Vaksin Moderna, Uji Klinis, Efek Samping dan Penggunanya

vaksin-moderna-1
Sumber foto - pixabay.com

Vaksin Moderna untuk membentengi tubuh manusia dari Covid-19 sudah mulai didistribusikan untuk umum. Sebelumnya hanya disuntikkan kepada tenaga kesehatan (nakes) sebagai booster atau pihak ke tiga.

Pemerintah Indonesia telah menerima hibah vaksin COVID-19 Moderna dari Covax Facility sebanyak 8 juta dosis.

Dikutip dari alodokter, vaksin moderna atau mRNA-1273 (messenger RNA) dikembangkan sejak Januari 2020 oleh Moderna and Vaccine Research Center at the National Institute of Allergy and Infectious Disease (NIAID) di Amerika.

Vaksin moderna tidak menggunakan virus yang dilemahkan atau dimatikan, akan tetapi memanfaatkan komponen materi genetik. Komponen tadi membuat sistem kekebalan tubuh memproduksi spike protein yang merupakan bagian dari permukaan virus Corona.

Selanjutnya spike protein akan memicu sistem imun untuk menghasilkan antibodi yang bisa melindungi tubuh saat terinfeksi virus Corona.

Tahapan Pembuatan Vaksin Moderna

Melansir sehatq, kalian harus tahu jika vaksin ini salah satu vaksin corona yang paling cepat mencapai uji klinis fase I. Vaksin MOderna hingga saat ini paling banyak digunakan di dunia.

Yuk baca seperti apa tahapan pembuatannya sehingga kemudian didistribusikan ke sejumlah negara:

1. Uji Klinis Fase I

Pada Maret 2020, uji klinis dilakukan terhadap 45 orang dewasa sehat yang dibagi tiga kelompok. Semua disuntik dua kali.

Kelompok pertama mendapatkan vaksin dengan dosis 25 mikrogram. Sementara itu, kelompok kedua memperoleh dosis 100 mikrogram, dan kelompok ketiga menerima dosis 250 mikrogram.

Pada uji coba tersebut, semua relawan yang mengikutinya berhasil membangun antibodi terhadap virus penyebab Covid-19.

Penelitian tentang vaksin ini sendiri sudah dimulai ketika Covid-19 masih mewabah di Tiongkok. Pada Januari 2020 perusahaan pembuatnya mulai mendapatkan susunan genetik dari novel coronavirus.

2. Uji Klinis Fase I

Pada Mei 2020 dilaksanakan tahaoan ini, diikuti 600 relawan. Sama seperti uji klinis fase pertama, relawan dibagi tiga kelompok.

Kelompok pertama diberikan vaksin dengan dosis 50 mikrogram, kelompok kedua dengan dosis 100 mikrogram, dan kelompok ketiga mendapat plasebo atau ‘vaksin kosong’.

3. Uji Klinis Fase III

Pada tahapan ini jumlah rewalan membengkak menjadi 30 ribu orang di Amerika Serikat. Tahapan ini dilaksanakan pada Juli 2020.

Mereka disuntik dengan dosis 100 mikrogram, dan dosis tambahan yang sama 29 hari selanjutnya. 

Berdasarkan data uji klinis fase III tanggal 21 November 2020, efikasi vaksin ini untuk mencegah infeksi Covid-19 yang parah adalah sebesar 94,1% untuk populasi usia 18 hingga di bawah 65 tahun dan 86,4% untuk orang usia 65 tahun ke atas.

Efek Samping Vaksin Moderna

vaksin-moderna-3
Bantuan vaksin Moderna dari Amerika Serikat kepada Indonesia dilakukan dalam beberaoa kali pengiriman. Foto - unicef.org

Pertanyaan yang paling sering ditanyakan di forum seperti komunitas di media sosial ialah efek sampingnya. Sebelumnya masyarakat mendapatkan kabar jika vaksin aztrazenecca memiliki efek yang lebih terasa ketimbang Sinovac.

Lalu bagaimana dengan efek samping vaksin Moderna? Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito dalam keterangannya di sejumah tayangan televisi mengatakan vaksin ini juga memiliki efek samping.

Yang paling sering dirasakan ialah nyeri, kelelahan, nyeri di tempat suntikan, nyeri otot, nyeri sendi dan pusing. 

Sementara dikutip dari cnn, doktor dan ahli molekuler dan biologi seluler dari Universitas Adelaide, Australia, Ines Atmosukarto mengatakan efek vaksin moderna tak jauh beda dengan vaksin Covid-19 lainnya.

Ia memyebutkan rasa tidak enak, panas, ngilu, meriang. Namun tersebut sifatnya sementara dan akan hilang setelah 24-48 jam usai penyuntikan.


Sedangkan ahli patologi klinis dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta Tonang Dwi Ardyanto seperti dilansir dari kompas mengatakan efek sampingnya. 

Masyarakat umum yang mendapatkan suntikan vaksin moderna hampir merasakan peradangan, bengkak, dan nyeri di tempat bekas suntikan.

Badan kesehatan dunia atau WHO juga mengeluarkan pernyataan efek yang ditimbulkan dari pemakaian vaksin Moderna, yaitu sebagai berikut:

  • Nyeri, bengkak atau kemerahan di tempat suntikan
  • Kelelahan
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot atau sendi
  • Panas dingin
  • Mual dan muntah
  • Demam

Sudah Kantongi Izin

Vaksin moderna yang dibuat oleh perusahaan farmasi di Amerika Serikat sudah tiba di Indonesia. Masyarakat diimbau tidak perlu takut divaksin jenis ini karena sudah melewati uji klinis.

Di Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) memberikan izin dengan menyebutkan vaksin Moderna memiliki efikasi sebesar 94,1 persen dan aman untuk kelompok populasi masyarakat dengan komorbid atau penyakit penyerta

Secara internasional, vaksin Moderna sudah mendapatkan Emergency Use of Authorization (EUA) dari badan obat dan makanan Amerika Serikat, FDA. Moderna bisa diberikan pada individu berusia 18 tahun ke atas dengan syarat-syarat tertentu.

Vaksin Moderna untuk Siapa

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 dari Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi dalam berbagai kesempatan seperti dialog di media elektronik sudah menjelaskan hal ini.

Menurutnya vaksin Moderna dosis satu dan dua dapat digunakan untuk masyarakat umum. Namun, penggunaannya hanya untuk mereka yang berusia di atas 18 tahun. 

Sementara penyuntikan vaksin ini kepada masyarakat umum dilaksanakan, penyuntikan untuk tenaga kesehatan sebagai dosis ke tiga atau booster tetap diberikan.

Peringatan Sebelum Divaksin Moderna

vaksin-moderna-2
Sumber foto - pixabay.com

Ada sejumlah hal, seperti dikutip dari alodokter, bagi kalian yang akan menerima vaksin Moderna, diantaranya:

  • Jangan takut memberitahukan riwayat alergi yang kalian miliki kepada dokter. Vaksin Moderna tidak boleh diberikan kepada orang yang alergi terhadap zat yang terkandung dalam vaksin ini.
  • Vaksin Moderna ditujukan pemakaiannya untuk orang dewasa di atas 18 tahun. Sementara untuk orang di bawah 18 tahun bekum diketahui keefektifannya.
  • Vaksin Moderna tidak dianjurkan untuk disuntikkan kepada orang yang sedang menderita demam atau terpapar corona.
  • Jangan sembunyikan rahasia jika kalian menderita sistem imun lemah atau sedang menggunakan obat imunosupresan.
  • Beri tahu dokter jika kalian pernah atau sedang sedang menderita kelainan darah, penyakit jantung, penyakit autoimun, diabetes, kanker, HIV/AIDS, TBC, penyakit paru, penyakit ginjal, radang sendi, atau penyakit saluran pencernaan.
  • Sampaikan ke dokter jika kalian sedang menjalani cuci darah atau baru saja menjalani transplantasi organ.
  • Katakan kepada dokter jika kalian telah menerima vaksin Covid-10 lain.
  • Jangan tutupi jika kalian tengah hamil, menyusui, atau merencanakan kehamilan. Belum diketahui efektivitas dan keamanan pemberian vaksin ini pada kondisi tersebut.
  • Jika dokter bertanya obat apa yang sedang kalian konsumsi, sebutkan mereknya. Termasuk suplemen dan produk herbal.
  • Dan jangan sungkan untuk segera menemui dokter jika kalian mengalami reaksi alergi setelah menerima vaksin Moderna.
Di blog ini kalian juga bisa mendapatkan informasi soal kendaran yang tengah marak dibicarakan, tips berguna, obat herbal, bantuan sosial dan peluang usaha stiker cutting.

Demikian penjelasan tentang Vaksin Moderna, Sejarah, Efek Samping dan Penggunanya. Semoga bermanfaat bagi kalian. ***


0 Response to "Vaksin Moderna, Uji Klinis, Efek Samping dan Penggunanya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel