Puasa Ayyamul Bidh, Bacaan Niat dan Keutamaannya

puasa-ayyamul-bidh

Puasa ayyamul bidh merupakan puasa sunnah yang diajarkan Rasulullah Muhammad SAW. Puasa ini dilaksanakan setiap tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah.

Rasulullah tidak pernah meninggalkan Puasa Ayyamul Bidh. Hal ini seperti dalam hadits riwayat Imam An Nasai berikut,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا يُفْطِرُ أَيَّامَ الْبِيضِ فِي حَضَرٍ وَلَا سَفَرٍ

Artinya: Rasulullah SAW biasa berpuasa pada ayyamul bidh ketika tidak bepergian maupun ketika bersafar.(HR. Imam An Nasai nomor 2347).

Mengapa disebut dengan puasa Ayyamul Bidh? Karena dalam tiga hari tersebut bertepatan dengan kehadiran bulan yang bersinar terang.

Bulan yang posisinya sempurna ini membuat langit malam tampak putih bercahaya.

Dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslim oleh Ust M Syukron Maksum, puasa Ayyamul Bidh atau yang biasa disebut puasa Hari-hari Putih dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 Hijriyah tiap bulannya.

Perlu diketahui, bulan Muharram adalah bulan pertama pada penanggalan Hijriyah.

Pada bulan ini ada anjuran melaksanakan puasa Sunnah, salah satunya ya puasa Ayyamul Bidh. Jadwal puasa ini di bulan Muharram 1443 H jatuh pada 22, 23 dan 24 Agustus 2021.

Buya Yahya dalam ceramahnya di YouTube pada 7 September 2019 silam mengatakan, bagi umat Islam yang masih memiliki utang puasa Ramadan bolah menggabungkannya dengan puasa Ayyamul Bidh di bulan Muharram.

Video Buya Yahya tersebut berjudul : Bolehkah Puasa Sunnah Muharram Tetapi Masih Punya Utang Puasa Wajib.

Niat Puasa Ayyamul Bidh

Seperti kegiatan ibadah lainnya dalam agama Islam, bagi muslim yang ingin melaksanakan puasa Ayyamul Bidh juga harus melafazkan niat.

Nah, niat untuk berpuasa Ayyamul Bidh adalah sebagai berikut:

نَوَيْتُ صَوْمَ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلهِ تَعَالَى

Arab latin: Nawaitu Sauma Ayyaamal Bidh Sunnatan Lillaahi Ta'ala.

Artinya: Saya niat puasa Ayyamul Bidh, sunnah karena Allah ta'ala.

Keutamaan Puasa Ayyamul Bidh

Keutamaan berpuasa ini ada beberapa. Yang pertama ialah dari hadis riwayat Imam Bukhari dari Abdullah bin 'Amr bin Al 'Ash, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

Artinya: Puasa tiga hari di setiap bulannya adalah seperti berpuasa sepanjang tahun. (HR. Imam Bukhari).

Selain itu, keutamaan berpuasa Ayyamul Bidh juga diriwayatkan dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ « هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ »

Artinya: Rasulullah SAW biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).

Dan beliau bersabda : Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun. (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434)

Terkait Kisah Nabi Adam

Puasa Ayyamul Bidh dimaknai puasa pada 3 hari bulan bersinar terang, sehingga malam tampak putih bercahaya.

Dijelaskan dalam kitab 'Umdatul Qari`Syarhu Shahihil Bukhari, sebab penamaan puasa ini masih ada kaitan atau hubungannya dengan kisah Nabi Adam AS ketika diturunkan ke muka bumi.

Ketika Nabi Adam diturunkan ke bumi seluruh tubuhnya menjadi kehitaman lantaran terbakar sinar matahari.

Allah lantas memberikan wahyu agar menjalankan ibadah puasa selama tiga hari pada tanggal 13, 14, 15.

Ketika hari pertama puasa, sepertiga badannya menjadi putih.

Hari kedua, sepertiganya menjadi putih dan hari ketiga, sepertiga sisanya menjadi putih.

Semoga artikel Puasa Ayyamul Bidh, Niat dan Keutamaannya ini bermanfaat buat kalian. ***

0 Response to "Puasa Ayyamul Bidh, Bacaan Niat dan Keutamaannya"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel