Candlestick Trading yang Wajib Diketahui Trader Pemula

candlestick-trading

Candlestick trading adalah hal yang paling banyak dipelajari oleh seseorang yang berniat nyemplung ke dunia trading. Candlestick sering juga disebut sebagai lilin Jepang.

Istilah trading pasti sedikit banyak kalian sudah mendengarnya bukan? Apalagi kalau saai ini kalian suka membuka ponsel. Di setiap saat banyak bermunculan iklan-iklan aplikasi trading.

Namanya bermacam-macam, dengan menyuguhkan kelebihannya masing-masing. Meski pada dasarnya teknik yang digunakan sama, salah satunya dengan menggunakan candlestick trading.

Pengertian Candlestick Trading

Apakah sebenarnya candlestick trading itu? Secara sederhana dapat diartikan sebagai sebuah teknik atau jenis chart yang kerap digunakan untuk membaca kondisi pasar. Bagi orang awam, penampakannya mungkin bisa saja dianggap aneh atau membingungkan.

Memiliki dua warna yang berbeda, selalu ada perubahan bentuk panjang dan pendek dengan sumbu atau tidak. Dan perubahan pada candlestick trading ini ternyata digunakan sebagai patokan bagi trader kapan untuk membuka posisi atau open posisi.

Candlestick umumnya digunakan untuk trading jangka pendek, sehingga lebih cocok digunakan oleh trader. Salah satu keunggulan candlestick ini adalah mampu menampilkan psikologi pasar dengan mudah.

Salah satu referensi tentang chart ini adalah buku Mengungkap Rahasia Forex tulisan Frento T. Suharto (2014). Sang penulis menyebutkan candlestick adalah teknik untuk memetakan pergerakan harga pasar, baik saham, komoditi, atau valas (forex).

Teknik ini dapat memperlihatkan tanda-tanda awal reversal atau pembalikan arah. Teknik candlestick trading mampu memberikan gambaran pengambilan keputusan terkait buy atau sell.

Bentuk batang candle terbentuk dari pergerakan harga. Secara umum, terdapat dua pola pergerakan harga, yakni bullish (naik) dan bearish (turun). Bullish terjadi saat harga naik terus-menerus. Sementara itu bearish terjadi ketika harga mengalami penurunan secara terus-menerus.

Secara umum, seperti disarikan dari itsmecevi.github.io, candlestick trading dikenal pula dengan price action trading. Ia memiliki 4 pilar sebagai fondasi untuk trading yaitu:

  • Candlesticks
  • Bullish Trend
  • Bearish Trend
  • Flat Market/Sideway Market
  • Choppy Market (tidak jelas atau anomali)

Cara membaca candlestick sangat mudah, terdiri dari harga tertinggi, harga terendah, harga pembukaan dan harga penutupan.

Sejarah Candlestick Trading

Sebenarnya chart ini dibuat bukan untuk trading. Hal ini dapat dibaca dalam buku berjudul Naked Trading News Trader: Trading Tanpa Indikator, Trading Tanpa Robot oleh AmieFX (2020).

Dalam buku ini disebutkan candlestick pertama kali digunakan di Jepang sekitar abad ke-17 untuk menghitung pergerakan harga beras.

Chart tersebut dipelopori oleh Munehisa Homma, seorang pedagang beras pada masa itu. Rupanya tenik yang diciptakan Homma diperkenalkan ke dunia barat oleh Steven Nison.

Steven lalu mengarang sebuah buku yang diberinya judul Japanese Candlestick Charting Techniques.

Anatomi Candlestick

Pahami apa yang dijelaskan pada bagian ini jika ingin menguasai ilmu trading. Bodi yang panjang mengindikasikan sedang terjadi aktivitas jual atau beli dalam volume yang cukup tinggi. 

Dilansir dari tradersfamily, semakin panjang bodi yang terbentuk, akan semakin banyak juga aktivitas beli/jual yang terjadi. Demikian juga dengan sebaliknya, ketika bodinya kecil, makin sedikit aktivitas jual/beli yang sedang berlangsung.

Yang sering main Forex pasti tahu, dikenal istilah bear (bearish) serta bull (bullish). Bear berarti penjual, sedangkan bull berarti pembeli. Bila ditambahkan -ish, bullish berarti harga sedang terdongkrak naik, sedangkan bearish berarti harga sedang dipaksa terjun curam.

Semakin panjang bodi yang berwarna hijau, maka makin jauh harga penutupan (close) berada di atas harga pembukaan. Hal ini mennandakan harga naik secara signifikan semenjak chart terbentuk dan para trader lakukan aksi beli secara agresif.

Namun, jika yang memanjang itu bodi merah, makin jauh pulalah harga penutupan berada di bawah harga pembukaan. Indikasi dari hal ini adalah harga turun dengan signifikan dari saat chart terbentuk dan banyak trader yang melakukan aksi jual secara agresif.

Sumbu yang pendek atau panjang pada bodi juga memberikan petunjuk penting mengenai sesi trading yang terjadi. Upper shadow menunjukkan harga paling tinggi yang pernah tercapai di sesi trading tersebut. Sedangkan lower shadow menunjukkan harga paling rendah yang pernah terjadi pada sesi trading itu.

Makin panjang shadow yang terbentuk menunjukkan transaksi yang terjadi jauh melampaui harga pembukaan atau penutupan pada sesi tersebut. Shadow yang pendek mengindikasikan bahwa transaksi yang terjadi tidak terlalu jauh dari harga pembukaan atau penutupan.

Bila yang terbentuk memiliki upper shadow yang lebih panjang dibandingkan dengan lower shadow, ini artinya dalam sesi tersebut harga pernah naik ke titik tertentu, tapi ditutup dekat harga pembukaan. Sebaliknya, lower shadow yang lebih panjang menandakan harga pernah turun ke suatu titik, kemudian ditutup dekat harga pembukaan.

Pola Candlestick

Melansir apa yang dituliskan Hendri Joni dan Andy Nahil dalam buku karya meraka yang berjudul Celah-celah Profit di Forex Market (2013), candlestick terdiri dari beberapa pola atau pattern.

Pola ini mutlak harus dikuasai oleh kalian yang berniat bermain trading. Tanpa memahami polanya maka kalian bermain untung-untungan. Yang belajar serius saja kadang masih mengalami kerugian, apalagi yang nekat mein hanya berdasarkan feeling.

Berikut ini adalah sejumlah pola pada candlestick trading yang bisa kalian pelajari:

1. Spinning Tops

Spinning tops adalah kondisi di mana body lebih pendek daripada shadow dan berada di tengah-tengah. Secara garis besar, pola ini memprediksi kemungkinan perubahan arah trend.

2. Doji

Doji timbul jika harga open sama dengan harga close, sehingga body hanya membentuk suatu garis. Pola ini menggambarkan market yang ragu terhadap trend market pada saat itu. Beberapa model doji, yakni long-legged doji, dragonfly doji, gravestone doji, dan four price doji.

3. Morubuzu

Morubozu adalah candlestick yang menampilkan kekuatan momentum kuat. Apabila morubozi berwarna putih, artinya kekuatan bullish-nya besar. Sementara itu jika morubozu berwarna hitam, maka kekuatan bearish-nya sangat kuat.

4. Hammer & Hanging Man

Hammer and Hanging Man kerap dijadikan indikasi pembalikan arah trend. Hammer dan hanging man memiliki syarat tertentu, yaitu shadow harus lebih panjang dibandingkan body.

5. Inverted Hammer & Shooting Star

Inverted hammer dan shooting star memiliki bentuk yang cukup mirip. Keduanya identik dengan body kecil, upper shadow panjang, serta lower shadow kecil, bahkan tidak ada. Keduanya menunjukkan kemungkinan reversal di market. 

Demikianlah penjelasan mengenai Candlestick Trading yang Wajib Diketahui Trader Pemula, semoga bermanfaat. Bagi yang membutuhkan informasi cara memulai trading saham, juga bisa dibaca di blog ini. ***

0 Response to "Candlestick Trading yang Wajib Diketahui Trader Pemula"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel