tidak membutuhkan penanganan atau pengobatan khusus.

Hanya, ketika ia tumbuh membesar dan terasa mengganggu serta menekan bagian di sekitarnya, ya harus ditangani secara medis.

Kalian bisa mengatasinya dengan apa yang disbut dengan endoskopi. Hal ini jauh berbeda dengan pengobatan kanker, yang fokus untuk menghancurkan sel kanker, mencegah penyebaran ke organ lain, serta menyelamatkan sel normal sebanyak mungkin. 

Berikut ini sejumlah metode utama untuk menangani kanker:

  • Pengangkatan jaringan halus kanker melalui operasi.
  • Obat kemoterapi untuk menghancurkan sel kanker yang berkembang dengan cepat.
  • Penghancurkan sel kanker dengan radioterapi.
  • Terapi tertarget untuk memilih elemen spesifik sel kanker.
  • Terapi elektromagnetik atau Tumor Treating Fields (TTFields). Terapi ini menggunakan alat untuk mendeteksi sel kanker yang membelah dengan cepat, lalu menciptakan bidang elektrik alternatif untuk menghancurkan sel tersebut.

Pengobatan Kanker

Dilansir dari mountelizabeth.com.sg, ada tiga cara yang umum dilakukan untuk mengobati kanker adalah operasi, kemoterapi dan terapi radiasi.

Operasi

Tumor dapat dibuang secara langsung melalui operasi, terutama pada stadium dini untuk beberapa kanker. Ini biasanya dianggap sebagai cara yang paling efektif untuk mengurangi jumlah sel kanker pada tubuh.

Kemoterapi

Kemoterapi adalah penggunaan obat-obatan untuk menghancurkan atau membatasi pertumbuhan sel-sel kanker. Seringkali disebut sebagai “kemo”, ia juga digunakan untuk membersihkan sel-sel kanker yang masih tersisa pada tubuh pasien setelah menjalani operasi atau terapi radiasi. 

Bila kemoterapi tidak dilakukan, sel-sel kanker yang telah menyebar ke bagian lain dalam tubuh dapat terus berkembang dalam tubuh pasien. Hal ini akan menyebabkan penyakit kambuh kembali pada bagian tubuh yang berbeda dan seringkali muncul sebagai kanker stadium lanjut.

Kemoterapi juga cukup merugikan karena banyak efek samping yang mungkin terjadi, yang dapat mempengaruhi kualitas hidup pasien. Ini meliputi hilangnya nafsu makan, mual, timbulnya luka, kelelahan, rambut rontok, diare dan kerusakan saraf.

Terapi Radiasi

Terapi radiasi adalah penggunaan radiasi untuk membunuh sel-sel kanker pada area kecil yang ditargetkan. Terapi ini juga dapat digunakan untuk memperkecil tumor sehingga kemudian dapat dibuang melalui operasi.

Pilihan pengobatan yang ideal dipilih berdasarkan lokasi tumor, stadium kanker dan faktor lainnya yang terkait dengan pasien. Dokter dapat merekomendasikan penggunaan strategis dari pengobatan kemoterapi untuk membunuh sel-sel kanker, suatu kombinasi antara kemoterapi dan terapi radiasi untuk mencegah kanker menyebar ke bagian tubuh lainnya atau cara kombinasi yang lain.

Dengan kemajuan di bidang medis belakangan ini, rumah sakit menawarkan pengobatan seperti Terapi Radiasi Intensitas Termodulasi (IMRT), yang dapat menargetkan radiasi dosis tinggi langsung pada sel-sel kanker, sementara jaringan sehat di sekitarnya terpapar seminimal mungkin, sehingga menghasilkan pengobatan yang lebih efektif dan efek samping yang lebih sedikit.

Semoga artikel Bedanya Tumor dan Kanker dari Gejala dan Pengobatan ini membantu dan bermanfaat. ***

0 Response to "Bedanya Tumor dan Kanker dari Gejala dan Pengobatan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel