Pembagian Daging Kurban di Kampung Terpencil, Mengharukan

pembagian-daging-kurban

Pembagian daging kurban bagi warga di Desa Teluk Merbau, Berakit, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau sebenarnya pemandangan biasa. Pemandangan yang biasa terjadi setiap kali datang Hari Saya Idul Adha.

Namun pembagian daging kurban di kampung yang lokasinya terpencil, jauh dari keremaian kota ini, menjadi sesuatu yang dirindukan. Setidaknya sejak lima tahun silam.

Selama lima tahun datangnya Idul Adha, pembagian daging kurban tak lagi sampai ke rumah warga. Bukan karena daging kurbannya terlalu sedikit, melainkan karena nggak ada warga yang mampu berkurban.

Sementara donatur yang membelanjakan uangnya untuk membeli hewan kurban cukup banyak di kota. Sama sekali tak tahu jika di Desa Teluk Merbau kondisinya sangat bertolak belakang.

Alhamdulillah Idul Adha 1441 Hijriyah tahun ini ada seekor sapi dari programnya Global Qurban - Aksi Cepat Tanggap (ACT). Relawan awalnya mencari informasi tentang masjid yang tidak menyelenggarakan kurban meski hanya seekor kambing.

Kedatangan para relawan pun disambut sangat hangat oleh masyarakat sekitar. Ada rasa bahagia karena nuansa lebaran haji jauh lebih terasa. Tak salah jika hari raya ini sering dinamakan hari raya kurban.

Rasa capai selama perjalanan dari Kota Tanjungpinang pun tak lagi terasa. Apalagi menyaksikan wajah-wajah ceria warga desa yang tampak tulus. Pemotongan hewan kurban pun seolah pentas seni yang menarik untuk disaksikan.

"Kami merasa terharu bisa menyembelih seekor sapi di kampung ini. Semoga ke depan selalu ada daging hewan kurban di masjid ini," tutur Usnedi, seorang relawan sambil menyeka keringat.

Tatacara Pembagian Daging Kurban

pembagian-daging-kurban-2

Oh, ya, apakah kalian masih ingat tatacara pembagian daging kurban? Hal ini sebenarnya sudah ada dalam hadist Nabi SAW yang bisa dijelaskan sebagai berikut:

Boleh Disimpan Lebih Dulu

Berikut hadis yang membolehkan daging kurban bisa disimpan lebih dulu sebelum dibagikan pada yang berhak

نَهَيْتُكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُورِ فَزُورُوهَا وَنَهَيْتُكُمْ عَنْ لُحُومِ الأَضَاحِيِّ فَوْقَ ثَلاَثٍ فَأَمْسِكُوا مَا بَدَا لَكُمْ وَنَهَيْتُكُمْ عَنِ النَّبِيذِ إِلاَّ فِي سِقَاءٍ فَاشْرَبُوا فِي الأَسْقِيَةِ كُلِّهَا وَلاَ تَشْرَبُوا مُسْكِرًا

Artinya: Dulu aku melarangmu mengunjungi makam, tapi sekarang kamu boleh mengunjunginya, dan aku melarangmu makan daging kurban yang berumur lebih dari tiga hari, tapi sekarang kamu bisa menyimpannya selama yang kamu inginkan. Saya melarangmu menggunakan nabidh, namun sekarang kamu boleh meminumnya asal tidak memabukkan. (HR Muslim).

Pembagian Daging Kurban Tak Harus Saat Idul Adha

Sesuai hadis yang telah disebutkan, Rasulullah SAW tidak melarang menyimpan daging kurban (iddikhor) selama lebih dari tiga hari. Dengan begitu, pembagian daging kurban juga bisa diatur.

Maksudnya tidak harus dihabiskan pada saat hari H. Jika diperkirakan bakal terlalu merepotkan, penyembelihan bisa diundur sehingga pembagian daging kurban lebih teratur.

Namun keputusan menunda pembagian daging kurban harus benar-benar mempertimbangkan kondisi warga dan sebagainya.

Hingga Hari Tasyrik

Proses pembagian daging kurban bisa dilakukan hingga hari tasyrik dengan catatan hal ini tetap mengedepankan kepentingan umat. Daging kurban harus diterima mereka yang berhak, untuk mengurangi kesulitan yang dialami masyarakat. 

عَنْ سَلَمَةَ بْنِ الأَكْوَعِ، قَالَ قَالَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم ‏"‏ مَنْ ضَحَّى مِنْكُمْ فَلاَ يُصْبِحَنَّ بَعْدَ ثَالِثَةٍ وَفِي بَيْتِهِ مِنْهُ شَىْءٌ ‏"‏‏.‏ فَلَمَّا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ نَفْعَلُ كَمَا فَعَلْنَا عَامَ الْمَاضِي قَالَ ‏"‏ كُلُوا وَأَطْعِمُوا وَادَّخِرُوا فَإِنَّ ذَلِكَ الْعَامَ كَانَ بِالنَّاسِ جَهْدٌ فَأَرَدْتُ أَنْ تُعِينُوا فِيهَا ‏"

Artinya: Diceritakan Salama bin Al-Aqua', Rasulullah SAW mengatakan: Siapa saja yang menyembelih hewan qurban tidak seharusnya menyimpan daging setelah tiga hari." 

Ketika sampai di tahun berikutnya, orang-orang bertanya, "Ya Rasulullah SAW haruskah kita lakukan seperti tahun kemarin?" Rasulullah SAW berkata, "Makanlah, berikan pada yang membutuhkan, dan simpanlah di tahun itu untuk mereka yang mengalami kesulitan dan ingin kamu tolong. (HR Bukhari).

Boleh Ambil Daging

Seorang muslim yang berkurban boleh memakan sebagian daging hewan tersebut. Pembagiannya adalah sepertiga untuk dimakan pemberi kurban dan keluarganya, sepertiga untuk tetangga dan teman, sepertiga yang lainnya untuk fakir miskin dan orang yang membutuhkan.

وَٱلْبُدْنَ جَعَلْنَٰهَا لَكُم مِّن شَعَٰٓئِرِ ٱللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ ۖ فَٱذْكُرُوا۟ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا صَوَآفَّ ۖ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا۟ مِنْهَا وَأَطْعِمُوا۟ ٱلْقَانِعَ وَٱلْمُعْتَرَّ ۚ كَذَٰلِكَ سَخَّرْنَٰهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

Artinya: Dan telah Kami jadikan untuk kamu unta-unta itu sebahagian dari syi'ar Allah, kamu memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah olehmu nama Allah ketika kamu menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). 

Kemudian apabila telah roboh (mati), maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan untua-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur. (Al-Hajj: 36).

Semoga artikel Pembagian Daging Kurban di Kampung Terpencil, Mengharukan ini bisa menginspirasi kamu tahun depan untuk berkurban. Insya Allah. ***

0 Response to "Pembagian Daging Kurban di Kampung Terpencil, Mengharukan"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel