Printer 3D Murah, Merek, Material dan Harganya

printer 3d
Printer 3D atau 3D Printer adalah sebuah terobosan. Tak bisa disangkal, teknologi semakin berkembang. Manusia-manusia berbakat yang dikaruniai kecerdasan di berbagai bidang tak pernah merasa puas. Tak mau ketinggalan, para ahli priter pun akhirnya menemukan printer yang disebut 3 dimensi.

Printer jenis ini dirancang melalui ujicoba yang panjang. Sekarang, semua orang bisa menikmati atau menggunakan printer canggih ini. Dengan membayar sejumlah uang, kini ruang kerja sobat pun dilengkapi peralatan ini.

Di bawah nanti akan dituliskan cara kerja, bahan yang digunakan, mereknya hingga harga jasa cetak di Indonesia.

Namun sebelumnya sobat akan diajak ke perkenalan terlebih dahulu. Bukankah sudah teruji pepatah ini, Tak Kenal Maka Tak Sayang?

Pengertian Umum

3D Printing atau Pencetakan 3 Dimensi adalah sebuah proses menciptakan objek tiga dimensi. Objek tersebut lahir dari sebuah model CAD (computer-aided design). Terbentuknya objek 3D tadi lazimnya dengan menambahkan material cetak lapis per lapis (layer by layer).

Ada yang mangatakan jika kemunculan printer 3D karena sebuah film fantasi. Adalah Mission Impossible ke-4 yang dianggap sudah menginspirasi para penemu printer ini.

Dalam sebuah adegan di film tersebut memperlihatkan gadget canggih yang bisa mencetak topeng 3D. Tersinspirasi oleh film tersebut, sebuah perusahaan Jepang bernama REAL-F berusaha mengembangkan teknologi serupa.

Kebanyakan pencetakan 3D menggunakan teknik ekstrusi material yang disebut dengan Fused Deposition Modeling (FDM). Meskipun demikian, banyak juga teknik-teknik lainnya seperti:

  • Vat Photopolymerization
  • Material Jetting
  • Binder Jetting
  • Powder bed fusion
  • Directed Energy Deposition
  • Sheet lamination

Bisa dikatakan teknologi 3D printing adalah teknologi terbaru di bidang Additive Layer Manufacturing. Peralatan menakjubkan ini berfungsi mencetak objek padat tiga dimensi. Sebuah teknologi pengiriman data desain yang diolah secara digital melahirkan objek padat yang bisa dilihat dan dipegang nyata.

Garis besarnya, pinsip kerja 3D printing serupa dengan printer laser biasa. Desain dicetak di atas lapisan lalu dipanaskan dengan suhu tertentu yag sudah diatur. Setelah tercetak di atas lapisan, baru layer mengirimkan desain yang akan dibentuk objeknya.  

Apabila prosesnya berhasil, lapisan yang terbentuk akan didinginkan. Kemudian akan terbentuk objek yang padat. Barulah objek tersebut dicetak untuk digunakan.

Jenis-jenisnya

proses mencetak 3d
Printer 3D bukan hanya satu jenis. Berikut ini adalah jenis printer yang bisa ditemukan di pasaran:

1. Direct And Binder Printer

Direct And Binder Printer 3D merupakan teknologi printer pertama yang mampu mencetak hasil dua dimensi. Prinsip kerjanya memanfaatkan teknologi injeksi dasar, yaitu gerakan maju mundur sebuah injeksi. Mesin ini muncul pada tahun 1960 dan diberi nama Binder Printer 2D.

2. Photopolimerization dan Sintering

Bisa disebut mesin ini mengawali tercetusnya 3D printing. Ia beberapa kali digunakan untuk mencetak objek padat. Prinsip kerjanya mengubah cairan menjadi padat dengan menggunakan sistem pendinginan suhu. Sedangkan pemanasannya menggunakan sinar laser.

Cara Kerja Printer 3D

Printer 3 dimensi terus mengalami perubahan yang pada dasarnya memudahkan penggunaan. Untuk memberikan gambaran silakan sobat baca penjelasan di bawah ini:

Teknik Stereolithography

Teknik stereography disebut juga teknik SLA, merupakan teknik pertama yang digunakan untuk printer 3D. Caranya dengan cara menambahkan sebuah layer secara terus menerus pada bahan.

Saat menguji teknik ini, material yang digunakan adalah liquid. Bentuknya berupa cairan yang akan mengeras ketika material tersebut terkena sinar atau cahaya ultraviolet.

Teknik Digital Light Processing

Digital light processing atau istilah lainnya DLP sekilas sama dengan SLA. Bedanya, DLP sedikit berbeda saat penyinaran digital. Material liquid akan berbentuk sebuah objek liquid yang penuh. 

Sebagian liquid itu disinari hingga mengeras dan tenggelam ke bawah. Akibatnya ia menaikkan liquid lainnya. Teknik ini terus menerus dilakukan sampai objek 3D berhasil dibentuk.

Teknik Selective Laser Sintering

Teknik ini membutuhkan tenaga yang sangat besar untuk bisa menggabungkan berbagai macam material yang ada. Misalnya plastik, gelas, keramik dan juga sebuah metal agar menjadi output 3D. 

Cara ini harus bisa dilakukan dengan benar dan hati-hati. Jika sembrono objek 3D tidak akan berhasil dibuat. Perhatikan materialnya, buat objeknya dan cetaklah dengan fokus.

Teknik Elektron Beam Melting

Bahan yang dipakai untuk teknik ini adalah metal. Sebelumnya digunakan sebuah vakum kemudian untuk memulai prosesnya dengan menyebarkan sebuah layer pada metal powder. Sering juga melibatkan penggunaan titanium. 

Selanjutnya elektron beam akan mencairkan powder tersebut menjadi sebuah layer yang keras. Tak heran jika hasil teknik ini sangat kuat.

Teknik Multi Jet Modelling

Tak jauh beda dengan inkjet printer. Yakni menyebarkan sebuah layer dari resin powder kemudian menyemprotkan pada lem. Lemnya sendiri diwarnai yang akan mengeras pada satu layer. Prosesnya cepat dan bisa menyediakan objek dengan beragam warna.

Fused Deposition Modelling

Digunakan bahan nozzle pada teknik ini. Caranya dilelehkan yaitu dengan bahan seperti plastik pada proses outputnya. Nozzle akan berpindah secara horizontal dan vertikal yang diatur oleh komputer. 

Saat material keluar dari nozzle tersebut maka akan mengeras.

Menggunakan file STL

Semua hasil objek yang sudah dibuat lalu disimpan dengan menggunakan STL file. STL sendiri adalah format 3D modelling yang membuat printer 3D bekerja. Yaitu memotong pada layer ketika akan dicetak.

Bahan Printer 3D

bahan printer 3d
Lima tahun belakangan, trend print 3D terus hadapi pertumbuhan. Tren ini diiringi pula dengan pembuatan mesin kecil sampai besar. Pertumbuhan juga dikkuti bahan buat print 3D ataupun filamen, sehingga pemilik Printer 3D harus mmahaminya.

Filamen yang menjadi bahan baku model 3D nyatanya jenisnya terdapat banyak. Dewasa ini tipe filamen didominasi tipe plastik serta turunannya.

Tiap bahan mempunyai kelebihan serta kekurangannya sendiri- sendiri. Lalu bahan atau filamen apa yang terbaik, ikuti penjelasan dasarnya di sini.

HIPS (High Impact Polystyrene)

HIPS digunakan karena kekuatannya bagus saat jadi objek. Ia juga fleksibel walaupun sangat kokoh dibanding tipe yang lain.

Temperatur yang dibutuhkan untuk mencetak sangat besar. Masih membutuhkan bantalan di bawahnya. Kelemahannya rentan patah serta akan kurang bagus jika tidak ditata dengan baik. Jika salah pengaturan, model 3D-nya akan lembek.

ABS (Acetonitrile Butadiene Styrene)

Acetonitrile Butadiene Styrene ataupun ABS merupakan salah satu bahan yang banyak digunakan buat filamen mesin printer 3D. Hasilnya kokoh serta gampang dirapikan dengan penguapan aseton.

Kekurangannya, lantaran menggunakan plastik sintetis maka menghasilkan asap yang berisiko untuk kesehatan. ABS perlu temperatur besar sehingga energi yang dipakai pula besar.

TPU (Thermoplastic Polyurethane)

Sifatnya yang mirip karet dan tidak mudah patah membuat bahan ini banyak digunakan. TPU sesuai untuk model 3D yang membutuhkan ketahanan terhadap minyak.

TPU gampang sekali menggumpal walaupun masih dalam wujud filamen. Sebab gampang menggumpal, akan menimbulkan persoalan sendiri. Terakhir bahan TPU ini susah sekali dipoles ya karena sifatnya yang seperti karet.

PLA (Polylactic acid)

Bahan PLA mulai naik daun, alasannya bisa terurai jika dibuang ke tanah. Harganya cenderung murah serta memerlukan energi rendah buat pencairan.

Ia juga tidak memerlukan temperatur besar, sehingga bantalan buat mesin tidak dibutuhkan lagi. Namun bahan ini memiliki kelemahan gampang meleleh, terlebih di temperatur yang sangat besar. Sebaiknya hindari cahaya matahari langsung.

Nylon

Bahan nylon juga sangat diandalkan untuk membuat model 3D, sebab memiliki kekuatan. Hal ini bisa dilihat dari kain yang terbuat darinya. 

Tidak hanya itu, pada suhu panas mudah diwarnai sesuai dengan kebutuhan. Kekurangannya membutuhkan temperatur besar buat melelehkannya. Pada beberapa kasus ia gampang bengkok yang artinya menghambat pencetakan 3D.

PVA (Polyvinyl Alcohol)

Filamen yang dibuat dari bahan PVA jika memiliki sisa atau residu bisa dibuang ke tanah. Ia tak akan menimbulkan pencemaran sesadis plastik. Walaupun bahannya organik, model 3D yang dihasilkan tahan dari beragam pelarut serta minyak.

Bahan PVA mudah larut dalam air. Jika menggunakan ini hindari kelembaban yang besar. Dan, bahan PVA ini masih terbilang mahal.

ASA (Acrylonitrile Styrene Acrylate)

Sama dengan ABS yang dibuat dari plastik. Bahan ini dapat diunggulkan berupa resistensi dengan temperatur besar, cahaya ultraviolet, sampai paparan zat kimia. Proses penguapan aseton pula dapat digunakan buat proses akhir supaya permukaan tidak agresif.

Sementara kelemahannya bahan ini memiliki kekuatan yang rendah. Membutuhkan printer 3D dengan temperayur yang besar. Lagipula mudah menggumpal dan harganya masih mahal.

PETG (Glycol- modified Polyethylene Terephthalate)

Bahan ini memiliki kekuatan dan kokoh. Ia tahan dengan paparan bahan kimia tertentu. Alhasil, hasilnya awet dalam penggunaan.

Namun sayangnya tidak user friendly alias sulit digunakan. Jika terletak di dasar cahaya ultraviolet, produk yang dihasilkan mudah rusak walaupun tahan pada temperatur yang besar.

Harga Printer 3D Murah

Anet A8
Printer 3D baru dikenal oleh masyarakat Indonesia sekitar 2014 tahun lalu. Saat itu tak dapat dipungkiri jika harganya masih jauh dari jangkauan. Lambat laun beberapa pengembang membuat printer 3D yang cukup murah dengan harga terjangkau.

Printer 3D murah disebut Desktop 3D Printer. Di bawah ini adalah beberapa merek printer 3D yang harganya cukup murah dan bisa menjadi pilihan sobat.

Anet A8 Desktop 3D Printer Prusa i3

Printer ini harga di pasaran Rp2,3 juta. Harga tersebut belum termasuk ongkos kirim ke Indonesia. Spesifikasinya 220 x 220 x 240 mm printing volume, Nozzle diameter: 0.4mm, Layer thickness: 0.1-0.3mm dan Print speed: 100mm / s.

Mesin ini pun dibekali LCD dan card reader sehingga kamu bisa melakukan printing melalui SD Card berisi file STL, G-code atau STL.

Anet A8 Desktop 3D Printer Prusa i3 adalah salah satu printer yang cukup populer di tahun 2017 ini. Selain harganya yang menarik, kualitas dan hasil cetakannya juga sangat halus.

Tevo Tarantula Prusa i3 3D Printer

Dibanderol dengan harga Rp2,7 juta memiliki maksimal kecepatan 150 mm/s, 

Build size: 200X 200 X 200mm, Large print area of 200 x 280 x 200 mm (Optional), Material specifications 1.75mm in diameter.

Di pasaran Tevo Tarantula adalah pesain utama Anet yang sudah dibahas sebelumnya. Mengapa? Karena memang keduanya menggunakan layout Prusa i3 dan harga yang sangat bersaing.

Sunhokey 3D Printer Prusa i3

Harga printer 3D ini berkisar di Rp2,5 juta. Spesifikasinya Z Axis Positioning Accuracy: 0.004mm; XY Axis Positioning Accuracy: 0.012mm; The Layer Thickness: 0.1 mm-0.4mm; Layer Resolution: 100 microns.

Bicara printer jenis ini di Indonesia, merek inilah yang paling populer. Namun pada intinya Sunhokey 3D Printer ini dibuat menggunakan arsitektur atau layout yang sama dari Prusa i3 (Printer 3 Dimensi Open-Source).

Printer 3D ini menggunakan frame berbahan akrilik, memiliki diameter nozzle 0.4 mm dan ukuran print maksimalnya adalah 20x20x18 centimeter.

Ada fitur LCD dan SD Card ditanamkan di dalamnya. Printer yang menggunakan filament berdiameter 1.75mm ini menggunakan Modul elektronik MKS Gen-2Z V1.1.

Da Vinci 3D Mini Maker Printer

Harganya masih berada di kisaran Rp3,9 juta. Berikut spesifikasinya: Print Area: 15x15x15 CM; Layer Resolution: 100 microns s.d 300 microns.

Sebenarnya produk ini diciptakan untuk mengenalkan teknologi 3D untuk anak-anak. Meski begitu, sobat juga boleh kok menggunakannya.

Delta 3D Printer Kit

Jika ingin memilikinya, siapkan uang kira-kira Rp5,6 juta. Untuk melihat spesifikasinya, baca: Print Size: 180mm x 300mm; Layer Thickness: 0,05 – 0.3mm; Print Speed: 20 – 150mm/s; Filament Diameter: 1,75mm.

Printer ini memiliki dukungan USB, LCD Display & SD Card Reader. Membuatnya sangat gampang dioperasikan dan kecepatannya karena layiutnya unik.

Tambahan informasi, untuk mendatangkan mesin tadi dari luar negeri dibutuhkan biaya pengiriman Rp1 jutaan. Biaya tersebut sudah termasuk pajak. 

Peluang Usaha

Meskipun printer 3D sudah bisa dibeli dengan mudah, nyatanya pemiliknya belumlah banyak. Nah, kesempatan ini sebenarnya bisa menjadi peluang bagi sobat untuk membuka usaha jasa cetak 3D.

Dengan memiliki printer 3D di rumah, sobat sudah bisa menghasilkan uang. Apalagi jika printer tersebut tidak digunakan setiap hari. Sayang kan?

Sobat harus berpikir jauh ketika mengembangkan jasa cetak 3D. Maksudnya, bukan hanya melayani tetangga atau kebutuhan warga satu kota.

Jika sobat mengecek di Google Search dengan keyword "jasa cetak 3d" maka hasilnya akan mengejutkan. Yang awalnya menyangka teknologi ini baru ada di luar negeri, ternyata...

Banyak yang menawarkan jasa cetak 3D di platform e-commerce di Indonesia. Saat dicek statistik penjualan, jika produknya memang kreatif lumayan laku lho.

Harga Jasa Cetak 3D

jasa cetak 3d
Mengingat Printer 3D bisa mencetak beragam materi, maka harga yang ditentukan pun berbeda. Beberapa yang dapat ditemukan di toko-toko online terbesar di Indonesia ialah sebagai berikut.

Ada yang menawarkan jasa cetak 3D printing kustom Rp2.500, yang lain menuliskan jasa serupa ditambahi kata high quality seharga Rp875, lalu jasa cetak print maket/arsitek seharga Rp1.500.

Dengan bahan atau filamen PLA ada yang menawarkan Rp600 dengan minimal order 500. Dengan harga Rp900, sobat bisa mendapatkan jasa kustom 3D print plastik 3 dimensi PLA.

Yang lumayan mahal jasa cetak 3D berbahan resin DLP yang ditawarkan Rp12.000. Ada juga dengan bahan serupa menawarkan jasa cetaknya Rp16.000.

Jika sobat melihat masih ada peluang, mengapa tidak mencobanya? Tentu saja membutuhkan perencanaan, tidak terburu-buru.

Demikianlah sobat semua artikel tentang Printer 3D. ***


0 Response to "Printer 3D Murah, Merek, Material dan Harganya"

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel