Apakah Ketombe Bisa Menular? Berikut Penjelasan Dokter

apakah-ketombe-bisa-menular

Apakah ketombe bisa menular? Pertanyaan seperti ini sebenarnya sudah ada dalam benak saya ketika memasuki SMP.

Ketika kemudian memasuki usia SMA ketombe itu belum hilang, kekhawatiran saya bertambah. Sebab di SMA saya sudah harus mulai indekos bersama teman-teman dari berbagai daerah berbeda.

Bisa kalian bayangkan jika tiba-tiba ada yang ketularan ketombe yang ada di kepala saya. Mohon maaf, mungkin ada di antara kalian yang berpikir mengapa sih ketombe dipelihara?

Waduh, kalau soal upaya saya tak pernah pudar. Bagaikan menyimpan semangat 45, saya selalu berusaha untuk mencari informasi dan sempat konsultasi dengan dokter.

Sempat sih ketombe itu menghilang beberapa bulan, namun kemudian muncul lagi. Persoalannya bukan apa-apa, saya tidak memathui anjuran menggunakan shampoo yang dianjurkan.

Itulah kelemahan saya, hanya diminta melakukan cuci rambut berkala sekian hari sekali kok rasanya malas. Sebab bagi pemikik ketombe seperti saya, untuk keramas tidak seenak yang ranmbutnya bersih dari ketombe.

Uh, Malasanya Memijat-mijat Kulit Kepala

Kalau keramas menggunakan shampoo khusus, saya harus membasahi rambut secara keseluruhan. kalau ini mah sama dengan yang lain.

Masa mau keramas rambutnya kering hehe. Selanjutnya tuangkan shampo ke telapak tangan lalu memindahkannya ke kulit kepala.

Pada bagian ini nih yang saya terlalu sering malas. Yakni kelima jari tangan harus segera meratakan shampo agar membasahi seluruh kulit kepala.

Kalau hanya membasahi gampang, masalahnya dianjurkan untuk melakukan pijatan-pijatan. 

Rasanya perih dan panas. Perih karena beberapa bagian kepala luka. Luka karena sering saya garuk menggunakan kuku.

Penyebab Ketombe

Saya sarikan dari sejumlah situs kesehatan, ketombe atau dandruff adalah serpihan kulit kepala berwarna putih atau keabu-abuan. 

Orang yang rambutnya berketombe kadang sering merasa malu. Karena ketika mengenakan kemaja atau kaos warna gelap tak sadar jika ketombenya berjatuhan di bahu kanan kiri atau belakang.

Bayangkan kalau itu ada di acara resmi atau formal, sobat. Karena itulah meski saya juga senang bernyanyi dan sempat ngeband kala kuliah saya tidak memanjangkan rambut berlebihan.

Alasannya gatal dan malu kalau garuk-garuk melulu.

Ketombe disebabkan oleh pertumbuhan dan kerontokan sel kulit kepala yang terlalu cepat. Biang keroknya diperkirakan gangguan pada kelenjar penghasil minyak di kulit kepala, yang membuatnya terlalu banyak memproduksi minyak kulit.

Gejala Ketombe

Kalau ada artikel yang menuliskan ketombe bisa terjadi pada anak-anak, remaja atau dewasa, kayaknya saya sendiri juga mengalaminya.

  • Gejalanya yang kentara ialah kulit kepala seperti bersisik. Rasanya gatal. Di beberapa bagian terjadi penumpukan.
  • Jika telat keramas, maka kulit kepala memerah, tampak kalau rambutnya disibak. 
  • Demikian juga tatkala sudah menggunakan shampo anti ketombe selama sebulan, tidak juga ada perubahan.
  • Jika parah, menyebar ke area tubuh lain seperti telinga, alis, hidung dan cambang.

Nah, kalian merasakan gejala seperti itu? Segera memeriksakan diri ke dokter. 

Cara Mengobati Ketombe

Hal ini seperti yang saya lakukan sesuai petunjuk dokter tempat saya dahulu konsultasi.

  • Rajin keramas setiap hari menggunakan shampo anti ketombe. Sekurang-kurangnya tiga kali seminggu.
  • Boleh juga membeli obat ketombe yang dijual bebas di pasar, atau dengan resep dokter. Yang jelas ikuti aturan pemakaiannya.
  • Pilihlah shampo yang mengandung seng pyrithione, asam salisilat atau selenium sulfida, yang berfungsi memperkecil serpihan ketombe hingga kurang terlihat. 
  • Atau cuci saja secara rutin rambut kepala dengan shampo biasa. Karena hal ini dapat mengurangi penumpukan minyak di kulit kepala. 
  • Tapi ingat, bilas shampo hingga bersih, ya. Karena sisa sampo yang menempel di rambut juga rentan menyebabkan masalah rambut lainnya, termasuk gatal dan ketombe.
  • Jika penyebab dari ketombe yaitu adanya peningkatan jumlah jamur pada kulit kepala, beberapa dokter merekomendasikan penggunaan shampo yang mengandung ketoconazole 1 persen untuk mengurangi ketombe.

Apakah Ketomba Bisa Menular?

Kalau berdasarkan pengalaman saya hingga di usia yang tak lagi muda, sepertinya nggak. Karena teman di SMA sampai kuliah, meski kadang berhimpitan kala duduk tidak ada yang mengaku ketularan ketombe saya.

Kalau kerontokan ketombe saya banyak. Hehehe.

Kalau ada yang menular, pernah sih punya pengalaman teman kos tiba-tiba kulit kepalanya gatal. Kan nggak enak tuh kalau mau nuduh saya.

Eh, beberapa hari kemudian baru ketahuan ia dhinggapi kutu rambut. gatal memang gatal namun tak ada serpihak putih yang rontok.

Saya kutip dari detik.com, bahwa ketombe tidak menular juga disampaikan dr Eddy Karta, SpKK dari EDMO Clinic Jakarta, beberapa waktu lalu.

Jawaban dr Eddy sekaligus membantah mitos bahwa ketombe bisa menular. Jadi yang selama ini sewot karena sisirnya dipinjam, penutup kepalanya dipinjam teman lalu ngamuk-ngamuk dan memutus persahabatan. Sayang ah...

Pada saranya semua orang memiliki jamur penyebab ketombe. tetapi mengapa ada yang ketombean dan tidak, ya?

Masih dari detik.com, jawabannya disampaikan oleh dr Lili Legiawati, SpKK dari Poliklinik Kulit dan Kelamin RS Cipto Mangunkusumo.

Ketombe akan muncul jika ada faktor pencetusnya, diantaranya produksi minyak yang berlebih di kulit kepala, stres dan juga gangguan kesehatan seperti stroke. 

Bahkan penurunan daya tahan tubuh seperti pada pengidap HIV (Human Imunodeficiency Virus) juga bisa menjadi pencetus munculnya ketombe.

Semoga artikel apakah ketombe bisa menular ini membantu kalian. Semoga rambut kalian nggak ketombean deh, menyiksa. ***

0 Response to "Apakah Ketombe Bisa Menular? Berikut Penjelasan Dokter"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel