Surat Cinta untuk Ibu

surat-cinta-untuk-ibu

Surat cinta untuk ibu, pernah terpikirkan oleh kita? Apalagi zaman semakin canggih, teknologinya tinggi bahkan tinggi sekali. Hanya dengan mengangkat smartphone, wajah ibu ada di layar.

Membuat surat cinta untuk ibu mungkin bagi kebanyakan orang dianggap kuno. Ketinggalan zaman, zaman dahulu atau istilah lain yang pasti tidak keren sama sekali.

Tetapi siapa tahu dengan membuatnya muncul kebahagiaan tersendiri. Kebahagiaan seperti kita kembali ke zaman dahulu, bagaimana rasanya saat menerima surat cinta atau mengirimkan surat cinta kepada teman sekolah yang kita cintai.

Saya, ya saya sendiri, lebih banyak menyibukkan diri dengan pekerjaan sehari-hari. Padahal kalau hanya untuk menelepon ibu bisa dikerjakan di sela-sela kesibukan.

Berapa lama sih efektifnya manusia ngobrol? Tiga menit sudahlah cukup bagi saya dan ibu untuk ngobrol ringan. Hanya menanyakan kabar lalu meminta doa.

Saya masih percaya doa ibu saya adalah obat mujarab dalam setiap langkah saya. Dahulu, saat ayah masih hidup, saya selalu merindukan doa keduanya.

Lebih Sulit Membuat Surat Cinta untuk Ibu

Jika kalian seumuran saya (tebak umur saya berapa hehe) dan tinggal di Jawa Tengah, mungkin kenal koran Suara Merdeka? 

Sampai sekarang korannya masih ada. Salah satu halaman yang saya suka ialah tentang remaja. Dan pada suatu ketika, ada rubrik yang dikelola oleh Mas Prie GS yang barusan beberapa hari lalu meninggal dunia. Selamat jalan guruku, bahagia di sana.

Rubrik itu menantang remaja untuk menulis surat cinta. Dan sayalah juara pertamanya waktu itu. Judul surat cinta saya ada penggalan nama seseorang, yang nggak etis rasanya kalau saya sebutkan siapa dia.

Lalu Mas Prie GS memberikan ulasan di surat cinta saya itu. Saya ingat betul bagaimana ia menuliskan begini: soal apakah pernyataan pembuat surat ini diterima (dituliskan penggalan nama itu) atau tidak, tentu bukan urusan saya.

Yang jelas surat cinta saya bagus, soal apakah memang isi hati saya kesampaian atau tidak: maaf itu rahasia saya.

Tetapi saya yakin, membuat surat cinta untuk ibu akan lebih sulit ketimbang untuk pacar.

Dari mana mengawalinya saja sudah bingung. Belum kalimat apa yang akan dituliskan. Padahal kalau menulis surat cinta untuk kekasih lancarnya bukan main.

Saking asyiknya menulis, nggak sadar sudah empat lembar.

Jika Huruf di Ponsel Terlalu Kecil

Pasti banyak diantara pembaca artikel saya ini yang seumuran saya. Lagi lagi soal umur ya hehehe. Dan itu artinya usia ibu kita memang sudah tua.

Bagi yang masih bisa membaca tanpa mengenakan kacamata itu wajib disyukuri. Mungkin Sang Ibu masih bisa membaca, namun kalau hurufnya kecil dan itu di ponsel, apa nggak sebaiknya membaca surat?

Ibu pasti tahu anak-anaknya menyayanginya. Kalau sayang ibu kepada anaknya jangan deh ditanya. Kita saja sebagai anak yang kadang merasa baper.

Tetapi pernahkah nggak membayangkan saat kita mudik lalu memberi sebuah surat cinta untuk ibu? 

Tuliskan saja ungkapan hati seperti apa sebenarnya? Kita yang dilahirkan dengan susah payah, disekolahkan, dibantu dicarikan bekal ilmu. Dengan ilmu itu kita jadi "orang", pejabat, pengusaha atau profesi lain.

Barusan tadi siang saya bertemu dengan seorang pengusaha terkenal di kota tempat saya tinggal sekarang. Ia mengawalinya dari bawah, pelaku usaha kecil.

Sambil ngobrol santai ia sempat mengatakan, untuk mengalirkan rezeki itu mudah kata dia. Bahagiakan orang tua kita, dengan cara rajin berkomunikasi untuk menanyakan keadaannya.

Jangan sampai ayah atau ibu sakit anaknya nggak tahu.

Siapa tahu ya, dengan surat cinta untuk ibu akan memberikan satu dari sekian bentuk kebahagiaan seorang ibu? Ditulis dengan huruf yang besar agar ibu bisa dengan mudah membacanya. Ditulis di kertas biasa, yang nggak harus wangi seperti surat cinta pada umumnya. Karena kasih sayang ibu melebihi wanginya. ***

0 Response to "Surat Cinta untuk Ibu"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel